14 November 2018

Yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Alergi Susu

Yang Terjadi pada Si Kecil Ketika Alergi Susu

Halodoc, Jakarta - Si Kecil mengalami gatal-gatal disertai ruam-ruam kemerahan pada kulit usai diberi susu sapi? Hati-hati, mungkin saja ia alergi susu sapi. Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi yang dikonsumsinya. Tingkat keparahan alergi setiap bayi pun berbeda. Ada yang alerginya membaik setelah melewati usia 4 tahun, dan ada juga yang tetap mengalaminya hingga dewasa.

Berbeda dengan intoleransi laktosa yang tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, alergi susu sapi justru terjadi akibat adanya reaksi sistem kekebalan tubuh anak dengan protein dalam susu sapi. Jenis protein yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein. Bayi yang mengalami alergi bisa saja alergi terhadap salah satu atau juga kedua protein tersebut. Reaksi yang muncul pun biasanya terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah mengonsumsi susu.

Gejala yang Muncul

Reaksi alergi yang muncul dapat berbeda antara satu anak dengan anak lainnya, tergantung pada tingkat keparahan dan daya tahan tubuh masing-masing anak. Namun, biasanya gejala yang langsung muncul adalah muntah, mengeluarkan suara ‘ngik’, serta timbulnya rasa gatal disertai bengkak dan kemerahan pada beberapa bagian kulit.

Pada beberapa kasus alergi yang cukup parah, beberapa jam setelah mengonsumsi susu sapi, beberapa gejala berikut akan muncul:

  • Diare.

  • Tinja encer atau berair, dan terkadang disertai darah.

  • Sakit perut.

  • Batuk-batuk.

  • Mata berair.

  • Kulit menjadi ruam dan gatal, sering terjadi di daerah sekitar mulut.

Bila gejala yang muncul sangat parah, anak dapat mengalami anafilaksis, yaitu kondisi ketika anak mengalami kesulitan bernapas akibat respon alergi yang menyumbat dan menghalangi saluran pernapasan. Anafilaksis ini adalah kondisi yang sangat gawat dan dibutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.

Umumnya, alergi hanya akan terjadi hingga anak berusia 4 tahun, atau ketika daya tahan tubuh anak semakin kuat, sehingga reaksi alergi akan hilang dengan sendirinya. Sangat jarang ditemukan alergi susu sapi pada orang dewasa. Kendati demikian, anak yang dulunya pernah mengalami alergi susu, memiliki risiko mengalami alergi terhadap hal lain, bahkan dapat memicu terjadinya asma ketika ia dewasa nanti.

Apa yang Membuat Anak Alergi Susu?

Seperti telah dijelaskan di awal, bahwa alergi susu terjadi akibat adanya reaksi keliru sistem kekebalan tubuh. Ketika bayi mengonsumsi susu, sistem kekebalan tubuhnya akan menanggapi protein yang terkandung dalam susu tersebut sebagai zat yang berbahaya. Sistem kekebalan tubuh pun kemudian menghasilkan imunoglobulin E (IgE), yaitu sejenis antibodi yang bertugas untuk menangani alergi yang terjadi dalam tubuh.

Ketika IgE mengenali protein susu sebagai zat berbahaya, ia akan memberikan sinyal pada tubuh untuk mengeluarkan histamin dan berbagai zat kimia lain yang dapat menimbulkan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, dan berbagai gejala lain yang telah disebutkan sebelumnya.

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko alergi susu pada bayi:

1. Memiliki alergi terhadap hal lain

Sebagian besar anak yang alergi terhadap susu juga memiliki alergi dengan zat atau benda lain. Namun, biasanya alergi susu lah yang menyebabkan alergi terhadap zat lain muncul.

2. Eksim atopik

Eksim atopik merupakan kelainan kulit kronis dan menahun, dengan gejala yang berupa gatal-gatal dan kemerahan pada berbagai bagian tubuh. Anak yang memiliki gangguan kulit ini memiliki peluang lebih besar untuk alergi pada makanan, termasuk susu.

3. Riwayat keluarga

Anak dengan anggota keluarga yang mempunyai riwayat alergi terhadap suatu jenis makanan, berpeluang lebih besar untuk alergi terhadap susu.

4. Usia

Alergi terhadap susu kebanyakan terjadi pada anak-anak, di bawah usia 4 tahun. Seiring dengan pertumbuhannya, sistem pencernaan anak akan berkembang dan menjadi matang, sehingga pada akhirnya mereka dapat beradaptasi terhadap protein yang ada di dalam susu.

Itulah sedikit penjelasan tentang alergi susu pada anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: