Xerophthalmia dan Katarak, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Xerophthalmia dan Katarak, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta - Menjaga kesehatan tubuh menjadi tugas utama kamu. Tidak hanya penyakit musiman seperti flu, demam, sakit kepala yang perlu dicegah, penyakit yang menyerang mata sebagai satu-satu indra penglihatan harus mendapatkan perhatian. Ketika sudah mengalami kerusakan, menjadi hal yang sulit untuk membuat indra satu ini mampu kembali bekerja dengan normal. Seperti ketika mengalami katarak dan xerophthalmia. Lalu, apa yang menjadi pembeda antara keduanya?

Katarak

Katarak menjadi penyakit mata yang dikaitkan dengan usia, karena sering terjadi pada orang-orang berusia lanjut. Katarak terjadi ketika lensa mata berubah menjadi keruh dan seperti muncul awan, sehingga pengidapnya merasa seperti melihat sesuatu tetapi tertutup kabut atau asap. Memang, pada mulanya kelainan mata ini tidak serius, tetapi jika tidak ditangani, pengidap menjadi lebih sulit melihat, menyetir, hingga membaca.

Trauma yang menyebabkan jaringan mata mengalami perubahan dan faktor usia menjadi dua penyebab utama katarak. Jika terjadi karena penuaan, ada dua kemungkinan penyebab, yaitu menggumpalnya protein pada lensa, dan berubahnya warna lensa mata. Oleh karena tersusun atas air dan protein, lensa mudah mengalami penebalan dan tidak lagi fleksibel seiring dengan usia yang semakin bertambah. 

Baca juga: Masih Muda Sudah Kena Katarak?

Katarak bisa terjadi salah satu atau kedua mata, tetapi sifatnya tidak menular dari satu mata ke mata yang lain. Gejala yang paling umum selain mata seperti berkabut adalah pandangan ganda, menurunnya penglihatan pada malam hari, silau ketika melihat cahaya matahari atau lampu, dan sering mengganti ukuran kacamata. Jika kamu atau orang terdekat mengalaminya, segera periksakan mata ke dokter. Buat janji dengan dokter langsung di rumah sakit mana saja, sekarang lebih mudah kok!

Selain usia, faktor lain yang berperan meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak adalah trauma mata atau pernah menjalani operasi mata, konsumsi alkohol dan merokok berlebihan, faktor keturunan, obesitas, hipertensi, dan diabetes, juga paparan sinar matahari pada mata dalam waktu lama. 

Baca juga: Operasi Katarak, Ini yang Perlu Diketahui

Xerophthalmia

Sementara itu, xerophthalmia termasuk dalam kelainan mata progresif dengan gejala utama mata yang menjadi kering. Jika katarak dikaitkan dengan faktor usia atau penyakit lansia, xerophthalmia mengincar ibu hamil dan anak-anak. Penyebabnya adalah kurangnya asupan vitamin A, dengan faktor risiko tinggi pada pengidap penyakit celiac, sirosis, fibrosis kistik, dan diare kronis. 

Gejala utama dari penyakit mata ini adalah penebalan pada konjungtiva diikuti dengan rasa seperti kering, penebalan, dan pengerutan. Gejala lain yang mengikuti adalah pandangan mengabur, mata mudah lelah, penebalan pada kelopak, dan penurunan kemampuan dalam semua pekerjaan yang berhubungan dengan ketelitian. Pengidap xerophthalmia tidak mampu melihat dengan baik jika intensitas cahayanya redup. 

Pada kondisi normal, vitamin A didapat tubuh melalui sumber makanan seperti ayam, hati ayam, produk susu, sayuran, telur, dan minyak kelapa sawit merah. Asupan yang dibutuhkan setiap orang tidak sama, karena dikelompokkan berdasarkan usianya. Pria dewasa membutuhkan setidaknya 900 mikrogram sehari, sementara wanita dewasa sebesar 700 mikrogram. 

Lalu, pada anak yang berusia di bawah 13 tahun, kebutuhan vitamin A hariannya adalah sebanyak 600 mikrogram, sebanyak 400 mikrogram untuk anak berusia di bawah 8 tahun, dan sebanyak 300 mikrogram untuk anak berusia antara 1 sampai 3 tahun. Jadi, konsumsi vitamin A dan penuhi asupan hariannya agar terhindar dari xerophthalmia, ya!

Baca juga: 7 Vitamin untuk Menjaga Kesehatan Mata

Referensi:
Healthline. (Diakses pada 2019). Everything You Should Know about Xerophthalmia. 
Patient. (Diakses pada 2019). Vitamin A Deficiency.
Mayo Clinic. (Diakses pada 2019). Cataract. 
NIH. (Diakses pada 2019). National Eye Institute. Facts about Cataracts.