Waspada, Ini Komplikasi dari Hidrosefalus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Waspada, Ini Komplikasi dari Hidrosefalus

Halodoc, Jakarta – Hidrosefalus adalah penyakit yang menyebabkan pengidapnya mengalami pembesaran pada ukuran kepala. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di rongga otak yang kemudian meningkatkan tekanan pada area kepala. Penyakit ini umumnya ditemukan pada bayi yang baru lahir dan anak-anak. Namun, penyakit hidrosefalus juga bisa menyerang orang dewasa, biasanya ditandai dengan gejala sakit kepala yang tidak tertahankan. 

Penyakit ini terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan yang terjadi di dalam otak tidak seimbang. Cairan otak diproduksi secara terus menerus dan diserap oleh pembuluh darah. Cairan yang diproduksi ini memiliki tugas yang penting. Cairan otak berfungsi dalam melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, serta membuang limbah sisa metabolisme dari organ tersebut. 

Baca juga: Bisakah Hidrosefalus Diketahui dari Dalam Kandungan?

Komplikasi Hidrosefalus yang Harus Diwaspadai  

Penyakit ini ditandai dengan perubahan ukuran kepala anak menjadi lebih besar dari ukuran normal. Selain pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus juga rentan terjadi pada orang yang berusia lanjut (lansia), yaitu berusia lebih dari 60 tahun. Membesarnya ukuran kepala terjadi karena adanya penumpukan cairan di rongga otak. 

Hidrosefalus yang menyerang bayi ditandai dengan meningkatnya volume lingkar kepala. Selain itu, kondisi ini juga memicu munculnya benjolan yang terasa lunak di ubun-ubun kepala. Penyakit ini menyebabkan bayi menjadi lebih rewel, mudah mengantuk, menolak minum susu atau ASI, pertumbuhan yang terhambat, muntah, hingga kejang. Sedangkan pada anak dan orang dewasa, gejala yang muncul mungkin berbeda. Hidrosefalus menyebabkan gejala berupa sakit kepala, penurunan daya ingat, gangguan konsentrasi, mual dan muntah, penglihatan terganggu, gangguan koordinasi tubuh, masalah keseimbangan, serta pembesaran ukuran kepala.

Baca juga: Ketahui Berbagai Faktor Risiko Hidrosefalus Sejak Dini

Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan tanpa penanganan. Pasalnya, hidrosefalus bisa memicu berbagai komplikasi serius. Komplikasi jangka panjang akibat penyakit ini bisa sangat bervariasi dan sayangnya seringkali sulit diprediksi. Komplikasi yang muncul pun bisa berbeda pada bayi dan anak-anak atau pada orang dewasa. 

Hidrosefalus pada bayi yang tidak mendapat penanganan tepat bisa mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang, cacat intelektual serta masalah fisik yang signifikan. Meski begitu, risiko komplikasi ini sebenarnya bisa ditekan jika hidrosefalus pada bayi ditangani sejak dini mungkin. Sedangkan pada orang dewasa, komplikasi yang muncul bisa berupa penurunan daya ingat atau kemampuan berpikir secara umum. 

Selain komplikasi yang berbeda-beda, tingkat keparahan dari komplikasi yang muncul pun biasanya tidak sama. Tingkat keparahan komplikasi hidrosefalus tergantung pada kondisi medis yang mendasari, keparahan gejala awal penyakit, serta ketepatan waktu diagnosis, dan seberapa cepat pengobatan awal diberikan. 

Kabar buruknya, hidrosefalus adalah penyakit yang sulit untuk dicegah. Namun, ibu hamil bisa menghindari risiko penyakit ini dengan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, dan menjaga keselamatan diri dengan mengenakan sabuk pengaman saat berkendara. 

Baca juga: Terserang Hidrosefalus, Bisakah Disembuhkan?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit hidrosefalus dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2019.. Hydrocephalus.
Kids Health. Diakses pada 2019. Hydrocephalus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hydrocephalus.