• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 12 Tanda Kanker Ovarium yang Harus Diketahui Wanita

Ini 12 Tanda Kanker Ovarium yang Harus Diketahui Wanita

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kanker ovarium merupakan penyakit yang selalu dikhawatirkan oleh hampir semua wanita. Kondisi ini terjadi ketika adanya tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur, yaitu memproduksi hormon wanita. Kanker ovarium dapat diobati dengan tepat, jika terdeteksi di awal perkembangannya. Sayangnya, kanker ini sulit untuk terdeteksi di stadium awal kemunculannya.

Baca juga: Beginilah Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Ini Tanda Kanker Ovarium yang Harus Diketahui Wanita

Penyakit yang satu ini jarang menimbulkan gejala di awal kemunculannya. Maka dari itu, biasanya kanker ovarium baru dapat terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Beberapa tanda yang dialami oleh pengidap kanker ovarium, antara lain:

  1. Mual-mual.

  2. Perut terasa kembung.

  3. Merasa cepat kenyang.

  4. Mengalami sakit perut hebat.

  5. Mengalami sembelit.

  6. Adanya pembengkakan pada perut.

  7. Sering buang air kecil.

  8. Mengalami penurunan berat badan.

  9. Vagina terasa sakit saat berhubungan seks.

  10. Keluar darah dari vagina.

  11. Mengalami perubahan siklus menstruasi.

  12. Mengalami gangguan pencernaan.

Indung telur sendiri terletak di dekat kandung kemih dan usus. Jadi, ketika tumor tumbuh, gejala yang muncul adalah masalah pencernaan yang berkaitan dengan tumor yang menekan organ-organ di sekitar. Jika gejala gangguan pencernaan sudah berlangsung selama 3 minggu, segera diskusikan dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc, ya! Dokter akan merujuk kamu melakukan suatu hal yang dapat mengatasi gejala yang kamu alami.

Baca juga: 10 Gejala Kanker Ovarium yang Perlu Diketahui

Penyebab Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai

Penyebab terjadinya kondisi ini belum diketahui secara pasti. Namun, kanker ini biasanya dialami oleh wanita yang hampir memasuki masa menopause. Tidak hanya itu, wanita dengan riwayat kanker ovarium sebelumnya juga bisa saja mengalami hal yang sama di kemudian hari. Berikut ini penyebab lain dari kanker ovarium:

  • Terapi hormon estrogen. Terapi hormon estrogen biasanya dilakukan oleh wanita yang hampir memasuki masa menopause. Hati-hati, pasalnya wanita yang tengah menjalani atau wanita yang pernah menjalani terapi hormon akan berisiko lebih tinggi mengidap kanker ovarium.

  • Riwayat keluarga. Seseorang dengan keluarga yang pernah mengidap penyakit kanker ovarium akan lebih mudah mengalami penyakit yang satu ini. Untuk mengetahuinya, silahkan lakukan tes darah untuk mengetahui kadar CA-125 dalam tubuh sebagai penanda adanya tumor.

  • Gaya hidup tidak sehat. Dalam hal ini, gaya hidup tidak sehat dapat ditandai dengan obesitas. Untuk mengatasinya, lakukan diet sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, serta melakukan olahraga secara teratur.

  • Proses ovulasi. Proses pelepasan sel telur selama ovulasi setiap bulan akan menyebabkan kerusakan pada ovarium. Jika kondisi ini dicegah, risiko kanker ovarium akan menurun. Ovulasi sendiri akan berhenti secara alami selama masa kehamilan dan menyusui.

Baca juga: Perhatikan 5 Gejala Kanker Rahim Sejak Dini

Penyakit yang satu ini memang sulit untuk dicegah, karena belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini. Secara umum, kanker dimulai ketika sel-sel sehat mengalami mutasi genetik, sehingga sel normal berubah menjadi sel abnormal. Sedangkan sel-sel sehat yang tumbuh dan berkembang biak akan mati dengan sendirinya.

Sel-sel abnormal tersebut kemudian akan tumbuh di luar kendali, dan tidak mengalami kematian seperti sel-sel sehat. Kemudian, sel-sel abnormal ini tumbuh dan membentuk tumor dan bermetastasis. Bagi wanita yang memiliki risiko tinggi mengidap penyakit ini, disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan ovarium sebelum munculnya sel kanker. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Ovarian Cancer.
Prevention. Diakses pada 2019. 9 Ovarian Cancer Symptoms Every Woman Should Know.