Tangan Berkeringat Tanda Terkena Penyakit Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Tangan Berkeringat Tanda Terkena Penyakit Jantung?

Halodoc, Jakarta - Ketika telapak tangan berkeringat berlebihan, banyak yang bilang ini adalah tanda penyakit jantung. Namun, apakah secara medis hal ini benar adanya, atau hanya mitos belaka? Simak ulasannya berikut ini!

Keringat di Tangan Akibat Hipertiroid atau Penyakit Jantung?

Secara medis, ada dua jenis kelainan yang menyebabkan seseorang memiliki produksi keringat yang berlebihan pada tubuh. Pertama, terjadi pada telapak tangan (palm sweating) dan kedua pada telapak kaki (plantar sweating). Kondisi ini terjadi karena tubuh seseorang memiliki kelebihan hormon tiroid dalam darah (hipertiroid).

Tidak hanya itu, kondisi telapak tangan dan kaki yang kerap dibasahi oleh keringat menandakan seseorang mengalami pembakaran berlebih pada sel-sel tubuh. Hal yang menyebabkan hipertiroid dihubungkan oleh penyakit jantung karena keduanya sama-sama membuat detak jantung berdetak lebih cepat.

Baca Juga: Ketahui Lebih Banyak Lagi Penyebab Hipertiroid

Penyebab Lain Tangan Mudah Berkeringat

Keringat berlebihan pada area tertentu di tubuh tanpa alasan bisa disebabkan yang jelas disebut hiperhidrosis primer. Kondisi ini bisa terjadi meski sedang tidak kepanasan. Kondisi ini pada umumnya terjadi ketika kelenjar keringat ekrin aktif. Ekrin adalah kelenjar keringat yang berjumlah paling banyak di dalam tubuh. Sebagian besar ekrin berada di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak. Kelenjar keringat ekrin ini bisa aktif sebagai akibat aktivasi oleh saraf. Penyebabnya belum pasti, tapi ada kemungkinan dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Selain karena aktivitas saraf, tangan berkeringat bisa disebabkan faktor psikis. Kondisi ini membuat sistem saraf bekerja secara berlebihan, salah satunya ditandai dengan keringat berlebih pada telapak tangan. Tidak hanya itu, pengidapnya mungkin merasakan gejala-gejala lain seperti sulit berkonsentrasi, cemas, gelisah saat tidur, serta lebih sering buang air besar atau kecil. 

Baca Juga: Apa Penyebab Keringat Berlebihan pada Wajah?

Bagaimana Cara Mengatasi Tangan yang Banyak Berkeringat?

Jika penyebabnya adalah hiperhidrosis, maka beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi hiperhidrosis primer antara lain:

  • Menggunakan obat antikolinergik. Obat ini bekerja memengaruhi sinyal saraf ke kelenjar keringat. Obat ini belum tentu cocok digunakan oleh semua orang, jadi perlu didiskusikan dengan dokter. 

  • Memakai obat antiperspirant. Obat ini bekerja membantu mengendalikan keringat berlebih berkat kandungan alumunium. Namun, perlu diingat bahwa antiperspirant dapat menimbulkan iritasi kulit dan tidak dapat membatasi produksi keringat.

  • Perawatan iontophoresis. Perawatan iontophoresis menggunakan arus listrik ringan agar kelenjar keringat berhenti bekerja untuk sementara waktu. Terapi ini biasanya berlangsung selama 10-30 menit. 

  • Suntik Botox. Suntik botox menjadi metode penanganan alternatif untuk mengatasi hiperhidrosis primer. Pada prosedur ini, dokter menyuntik botox di beberapa bagian tubuh tertentu dengan kelenjar keringat yang dianggap terlalu aktif, misalnya di area sekitar ketiak, telapak tangan, atau di telapak kaki.

Jadi keringat yang berlebih pada telapak tangan bukan karena kondisi jantung lemah. Penyakit lemah jantung memiliki tanda-tanda lain yaitu rasa sesak pada pernapasan, mudah lelah, detak jantung tak teratur, nafsu makan rendah, dan gangguan memori.

Jadi mulai sekarang kamu sudah tidak perlu mempertanyakan lagi apakah telapak tangan berkeringat merupakan tanda sakit jantung. Akan tetapi jika kamu memiliki gejala-gejala lain yang mengarah pada sakit jantung, tak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan lanjut ke dokter. 

Baca Juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?

Itulah beberapa penyakit yang bisa menyebabkan tangan berkeringat. Jika kondisi ini semakin parah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Pilih dokter di rumah sakit yang dengan domisili kamu melalui aplikasi Halodoc. Praktis, kan? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, ya!