Ternyata, Usia Ayah Pengaruhi Perkembangan Janin

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ternyata, Usia Ayah Pengaruhi Perkembangan Janin

Halodoc, Jakarta - Selama ini, kehamilan kerap kali dikaitkan dengan kondisi ibu, mulai dari usia ibu ketika menikah, mengandung sang buah hati, hingga melahirkannya. Kesuburan dari ibunda kerap menjadi sorotan karena semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Belum lagi, menopause yang mengancam bisa datang kapan saja dengan berbagai kondisi yang menyertainya. 

Namun, ternyata tidak hanya ibu, usia ayah dinilai memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan ibu. Sebagian besar orang beranggapan bahwa pria masih terus subur karena sperma masih tetap diproduksi meski usia pria telah menua. Padahal, kondisi ini juga berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin, sama halnya dengan menopause yang terjadi pada wanita. 

Apa Hubungan Usia Ayah dengan Perkembangan Janin?

Jumlah sel sperma pria yang berusia 25 tahun dengan pria berusia 50 tahun bisa jadi tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Meski begitu, tentu kualitas sperma pada kedua pria dengan rentang usia yang terbilang jauh tersebut tentu tidak sama. Ketika pria memasuki usia 40 tahun, akan terjadi penurunan kualitas sperma dan kadar hormon testosteron. Kondisi ini membuat pria cukup kesulitan untuk melakukan hubungan intim secara rutin. 

Baca juga: Agar Tak Panik Ketahui 5 Mitos Kehamilan Ini

Tidak hanya itu, usia ayah yang berada pada angka 40 tahun ke atas dikaitkan dengan beberapa risiko komplikasi kehamilan dan perkembangan janin, di antaranya:

  • Keguguran atau bayi meninggal di dalam rahim;

  • Bayi dilahirkan lebih cepat alias prematur atau memiliki berat badan yang rendah;

  • Memiliki cacat bawaan sejak lahir;

  • Sang buah hati mengidap autisme dan gangguan pada perkembangan otak serta mentalnya;

  • Anak akan mengalami sindrom Down;

  • Anak akan mengalami penyakit leukemia limfoblastik akut atau kanker darah;

  • Anak akan mengalami penyakit diabetes tipe 1.

Baca juga: Ini 5 Tanda Hamil yang Sering Tidak Disadari

Ayah juga perlu tahu, risiko terjadinya komplikasi tersebut meningkat seiring dengan bertambahnya usia ayah. Kondisi ini diyakini karena ketika ayah menginjak usia 50 tahun atau lebih, peningkatan risiko terjadinya mutasi genetik pada sperma pun semakin tinggi. Tidak hanya itu, usia ayah juga menyumbang pengaruh terhadap kesehatan ibu selama hamil. 

Pasalnya, ibu hamil yang memiliki pasangan berusia lebih dari 45 tahun lebih berisiko mengalami diabetes gestasional pun preeklampsia. Kondisi ini diduga karena peningkatan risiko kelainan plasenta karena pembuahan didapat oleh sperma yang berasal dari pria berusia lanjut. 

Memiliki Anak ketika Usia Ayah Tak Lagi Muda

Tidak ada larangan untuk memiliki anak meski usia ayah tidak lagi muda. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya perkembangan janin pada rahim ibu tetap sehat, begitu pula dengan kondisi ibu. Salah satu caranya melalui penerapan pola hidup sehat yang diikuti dengan pola makan yang sehat, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. 

Baca juga: Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan dari USG 3D pada Ibu Hamil

Hindari stres dengan melakukan berbagai aktivitas yang positif. Ketahui pula berbagai risiko yang terjadi apabila berhasil terjadi pembuahan ketika usia ayah sudah begitu matang. Tidak perlu berkecil hati, ibu dan ayah bisa menjalani kehamilan sehat dengan selalu rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter. Tanyakan pula setiap masalah kesehatan yang ibu atau ayah alami langsung pada pakarnya, gunakan aplikasi Halodoc supaya tanya jawab jadi lebih mudah dan praktis. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. How Does Paternal Age Affect Baby’s Health?
Baby Centre UK. Diakses pada 2019. Dad’s-to-be: How Your Age Can Affect Your Fertility and Your Baby’s Health. 
WebMD. Diakses pada 2019. Dad’s Role in Baby’s Health Larger than Thought?