Tes untuk Diagnosis Demam Rematik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
demam rematik, diagnosis demam rematik, radang tenggorokan

Halodoc, Jakarta - Demam yang umumnya dikaitkan dengan penyakit flu, demam rematik memiliki penyebab yang berbeda. Pasalnya, demam yang satu ini merupakan komplikasi yang muncul akibat radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus. Jika sejumlah gejala demam rematik yang muncul dibiarkan begitu saja, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang dapat dialami. 

Baca juga: Ketahui 5 Komplikasi dari Penyakit Demam Rematik

Berikut Sejumlah Tes untuk Mendiagnosis Demam Rematik

Sejumlah tindakan dibutuhkan, karena mendiagnosis demam rematik tidak dapat ditentukan hanya dengan satu tindakan. Sejumlah tes yang dilakukan guna mendiagnosis demam rematik, antara lain:

  • Melihat riwayat kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pengidap mengalami radang tenggorokan sebelum munculnya demam rematik. Selain itu, pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengetahui adanya riwayat keluarga yang mengidap penyakit yang sama.

  • Tes fisik. Tes yang satu ini dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Pemeriksaan akan meliputi pengamatan ruam kulit, tes gerak tubuh, nyeri sendi, serta bunyi organ hati.

  • Tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya antibodi pada jaringan tubuh. Selain itu, tes darah yang dilakukan bertujuan untuk mengukur protein C-reaktif dan tingkat pengendapan sel darah merah.

  • Tes elektrokardiogram. Tes ini dilakukan dengan mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Mesin ini akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada layar.

  • Tes ekokardiografi. Tes ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan gelombang suara untuk menghasilkan gambar gerakan dari organ jantung. Mesin ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan jantung.

Segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc, jika kamu menemukan serangkaian gejalanya. Jika dokter sudah menemukan gejalanya, serangkaian pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan pengobatan yang tepat. Jangan sampai terlambat, karena kehilangan nyawa merupakan komplikasi yang bisa terjadi pada pengidap demam rematik.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Demam Rematik

Ketahui Gejalanya, Agar Dapat Melakukan Penanganan dengan Tepat

Berbagai gejala demam rematik yang umum terjadi, antara lain:

  • Mengalami nyeri sendi.

  • Mengalami demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.

  • Mengalami mimisan.

  • Mengalami sakit kepala.

  • Mengalami sakit perut.

  • Mengalami mual dan muntah

  • Mengalami sesak napas dan nyeri dada.

  • Mengalami pembengkakan pada jantung.

  • Mengalami benjolan pada kulit yang terletak dengan dengan sendi.

  • Mengalami pembengkakan dan kemerahan pada amandel.

  • Berkeringat pada malam hari.

  • Kesulitan ketika menelan.

Gejala-gejala tersebut akan tampak setelah pengidap mengalami radang tenggorokan selama 2–5 minggu. Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Namun, ketika gejala berikut terjadi, pengidap sudah memasuki fase gawat darurat yang segera membutuhkan pertolongan medis segera.

Baca juga: Ketahui 3 Penanganan Demam Rematik pada Anak

Gejala yang dimaksud meliputi sakit tenggorokan tanpa gejala flu lainnya, sakit tenggorokan disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami ruam merah pada kepala yang menjalar ke bagian bawah tubuh, keluarnya cairan kental dari dalam hidung, serta adanya bintil-bintil yang berwarna terang pada lidah.

Demam Rematik, Apakah Bisa Dicegah?

Pencegahan demam rematik dapat dilakukan dengan mengobati radang tenggorokan sebelum berkembang menjadi demam reumatik. Cara mencegah demam rematik sendiri dapat dilakukan dengan menghindari infeksi bakteri Streptococcus dengan memiliki sanitasi yang baik, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan gaya hidup sehat. Penyakit ini akan sangat membahayakan nyawa pengidapnya jika tidak ditangani dengan tepat.

Referensi:

CDC (Center for Disease Control and Prevention). Diakses pada 2019. Rheumatic Fever: All You Need to Know.

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rheumatic Fever.