12 January 2018

Suka Sulit Tidur, Hati-Hati Gangguan Tekanan Darah

Suka Sulit Tidur, Hati-Hati Gangguan Tekanan Darah

Halodoc, Jakarta – Agar kesehatan terlalu terjaga setiap hari, penting untuk memenuhi kebutuhan waktu tidur setiap hari. Umumnya, seseorang memerlukan delapan jam waktu tidur yang berkualitas. Namun, pada kenyataannya tidak mudah untuk bisa tidur selama delapan jam.

Ada banyak penyebabnya, karena pekerjaan, kebiasaan, hingga gangguan tidur yang tiba-tiba datang lantaran kesehatan kamu sebenarnya terganggu. Seperti tubuh yang sehat butuh waktu tidur berkualitas, maka untuk bisa tidur nyenyak dan nyaman pun tubuh mesti dalam kondisi yang fit.

Gangguan tidur itu bukan sesuatu yang boleh kamu anggap sepele. Ini bisa jadi indikasi kalau kondisi kesehatan kamu sedang terganggu. Salah satu yang mungkin jadi penyebabnya adalah gangguan tekanan darah tinggi, seperti yang baru-baru ini ditemukan dalam penelitian di Tiongkok.

Dari studi yang dilakukan oleh Dr Xiangdong Tang dari Sinchuan University dan Dr Alexandros N. Vgontzas dari Penn State University College of Medicine, seseorang yang mengalami insomnia berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Insomnia sendiri muncul dengan gejala yang menunjukkan naiknya sekresi hormon stres kronik seperti kortisol, yang akhirnya menyebabkan hipertensi.

Dikutip dari Reuters, para peneliti ini melakukan studi terhadap sekitar 300 peserta dewasa. Sekitar 200 dari peserta ini sudah mengidap insomnia kronis sejak enam bulan terakhir. Penelitian dilakukan dengan cara mempersilahkan para peserta untuk tidur dalam ruangan dengan suhu, cahaya, dan suara yang sudah diatur sebelumnya. Kemudian, keesokan harinya para peserta ini akan diberi kesempatan untuk tidur siang selama 20 menit.

Para peneliti lalu mengukur waktu tidur para peserta serta melakukan tes tekanan darah pada sore dan pagi hari pada peserta. Hasilnya, orang yang tidur dengan normal ternyata tidak memiliki tekanan darah tinggi, bahkan jika mereka melakukan tidur siang yang lebih lama sekali pun. Sedangkan bagi pengidap insomnia kronis, semakin lama waktu tidur mereka maka risiko tekanan darah tinggi pun semakin meningkat. Uniknya, penelitian ini tidak terpengaruh oleh gaya hidup seperti alkohol, merokok, dan kafein. Begitu pula tak terpengaruh dengan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta penyakit diabetes.

Dari jurnal Hypertension diketahui bahwa orang yang dapat tidur secara normal tidak membutuhkan banyak waktu untuk terlelap. Sedangkan pengidap insomnia membutuhkan sekitar 14 menit untuk tidur dalam sehari.

Pengidap insomnia memiliki gejala dengan kualitas tidur yang rendah dengan jarak waktu tidur yang pendek selama siang hari. Ini merupakan hyperalertness yakni alert yang ditunjukkan tubuh jika seseorang terkena insomnia. Nah ternyata, tanda ini pun sama dengan orang yang memiliki risiko lain seperti obesitas dan lipid tinggi.

Menghindari Insomnia

  1. Untuk menghindari insomnia, ada beberapa hal yang mesti kamu lakukan yaitu:
  2. Menjaga pola makan seimbang dan sehat.
  3. Rutin berolahraga
  4. Kurangi kebiasaan kerja di malam hari
  5. Tidak meminum kopi atau apapun yang mengandung kafein tinggi saat menjelang waktu tidur

 

Ingat untuk selalu jaga kondisi kesehatan dimana pun kamu berada. Sedia selalu aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan saran dokter jika diperlukan. Jika butuh obat, vitamin, atau suplemen, kamu juga bisa membelinya di Halodoc, lho. Pesanan akan diantar dalam satu jam ke tempat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.