• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Tips Aman Puasa saat Mengalami Sakit Flu

3 Tips Aman Puasa saat Mengalami Sakit Flu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Ada kalanya ibadah puasa tak berjalan lancar seperti yang diharapkan. Sebab sebagian orang mungkin saja mesti berhadapan dengan berbagai masalah kesehatan yang mengganggu kelancaran ibadah puasa. Contohnya, flu yang menyerang di bulan Ramadan.

Ketika penyakit ini menyerang, maka tubuh akan mengalami beragam keluhan yang membuat puasa terasa lebih berat untuk dijalani. Nah, lalu adakah cara atau tips aman puasa meski tubuh sedang terserang penyakit flu? Nah, untungnya ada beberapa tips yang bisa kita lakukan. 

Baca juga: Idap Flu Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

1. Perhatikan Asupan Nutrisi

Asupan makanan merupakan salah satu faktor penting yang mesti diperhatikan saat flu menyerang. Sebaiknya, pilihlah makanan yang mudah ditelan saat berbuka atau sahur. Contohnya, menu yang bisa kamu coba seperti sup ayam. Makanan seperti ini bisa mengurangi iritasi bertambah parah. 

Selain tekstur makanan, perhatikan pula kandungan gizinya. Pilihlah makanan yang kaya antioksidan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Lalu, makanan apa yang banyak mengandung antioksidan? Banyak sekali pilihannya. Mulai dari apel jeruk, mangga, jambu, sirsak, tomat, buah beri, kacang merah, bayam, brokoli, dan sayur-sayuran hijau lainnya. 

2. Kenakan Masker dan Kurangi Bicara

Flu bisa menimbulkan beragam keluhan pada tubuh, salah satunya sakit yang terasa kering atau sakit. Nah, ketika berbicara udara dan berbagai partikel asing seperti debu bisa masuk ke tenggorokan lewat mulut. Oleh karena itu, sebisa mungkin batasi bicara selama radang atau sakit tenggorokan. 

Tak hanya itu saja, jangan lupa untuk mengenakan masker. Masker ini juga bisa melindungi tubuh dari debu, kotoran, bakteri, atau partikel lainnya yang bisa masuk ke tubuh dan mengiritasi tenggorokan. Selain itu, masker juga bisa mencegah penularan flu pada orang lain. 

3. Istirahat yang Cukup

Virus penyebab flu dan virus lainnya punya satu kesamaan. Virus bersifat self limiting disease, alias bisa mati dengan sendirinya. Ketika sistem imun tubuh meningkat, maka virus dalam tubuh pun lama-kelamaan akan minggat. Nah, salah satu cara terampuh untuk mengatasi flu atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah istirahat.

Tidur malam yang berkualitas merupakan cara tersimpel untuk memperkuat sistem imun. Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa setidaknya membutuhkan tidur selama 7–9 jam tiap harinya. 

Ingat, tanpa tanpa tidur yang cukup tubuh tidak bisa memproduksi sitokin dengan jumlah yang banyak. Padahal, sitokin merupakan sejenis protein untuk melawan infeksi dan peradangan yang secara efektif menciptakan respons imun. Nah, sitokin ini diproduksi dan dilepaskan selama kita tertidur.

Istirahat yang cukup juga bisa memupuk produksi Sel T di dalam tubuh. Sel T merupakan kelompok sel kekebalan tubuh yang berperan penting dalam sistem imun terhadap virus. Sel T akan menyerang dan menghancurkan sel pembawa virus. Di samping itu, tidur yang berkualitas juga bisa meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap ancaman penyakit. 

Nah, yakin masih mau begadang saat terserang flu di bulan Ramadan? 

Baca juga: Sering Tertular Flu, Perlukah Lakukan Tes Imun?

Jangan Anggap Remeh Flu

Flu boleh dibilang sebagai penyakit “sejuta umat”, sebab hampir tiap orang pernah mengalami penyakit ini. Hal yang bikin resah, penyakit ini bisa menular dengan cepat. Tak cuma itu, gejala flu bisa berkembang dengan cepat.

Pengidapnya bisa mulai merasa sakit sekitar 1 hingga 7 hari setelah terserang virusnya. Akan tetapi, sebagian besar gejalanya muncul dalam 2 sampai 3 hari. Ingat, flu bisa menyebar dengan mudah. Lalu, bagaimana dengan gejalanya? Gejala pertamanya berupa demam 39 derajat Celsius dan 41 derajat Celsius. Menurut para pakar, demam pada orang dewasa lebih rendah daripada anak-anak.

Selain demam, berikut beberapa gejala flu menurut pakar di National Institutes of Health - MedlinePlus.

  • Pegal-pegal;

  • Panas dingin;

  • Pusing;

  • Wajah memerah;

  • Sakit kepala;

  • Kekurangan energi; dan

  • Mual dan muntah.

Baca juga: Hati-Hati, Penyakit Flu Bisa Jadi Sangat Berbahaya

Demam dan nyeri mulai hilang pada hari ke 2 hingga 4. Namun, bisa datang gejala baru seperti:

  • Batuk kering;

  • Peningkatan gejala yang memengaruhi pernapasan;

  • Hidung beringus (bening dan berair);

  • Bersin; dan

  • Sakit tenggorokan.

Sebagian besar gejalanya hilang dalam 4 sampai 7 hari. Namun yang perlu dicatat, batuk dan perasaan lelah dapat berlangsung selama berminggu-minggu. Bahkan, dalam beberapa kasus demam pun bisa datang kembali. Selain itu, untuk sebagian orang flu juga bisa membuat selera makan berkurang. Hal yang perlu digarisbawahi, flu dapat memperburuk asma, masalah pernapasan, dan penyakit kronis lainnya.

Mau tahu lebih jauh mengenai cara mengatasi flu saat sedang berpuasa? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Flu 
National Sleep Foundation. Diakses pada 2020. How Sleep Affects Your Immunity.
Healthline. Diakses pada 2020. Lycopene: Health Benefits and Top Food.
WebMD. Diakses pada 2020. Vitamins & Supplements. Beta-Carotene.