• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Selingkuh Perasaan Tanpa Disadari, Salahkah?

Selingkuh Perasaan Tanpa Disadari, Salahkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Skenarionya begini, kamu bertemu teman atau rekan kerja dan tiba-tiba langsung merasakan koneksi. Kamu cukup "nyambung" dan tanpa disadari selalu membalas pesannya. Kamu menikmati jokes bersama dan obrolan menjadi semakin menarik. Seperti memulai hubungan romantis. namun kenyataannya, hubungan ini tidak seharusnya terjadi karena kamu telah memiliki pasangan. 

Skenario di atas adalah awal dari perselingkuhan emosional. Sheri Meyers, penulis buku Chatting or Cheating: How to Detect Infidelity, Rebuild Love and Affair-Proof Your Relationship mengatakan, perselingkuhan emosional pada dasarnya adalah perselingkuhan hati. Tidak seperti persahabatan platonis, hubungan ini bisa berujung atau memungkinkan terjadinya hubungan seksual. Dapat dikatakan, ini adalah hal yang salah. 

Baca juga: Ini Alasan Tersembunyi Kenapa Orang Selingkuh

Beberapa Tanda Selingkuh Perasaan

Terdapat tanda bahwa kamu telah mengalami selingkuh perasaan, seperti:

  • Jadi Lebih Berdandan untuk Orang Ketiga

Penampilan menarik demi pasangan, tentulah sangat disarankan. Namun, apabila kamu ingin berpenampilan menarik untuk orang lain selain pasanganmu, tanda sederhana ini menjadi tanda kamu sedang selingkuh secara emosional.

  • Lebih Terbuka 

Banyaknya energi emosional yang diluapkan pada orang ketiga, lama-kelamaan kamu menjadi lebih nyaman dan terbuka untuk menceritakan masalah hidup dan harapan yang kamu miliki. Hal ini diikuti rasa emosional dan sedih jika diabaikan.

  • Merasa Ketergantungan

Terlalu sering berkomunikasi dengan orang ketiga lama kelamaan bisa membuatmu semakin merasa tidak bisa hidup tanpanya. Hal ini menimbulkan rasa ketergantungan.

  •  Sering Meluangkan Waktu Bersama 

Ketika kamu menganggap orang ketiga begitu penting, maka kamu ingin selalu bersama dengannya tanpa ingin kehilangan sedikit waktu. Lebih seringnya, kamu bertemu dengan dia dibandingkan pasangan sendiri.

  • Merahasiakan Obrolan dan Pertemuan

Pada saat melakukan hubungan perselingkuhan, orang cenderung menyembunyikan hubungan tersebut pada pasangannya. Hal ini bertujuan agar orang lain tidak ada yang mengetahuinya.

Baca juga: 4 Tipe Selingkuh yang Seringkali Terjadi 

Jika Tidak Baik, Bagaimana Cara Menghentikannya?

Masalah ini bisa jadi sulit untuk dihentikan. Namun, untuk menyelamatkan pernikahan kamu harus mengakhirinya. Tidak ada kompromi untuk hal ini, dan jika kamu merasa sulit untuk melakukannya, coba temui psikolog di rumah sakit untuk membicarakannya. Kamu bisa buat janji melalui Halodoc terlebih dahulu untuk kemudian bisa langsung melakukan percakapan langsung dengan psikolog. 

Umumnya, kamu diminta mencari tahu apa yang membuat kamu terhubung dengan orang lain ini. Salah satu tugas penting yang perlu dilakukan untuk tetap mempertahankan rumah tangga dari perselingkuhan emosional adalah mencari akar masalahnya. Alih-alih saling menyalahkan, mengidentifikasi faktor yang berkontribusi pada kemunculan perselingkuhan emosional ini adalah hal yang disarankan. 

Jika kamu benar-benar ingin menyelamatkan pernikahan, semakin awal kamu menghadapi dan menyelesaikan masalah ini semakin baik. Semakin awal kamu menghentikan sesuatu yang mengarah ke arah pengkhianatan, maka akan semakin baik.

Baca juga: Ini Alasan Pria Selingkuh Menurut Sains

Langkah Mencegah Selingkuh Emosional

Melansir Psychology Today, ada beberapa hal yang mungkin untuk dihindari oleh mereka yang terlibat dalam "persahabatan" semacam ini. Ketika ide-ide ini diperhitungkan dan didiskusikan dengan orang ketiga, maka kamu bisa terhindar dari selingkuh emosional:

  • Jenis persahabatan tertentu bisa jadi membuat pasangan merasa menderita. Putuskan apakah kamu ingin mempertahankan pernikahan kamu atau tidak. Jika demikian, penting untuk berhenti menyatakan bahwa hubungan persahabatan ini tidak berbahaya.

  • Beritahu pasangan bahwa rasa tidak aman yang mereka bukan hal aneh, melainkan respons alami terhadap perasaan diasingkan dari hubungan baru ini dan merasa terancam karenanya.

  • Jika kamu menemukan sesuatu dalam "persahabatan" ini yang kamu tidak temukan dengan pasangan, bicarakan secara terbuka. Berikan pasangan kamu kesempatan untuk mengatasi bagian-bagian yang hilang ini sehingga kedalaman dan keintiman emosional sebagai pasangan dapat menjadi lebih baik lagi. Konseling dengan pasangan perlu dilakukan untuk mengungkapkan apa yang kurang dalam pernikahan kalian berdua.

  • Jelaskan kepada orang ketiga ini bahwa kamu perlu sedikit jarak sehingga memberi pernikahan kamu kesempatan untuk tetap berlanjut. 

Tentunya menjalani sebuah komitmen pernikahan memang tidak mudah. Namun, pahami bahwa kamu dan pasangan harus mampu menyelesaikan konflik bersama agar hubungan semakin erat.

 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Emotional Cheating: Are You Guilty?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Emotional Affairs: Why They Hurt So Much.
Huffington Post. Diakses pada 2020. This Is What An Emotional Affair Is -- And What It Isn't.