• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ternyata Mudah, Ini Cara Menghilangkan Mual saat Hamil
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ternyata Mudah, Ini Cara Menghilangkan Mual saat Hamil

Ternyata Mudah, Ini Cara Menghilangkan Mual saat Hamil

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 01 Desember 2022

"Salah satu mengatasi mual saat hamil adalah mengisap permen jahe. Senyawa gingerolnya bisa menetralisir asam lambung sehingga mual teratasi."

Ternyata Mudah, Ini Cara Menghilangkan Mual saat HamilTernyata Mudah, Ini Cara Menghilangkan Mual saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Mual saat hamil atau biasa disebut dengan morning sickness adalah hal yang lazim, terutama pada awal kehamilan. Perubahan hormon di awal-awal kehamilan adalah pemicu utamanya. Namun, sejumlah pakar menduga kalau masalah ini juga disebabkan karena indera penciuman wanita yang lebih sensitif saat hamil. 

Bukan cuma di pagi hari, mual juga bisa timbul saat siang, sore atau bahkan malam hari. Bahkan, beberapa ibu hamil mengalami mual dan muntah sepanjang hari. Hal ini tentu bisa menghambat aktivitas ibu sehari-hari. Nah, ada sejumlah cara yang bisa ibu coba untuk menetralisir rasa mual ini.

Misalnya dengan berjalan-jalan di luar ruangan untuk menghirup udara segar. Ibu bisa mengunjungi taman yang suasananya cenderung sejuk dan udaranya bersih. Dengan demikian, rasa mual bisa sedikit berkurang.

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

Berikut tips mengatasi mual saat hamil yang bisa ibu coba:

1. Istirahat

Perbanyak istirahat di masa awal kehamilan. Sebab, tubuh perlu beradaptasi di trimester pertama. Kelelahan dapat membuat mual semakin parah. 

2. Perbanyak minum air

Perbanyak minum air, terutama pada pagi hari. Tujuannya untuk mengisi kembali cairan usai bangun tidur. Kekurangan cairan bisa membuat ibu semakin mual dan rentan dehidrasi.

3. Pastikan perut tidak kosong

Jangan sampai membiarkan perut sampai kosong. Hal ini bisa memicu asam lambung sehingga mual semakin parah. Meski mual seringkali menurunkan nafsu makan, sebaiknya ibu makan dengan porsi sedikit tapi sering. Pastikan juga makanan yang ibu konsumsi sarat akan nutrisi, ya!

4. Hindari makanan tertentu

Sebaiknya hindari makanan berlemak, pedas dan asam terlebih dahulu. Makanan tersebut bisa memicu munculnya rasa mual karena memicu naiknya asam lambung.

5. Mengisap permen

Beberapa ibu hamil mengatakan kalau mengisap permen jahe efektif mengurangi rasa mual. Sebab, jahe mengandung senyawa gingerol yang bisa meningkatkan motilitas lambung (perjalanan makanan ke seluruh tubuh).

6. Tenangkan pikiran

Jangan berfokus pada rasa mual yang ibu alami. Sebab, semakin dirasakan, rasa mual akan semakin menjadi. Pikirkan hal-hal baik seperti Si Kecil yang berjuang untuk berkembang di dalam rahim.

7. Gunakan aromaterapi

Rasa mual juga bisa dipicu oleh bau yang tidak sedap. Hal ini bisa sangat mengganggu terlebih untuk indera penciuman bumil yang sangat sensitif. Nah, ibu bia menggunakan aromaterapi dengan wangi yang menyegarkan seperti buah-buahan atau bunga kesukaan ibu.

Temui Dokter Jika Mual Semakin Parah

Morning sickness umumnya mereda dengan sendirinya pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Meski begitu, beberapa ibu hamil masih mengalaminya hingga memasuki trimester kedua. Bahkan, mual bisa bertambah parah sampai menurunkan nafsu makan dan menghambat beraktivitas. 

Dalam dunia medis, mual-mual parah ini disebut sebagai hiperemesis gravidarum. Kondisi ini tak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi pada ibu hamil. Temui dokter jika ibu mengalami mual-mual parah yang mengindikasikan hiperemesis gravidarum. 

Jika ibu punya pertanyaan lain seputar kehamilan, hubungi dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan menjawab pertanyaan kamu sekaligus memberikan solusi terbaik. Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. Doing Battle with Morning Sickness.
Babycenter. Diakses pada 2022. Morning sickness (nausea and vomiting in pregnancy).
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Morning sickness.