4 Metode Penanganan pada Kasus Amenorrhea

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Metode Penanganan pada Kasus Amenorrhea

Halodoc, Jakarta – Amenorrhea merupakan gangguan yang menyebabkan seorang wanita tidak mengalami haid alias menstruasi. Kondisi ini seringnya menyerang wanita yang berusia 16 tahun, dan biasa disebut dengan amenorrhea primer. Adalah amenorrhea yang menyebabkan seorang wanita masih belum mengalami menstruasi pertama meski sudah memasuki usia 16 tahun.

Selain amenorrhea primer, ada juga yang disebut dengan amenorrhea sekunder. Kondisi ini terjadi pada seorang wanita usia subur sama sekali tidak mengalami haid selama 6 bulan, padahal sedang tidak dalam kondisi hamil. Maka dari itu, sangat penting bagi wanita untuk segera melakukan pemeriksaan bila sudah tidak datang bulan dalam jangka waktu 90 hari sejak haid terakhir.

Remaja berusia 13 tahun yang belum mengalami tanda-tanda pubertas, seperti tumbuh payudara dan menstruasi juga dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Selain menyebabkan seorang wanita tidak mengalami haid, amenorrhea juga sering muncul dengan beberapa gejala lain. Biasanya, gejala yang muncul bisa berbeda-beda dan tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Tapi, secara umum ada beberapa gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini, di antaranya sakit kepala, gangguan penglihatan, payudara tidak tumbuh, suara berat seperti laki-laki, muncul jerawat, serta nyeri panggul.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menyebabkan keluarnya air susu meski tidak sedang menyusui. Hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar prolaktin.

Penyebab penyakit ini pun dibedakan berdasarkan jenis amenorrhea yang menyerang. Sebagian besar amenorrhea primer terjadi karena ovarium tidak dapat memproduksi atau hanya memproduksi sedikit hormon seks, yaitu estrogen dan progesteron. Ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan makan, tumbuh kembang, hingga tumor pada otak.

Baca juga: Enggak Menstruasi, Ini yang Perlu Diketahui tentang Amenorrhea

Sedangkan pada amenorrhea, terganggunya siklus haid bisa terjadi karena beberapa kondisi. Di antaranya penggunaan kontrasepsi, terutama KB suntik, gaya hidup, misalnya diet ekstrem yang menyebabkan penurunan berat badan, olahraga berlebihan, stres, serta berat badan yang terlalu rendah. Kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon, tumor ovarium, serta kelebihan hormon prolaktin.

Diagnosis dan Penanganan Amenorrhea

Pemeriksaan harus segera dilakukan untuk mengetahui apakah gangguan siklus haid terjadi karena amenorrhea atau bukan. Pemeriksaan biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, terutama di sekitar panggul. Rangkaian tes yang bisa dilakukan adalah tes kehamilan, tes darah, serta tes pencitraan dengan USG, CT scan, ataupun MRI.

Setelah mengetahui penyebabnya, dokter biasanya akan menganjurkan beberapa pengobatan. Pada dasarnya, pengobatan amenorrhea bisa berbeda-beda yang tergantung penyebabnya. Apa saja metode penanganan pada penyakit ini?

1. Terapi Hormon

Salah satu penyebab amenorrhea adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS). Jika ini penyebabnya, gangguan haid biasanya akan dilakukan dengan penanganan yang berfokus untuk mengurangi kadar hormon androgen dalam tubuh.

2. Terapi Sulih Hormon Estrogen

Metode ini dilakukan untuk menstabilkan hormon, sehingga memicu siklus haid dan sering dilakukan pada kondisi insufisiensi ovarium primer. Penanganan amenorrhea yang satu ini dilakukan dengan memberi “pengganti” hormon estrogen yang tidak dihasilkan oleh ovarium. Padahal, hormon ini dibutuhkan untuk mengatur siklus menstruasi secara normal.

3. Konsumsi Obat

Amenorrhea juga bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu. Biasanya, pengidap penyakit ini akan dianjurkan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi atau obat-obatan hormon yang memicu terjadinya siklus haid.

Baca juga: Inilah Perbedaan Amenorrhea Primer dan Amenorrhea Sekunder

4. Perubahan Gaya Hidup

Cara ini dilakukan untuk mengatasi amenorrhea yang terjadi karena faktor gaya hidup. Kondisi ini biasanya ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres, serta berolahraga secara teratur.

Baca juga: Telat Datang Bulan, Bisa Jadi Tanda 6 Penyakit Ini

Cari tahu lebih lanjut seputar amenorrhea dan cara menanganinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App store dan Google Play!