26 September 2018

6 Fakta Unik Tentang Anak yang Baru Berjalan

Anak belajar berjalan, tips melatih anak berjalan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu adalah seorang ibu yang mempunyai balita? Tentunya setiap momen kamu dengan Si Kecil adalah momen yang sangat berharga. Apalagi, kamu bisa selalu memperhatikan tumbuh kembang Si Kecil secara langsung. Tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan, bukan? Berikut ini akan dijelaskan mengenai fakta-fakta unik Si Kecil yang baru belajar berjalan:

1. Belajar Keseimbangan

Saat anak belajar berjalan dan berdiri, sebenarnya Si Kecil tidak sekadar mempelajari cara menyeimbangkan tubuh. Hal lain yang Si Kecil pelajari adalah mengenali telapak kaki dan bagaimana cara menapakkannya dengan tepat. Sebenarnya, bayi harus bisa melihat telapak kakinya secara langsung. Karena saat melihat telapak kakinya, bayi mempunyai insting alami untuk memposisikan telapak kaki dan melangkah.

Nah, agar Si Kecil bisa melihat telapak kakinya secara langsung, hindari penggunaan baby walker sebagai tips melatih anak berjalan. Terutama bila Si Kecil belum mampu untuk berdiri tegak secara mandiri. Di sinilah ibu disarankan untuk memapah Si Kecil agar terbiasa berjalan dan menapakkan kakinya.

2. Lebih Sering Mengantuk

Mengapa anak yang baru belajar berjalan akan lebih sering mengantuk? Umumnya hal ini terjadi di usia 10-11 bulan. Ketika Si Kecil mengalami lonjakan pertumbuhan, Si Kecil juga membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencoba hal-hal yang baru. Termasuk melangkahkan kaki dan menapakkan kakinya lebih kuat. Akibatnya, Si Kecil jadi lebih sering mengantuk.

3. Jangan Memakaikan Sepatu

Memakaikan sepatu pada Si Kecil yang belum mampu berjalan dengan sempurna justru akan menyulitkan Si Kecil mengkoordinasikan gerak tubuh dan menjaga keseimbangan. Biarkan telapak kaki Si Kecil bersentuhan langsung dengan lantai. Karena dengan sendirinya Si Kecil akan memosisikan telapak kaki untuk melangkah.

4. Si Kecil Menjadi Berani

Meskipun langkahnya terkadang diselingi dengan merangkak atau jatuh, justru hal itu yang membuat anak menjadi sosok yang berani. Hal ini dikarenakan karena Si Kecil selalu ingin tahu dan akan lebih masa bodoh dengan larangan yang ibu berikan dan akan mencoba melangkah lebih jauh lagi.

5. Sering Terjatuh

Menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi Sp.A., MARS, atau dr. Tiwi, yang paling ditakutkan dari anak yang sering terjatuh adalah adanya trauma pada kepala. Hal yang harus diwaspadai, kalau Si Kecil terjatuh pada bagian kepala dan terbentur di bagian parietal atau sisi kiri dan kanan kepala dan di area belakang kepala. Karena adanya pembuluh darah yang menyebrang di antara tulang dan otak. Selain itu, bagian belakang kepala merupakan pusat-pusat vital dan tempat batang otak berada.

Namun ibu jangan khawatir, jika Si Kecil telah belajar berjalan pada usia di bawah 24 bulan, biasanya lebih aman dikarenakan masih punya space. Sebab, masih ada ubun-ubun terbuka yang melindungi area itu dan masih ada tulang tengkorak yang belum menutup. Sehingga, masih ada ruang di daerah tersebut.

6. Berjalan Jinjit

Berjalan jinjit adalah hal yang wajar dalam proses perkembangan anak, terutama bila Si Kecil sedang dalam proses belajar berjalan. Alasannya karena di usia 0-3 tahun, tendon achilles (otot besar di pergelangan kaki yang menghubungkan dengan otot betis ke tulang tumit) belum cukup relaks. Sehingga, secara alami mayoritas bayi yang baru belajar berjalan, akan berjalan secara berjinjit.

Namun, hal ini perlu diwaspadai ketika usianya telah menginjak 4 tahun lebih. Kondisi seperti ini bisa menjadi indikasi bahwa Si Kecil mengalami kekakuan pada ototnya. Ini juga bisa menjadi pertanda bahwa Si Kecil mengalami autisme atau pun cerebral palsy.

Untuk kondisi yang seperti ini, ibu disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter terkait. Nah, ibu bisa berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya di Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya di App Store atau Google Play!

Baca juga: