• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Trauma Bisa Sebabkan Terjadinya Vaginismus

Trauma Bisa Sebabkan Terjadinya Vaginismus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Trauma Bisa Sebabkan Terjadinya Vaginismus

Halodoc, Jakarta – Vaginismus adalah gangguan seksual yang bisa menyerang wanita. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya mengalami rasa sakit saat melakukan hubungan intim. Hal ini terjadi karena otot-otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya, biasanya saat sesuatu masuk ke dalam Miss V. Rasa nyeri juga bisa muncul saat ada rangsangan di sekitar organ kewanitaan. 

Apakah trauma bisa menjadi penyebab vaginismus? Jawabannya bisa. Nyatanya, faktor emosional bisa menjadi salah satu penyebab vaginismus. Trauma, pernah mengalami kekerasan seksual, pemahaman yang salah tentang seks, hingga rasa takut terhadap hubungan seksual bisa menjadi pemicu nyeri saat berhubungan intim. Selain itu, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab vaginismus

Baca Juga: 4 Mitos Tentang Vaginismus yang Tak Perlu Dipercaya

Penyebab Vaginismus yang Perlu Diketahui 

Vaginismus menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman dan kesakitan saat berhubungan intim. Pada kondisi yang parah, gangguan ini bahkan bisa membuat penetrasi tidak terjadi sama sekali. Maka dari itu, gangguan seksual yang satu ini bisa menjadi salah satu pemicu wanita sulit hamil. Wanita yang mengidap vaginismus akan mengalami beberapa gejala, seperti:  

  • Merasakan rasa sakit, kesulitan, dan mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit.
  • Penetrasi yang terasa sakit (dispareunia) dengan vagina yang perih atau mengencang sehingga menyebabkan rasa sakit.
  • Kesulitan atau tidak dapat melakukan penetrasi sama sekali.
  • Rasa sakit seksual jangka panjang dengan atau tanpa penyebab yang diketahui.
  • Rasa sakit saat memasang tampon.
  • Rasa sakit saat pemeriksaan ginekologis.
  • Kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi.

Dalam dunia medis, vaginismus tidak memiliki penyebab yang jelas. Namun, beberapa hal bisa menyebabkan kondisi ini, yang dibagi menjadi penyebab non-fisik dan fisik, antara lain:

1. Penyebab non-fisik dapat meliputi:

  • Ketakutan atau antisipasi terhadap rasa sakit saat berhubungan, takut hamil, dan semacamnya.
  • Gelisah atau stres.
  • Terdapat isu pada pasangan: seperti kekerasan, menjauh secara emosional, ketidakpercayaan, kecemasan, dan semacamnya.
  • Kejadian traumatis seperti pemerkosaan, atau pernah mengalami kekerasan seksual.
  • Pengalaman masa kecil: cara didik, paparan terhadap gambar seksual.

2. Penyebab fisik dapat meliputi:

  • Kondisi medis.
  • Usai persalinan.
  • Perubahan yang terkait usia.
  • Rasa tidak nyaman sementara.
  • Trauma pada pelvis.
  • Efek samping pengobatan.

Baca Juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Lantas, Bisakah Vaginismus Diobati?

Pilihan perawatan bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus, vaginismus bisa disembuhkan. Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi terapi relaksasi vagina, terapi emosional, dan operasi.

Sementara itu, jika penyebabnya adalah infeksi atau kondisi medis lain, dokter menyembuhkan terlebih dahulu kondisi tersebut. Selain itu, bisa juga dilakukan perawatan seperti latihan kendali pelvic floor (latihan kegel) dan latihan vagina untuk meringankan rasa sakit secara perlahan. Sementara vaginismus yang terjadi karena faktor traumatis, mungkin membutuhkan pendampingan dan terapi psikologis untuk mengatasinya. 

Baca Juga: Ini Alasan Terapi Psikologi Bantu Pulihkan Disfungsi Seksual

Jika mengalami vaginismus atau ketakutan untuk berhubungan intim, kamu bisa mencari bantuan psikolog di rumah sakit atau klinik. Biar lebih mudah, gunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan rumah sakit terdekat yang bisa dikunjungi. Kamu juga bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan psikolog. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Vaginismus?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Vaginismus.