26 January 2019

3 Tindakan Medis yang Tepat untuk Mengatasi Limfadenitis

3 tindakan medis yang tepat untuk mengatasi limfadenitis

Halodoc, Jakarta – Seperti namanya, limfadenitis adalah penyakit yang menyerang nodus limfa (getah bening) dan mengakibatkan peradangan. Nodus limfa sendiri adalah jaringan yang berfungsi dalam membantu tubuh melawan penyakit. Saat jaringan tersebut meradang, maka ukurannya akan mengalami pembesaran, sehingga dapat teraba dengan mudah.

Limfadenitis sebaiknya jangan disepelekan, karena penyakit ini akan membuat sistem kekebalan tubuh kamu menurun, sehingga kamu rentan terserang penyakit lainnya. Ketahui tindakan medis yang tepat untuk mengatasi limfadenitis.

Mengenal Limfadenitis

Manusia memiliki nodus limfa atau kelenjar getah bening yang tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dan selangkangan, mengikuti aliran pembuluh getah bening. Kelenjar ini memiliki fungsi utama, yaitu membuang mikroba dan sel-sel abnormal yang terkumpul di dalam cairan getah bening.

Ukuran kelenjar getah bening cukup kecil, yakni berkisar antara beberapa milimeter sampai dua sentimeter dan berbentuk oval. Namun, saat terjadi limfadenitis, kelenjar ini akan mengalami pembesaran karena sel-sel darah putih dan senyawa kimia sistem imun semua berkumpul di dalamnya.

Baca juga: Kenali Fungsi Kelenjar Getah Bening bagi Tubuh

Ada dua jenis limfadenitis yang dibagi berdasarkan lokasinya:

  • Limfadenitis lokal. Ini adalah jenis limfadenitis yang paling banyak terjadi. Pada limfadenitis lokal, hanya beberapa kelenjar getah bening yang berdekatan saja yang mengalami peradangan.

  • Limfadenitis umum. Pada jenis limfadenitis ini, ada banyak kelenjar getah bening yang mengalami peradangan, karena infeksi sudah menyebar melalui aliran darah atau adanya penyakit lain yang menyebar ke seluruh tubuh.

Penyebab Limfadenitis

Penyebab limfadenitis sebenarnya sangat bervariasi, tapi umumnya limfadenitis disebabkan akibat infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur. Infeksi yang menyebabkan limfadenitis lokal pun juga berbeda dengan infeksi yang menjadi penyebab limfadenitis umum.

Infeksi penyebab limfadenitis lokal, antara lain infeksi bakteri (Streptococcus tuberculosis, mycobacterium non-tuberculosis, sifilis, dan tularaemia) dan infeksi virus, seperti herpes genital. Sedangkan infeksi yang mengakibatkan limfadenitis umum lebih beragam, mulai dari infeksi bakteri (Brucella, sifilis), infeksi jamur (histoplasmosis), infeksi parasit (toksoplasmosis), dan infeksi virus (Cytomegalovirus, mononucleosis).

Gejala Limfadenitis

Sebenarnya gejala yang bisa ditimbulkan limfadenitis bisa berbeda-beda pada tiap pengidap. Ini karena tergantung penyebab dan lokasi infeksinya. Namun umumnya, gejala limfadenitis adalah sebagai berikut:

  • Demam

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, ataupun selangkangan

  • Kulit di sekitar kelenjar getah bening yang radang jadi memerah

  • Muncul abses atau nanah

  • Keluar cairan dari kelenjar getah bening yang bengkak

  • Tidak nafsu makan

  • Mengalami gangguan pernapasan bagian atas, seperti pilek dan nyeri saat menelan

  • Berkeringat pada malam hari

  • Tungkai membengkak

Baca juga: Ini Cara Memeriksa Kelenjar Getah Bening

Pengobatan Limfadenitis

Pengobatan limfadenitis untuk tiap pengidap berbeda-beda tergantung pada penyebab penyakit itu sendiri. Selain itu, jenis pengobatan yang diberikan juga disesuaikan dengan usia pengidap, kondisi kesehatannya secara umum, tingkat keparahan, dan seberapa lama limfadenitis sudah terjadi.

Berikut ini beberapa pilihan tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani limfadenitis:

  1. Pemberian obat-obatan. Karena limfadenitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur, maka dokter akan memberikan obat-obatan, seperti antibiotik, antivirus, ataupun antijamur untuk mengatasi infeksi tersebut. Selain itu, dokter juga dapat memberikan ibuprofen bila pengidap mengalami gejala demam dan nyeri akibat limfadenitis.

  2. Pengobatan kanker. Kanker juga bisa menyebabkan terjadinya limfadenitis, seperti leukemia dan limfoma. Untuk mengobati limfadenitis yang disebabkan oleh kanker, prosedur seperti kemoterapi atau radioterapi bisa dilakukan. Baca juga: Inilah 6 Efek Kemoterapi yang Belum Banyak Orang Tahu

  3. Mengeluarkan abses atau nanah. Tindakan ini dilakukan untuk mengobati limfadenitis yang sudah menimbulkan gejala abses. Nanah akan dikeluarkan dengan cara membuat irisan (insisi) kecil pada kulit di daerah abses. Setelah insisi dibuat, nanah akan dibiarkan keluar dengan sendirinya, kemudian insisi ditutup kembali dengan menggunakan perban steril.

Itulah beberapa tindakan medis untuk mengatasi limfadenitis. Sedangkan untuk mengurangi gejala peradangan, kamu dapat mengompres kelenjar yang bengkak dengan air hangat. Untuk beli obat-obatan yang kamu butuhkan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga ya di App Store dan Google Play.