• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Mulai Sering Tantrum, Ibu Harus Apa?

Anak Mulai Sering Tantrum, Ibu Harus Apa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ada saja tingkah laku anak ketika keinginannya harus terpenuhi. Salah satu cara yang kerap dilakukan jika keinginannya tidak tercapai adalah menangis sambil teriak-teriak. Hal tersebut biasa disebut dengan tantrum. Ketika anak ibu melakukan hal tersebut, terlebih lagi di tempat umum, rasa stres dapat muncul.

Saat Si Kecil mengalami tantrum, mungkin dia akan menangis sambil berteriak, berguling-guling, hingga melempar apapun yang ada di dekatnya. Hal ini masih dapat terjadi pada anak dengan usia 1 hingga 3 tahun. Ibu tidak dapat membiarkan anak terus mengalami tantrum tiap menginginkan sesuatu. Oleh karena itu, ketahui beberapa cara untuk atasi anak tantrum berikut!

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Tantrum

Tantrum dapat diekspresikan anak dalam cara yang berbeda-beda. Anak dapat mengalami ledakan kemarahan, rasa frustasi, dan perilaku yang tidak teratur saat menginginkan sesuatu. Ibu mungkin melihat anak terus menangis, berteriak, menendang, terjatuh, hingga badan menjadi kaku. Pada beberapa kasus yang sudah parah, anak-anak dapat muntah, merusak barang yang ada di sekitarnya hingga mengamuk.

Meski begitu, tantrum adalah hal yang normal terjadi sebagai bagian dari perkembangan anak. Hal tersebut dilakukan sebagai cara menunjukkan apabila dia sedang merasa kesal atau frustasi. Tantrum juga dapat terjadi saat anak merasa lelah, lapar, hingga sangat menginginkan sesuatu. Sejalan dengan waktu, anak akan belajar tentang cara mengatasi rasa frustasi tersebut.

Maka dari itu, ibu harus tahu hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantrum pada anak. Jika dibiarkan, akan menjadi kebiasaan buruk dan pengalaman tidak menyenangkan saat terjadi di tempat umum. Berikut adalah beberapa cara yang ampuh atasi tantrum pada anak:

  1. Tetap Tenang

Cara yang dapat dilakukan untuk membuat tantrum anak menjadi lebih baik adalah dengan menjaga diri untuk tetap tenang. Saat anak sedang mengamuk, dia tidak akan mendengarkan alasan apapun. Ibu harus memastikan diri untuk tetap tenang dan terus berada di dekatnya. Jika ibu pergi menjauh, anak mungkin akan merasa ditinggalkan. Anak akan berusaha menghargai ketika tahu ibu tetap berada di sekitarnya.

Baca juga: Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orang Tua

  1. Berperanlah Sebagai Orang Dewasa

Saat tantrum yang terjadi pada anak tidak kunjung berhenti, ibu mungkin mulai menyerah karena rasa malu jika hal ini terjadi di tempat umum. Hal yang mesti ibu lakukan adalah jangan menyerah dengan segala keinginan yang tidak masuk akal atau mencoba bernegosiasi. Dengan menyerah, ibu hanya akan mengajari anak sebagai cara untuk mendapatkan sesuatu yang terbawa hingga masa depan. Pastikan ibu selalu memegang kendali jika anak mengalami tantrum.

Memang anak yang mengalami tantrum kerap menyebabkan pusing pada orangtuanya. Maka dari itu, ibu harus tahu beberapa cara yang efektif untuk mengatasi tantrum pada anak pada dokter dari Halodoc. Dengan hanya download aplikasi Halodoc, ibu mendapatkan saran profesional yang dapat langsung dipraktekkan saat tantrum pada anak kambuh.

  1. Mencari Tahu Penyebab Tantrum

Memang, penyebab seorang anak untuk mengalami tantrum dapat berbeda-beda. Dengan mengetahui hal yang menjadi penyebabnya, ibu dapat langsung mengatasi amukan tersebut. Hal ini dapat terjadi saat anak belum bisa berbicara atau mengungkapkan yang diinginkannya. Cobalah untuk bertanya apakah dia merasa lapar atau mengantuk. Saat anak mengangguk, ibu jadi tahu alasan dirinya mengamuk secara tiba-tiba.

Baca juga: Normalkah Anak Alami Tantrum? Ketahui 4 Faktanya

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan tantrum pada anak-anak. Dengan melakukan beberapa hal tersebut, diharapkan ibu dapat melewati fase tantrum pada anak dengan baik. Di satu sisi juga, ibu dapat menjadi lebih dekat dengan anak karena selalu berada di dekatnya meskipun dia kerap mengamuk.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
Babycenter. Diakses pada 2020. Tantrums.