Sempat Ditarik, Ini Daftar Obat Ranitidin yang Kembali Diizinkan BPOM

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
daftar obat ranitidin

Halodoc, Jakarta -  Kamis kemarin (21/11/2019), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menginformasikan bahwa produk ranitidin yang beberapa waktu lalu ditarik dari peredaran, sudah dapat diedarkan kembali di pasaran. Desas-desus adanya zat pemicu kanker dalam produk ini yang membuat ranitidin ditarik secara keseluruhan dari peredaran. 

Baca juga: Waspada, Ini Bahaya Konsumsi Obat Kedaluwarsa dan Obat Palsu

Setelah ditelaah, NDMA yang terkandung dalam produk ranitidin memang dapat menjadi pemicu timbulnya kanker. Namun, jika zat ini di konsumsi di ambang batas normal, rasanya sah-sah saja. Produk ranitidin yang diperbolehkan beredar kembali memiliki syarat ambang batas cemaran NDMA sebesar 96 mg/hari. Secara keseluruhan, ada 37 obat ranitidin yang dapat diedarkan kembali di pasaran, beberapa di antaranya:

  1. Ulceranin cairan injeksi 25 mg/ml.

  2. Bloxer-15 tablet salut selaput 150 mg

  3. Bloxer-300 kaplet salut selaput 300 mg.

  4. Anitid cairan injeksi 50 mg/2 ml. 

  5. Ranitidine HCl cairan injeksi 25 mg/ml.

  6. Radin cairan injeksi 25 mg/ml.

  7. Ranitidine HCl tablet salut selaput 150 mg

  8. Gasela tablet salut selaput 150 mg. 

  9. Ratinal tablet salut selaput 150 mg.

  10.  Ratinal cairan injeksi 25 mg/ml.

  11. Graseric tablet salut selaput 150 mg.

  12.  Hufadine kaplet salut selaput 150 mg.

  13.  Getidin cairan injeksi 25 mg/ml.

  14. Titan 150 tablet salut selaput 150 mg.

  15. Zantifar kaplet salut selaput 150 mg.

  16. Ranifin cairan injeksi 25 mg/ml.

  17. Gastridin tablet salut selaput 150 mg.

  18. Gastridin cairan injeksi 25 mg/ml. 

  19. Rantin cairan injeksi 25 mg/ml.

  20. Rantin tablet salut selaput 150 mg.

  21.  Ranitidin HCl injeksi 25 mg/ml.

  22. Tricker cairan injeksi 25 mg.

  23. Tricker tablet salut selaput 150 mg. 

  24. Rancus tablet salut selaput 150 mg.

  25. Xeradin 150 tablet salut selaput 150 mg.

  26. Aciblock tablet salut selaput 150 mg.

  27. Ranitidine Hydrochloride tablet salut selaput 150 mg.

  28. Omeranin tablet salut selaput 150 mg.

  29. Ranitidine Hydrochlorine cairan injeksi 25 mg/ml.

  30. Ranicho sirup strawberry 75 mg/5 ml.

NDMA yang diduga dapat menjadi pemicu kanker sendiri bukan hanya terdapat di dalam obat-obatan tersebut. Dalam keseharian, zat pencemar lingkungan ini dapat kamu temui dalam kandungan daging, sayuran, air, dan juga produk susu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, diskusikan terlebih dulu dengan dokter sebelum kamu menggunakan obat-obatan untuk mengetahui dosis yang pas untuk tubuhmu.

Baca juga: Efek Samping Konsumsi Obat Antibiotik dalam Waktu Lama

Konsumsi Ranitidin dengan Benar

Obat yang satu ini dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Usahakan untuk mengonsumsi pada jam yang sama setiap harinya. Selama penggunaan ranitidin, hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat membuat efektivitas ranitidin jadi berkurang. Makanan yang dimaksud adalah makanan pedas, alkohol, coklat, tomat, dan kopi. 

Tak hanya itu, bagi kamu perokok aktif, usahakan untuk berhenti merokok selama mengonsumsi obat ini. Pasalnya, merokok akan memicu timbulnya asam lambung. Jika memang telat untuk mengonsumsi obat ini, disarankan untuk segera mengonsumsinya. Jika memang jam sudah mendekati untuk mengonsumsi di jam selanjutnya, jangan menggandakan dosis obat ini.

Baca juga: Konsumsi Obat Setelah Minum Kopi, Bolehkah?

Jangan mengonsumsi obat dengan cara yang salah. Pasalnya, ranitidin dapat memicu terjadinya beberapa efek samping, seperti muntah-muntah, diare, sakit kepala, ruam kulit, insomnia, vertigo, sakit perut, konstipasi, kesulitan menelan, serta urine yang tampak keruh. Selalu ikuti anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca petunjuk dalam kemasan, ya!

Referensi:
BPOM. Diakses pada 2019. Penjelasan Badan POM RI Tentang Produk Ranitidin yang Dapat Diedarkan Kembali.
Drugs.com. Diakses pada 2019. Ranitidine.