Ad Placeholder Image

Anemia Bisa Berdampak pada Perkembangan Otak Anak

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   18 September 2025

Gejala anemia pada anak bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. 

Anemia Bisa Berdampak pada Perkembangan Otak AnakAnemia Bisa Berdampak pada Perkembangan Otak Anak

DAFTAR ISI

  1. Apa Efek Anemia terhadap Perkembangan Otak Anak?
  2. Kenali Gejala Anemia pada Anak
  3. Penyebab Anemia pada Anak
  4. Pengobatan Anemia pada Anak
  5. Cara Mencegah Anemia pada Anak
  6. Kapan Harus ke Dokter?

Anemia pada anak merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Kekurangan sel darah merah atau hemoglobin membuat tubuh anak tidak mendapatkan oksigen yang cukup. 

Padahal, oksigen sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan otak, serta fungsi organ tubuh lainnya.

Jika tidak ditangani dengan baik, anemia pada anak bisa mengganggu konsentrasi, memori, bahkan menurunkan prestasi sekolah. 

Apa Efek Anemia terhadap Perkembangan Otak Anak?

Zat besi memiliki peran vital dalam transportasi oksigen ke otak, pembentukan DNA, dan metabolisme energi. 

Jika anak mengalami anemia defisiensi besi, maka suplai oksigen ke otak menjadi terganggu. Akibatnya, fungsi kognitif, konsentrasi, dan daya ingat anak bisa menurun. 

Menurut pedoman WHO, kekurangan zat besi pada anak usia dini dapat berdampak signifikan dan bahkan tidak bisa sepenuhnya dipulihkan pada perkembangan otak. 

Dampak ini juga berhubungan dengan kemampuan belajar dan prestasi sekolah anak di kemudian hari.

Pada ibu hamil, anemia defisiensi besi juga berisiko memengaruhi perkembangan otak janin, terutama jika terjadi di trimester akhir kehamilan.

Kenali Gejala Anemia pada Anak

Gejala anemia pada anak bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. 

Beberapa tanda yang umum muncul antara lain:

  • Wajah pucat dan tampak lemas.
  • Mudah lelah dan kurang bersemangat.
  • Nafas cepat atau sesak terutama saat beraktivitas.
  • Sering pusing atau sakit kepala.
  • Sulit berkonsentrasi di sekolah.
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang tampak lebih lambat dibanding anak seusianya.

Jika gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Penyebab Anemia pada Anak

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anemia pada anak, di antaranya:

  • Kekurangan zat besi. Ini adalah penyebab paling umum. Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin.
  • Kurang asupan vitamin B12 atau asam folat. Kedua nutrisi ini dibutuhkan untuk produksi sel darah merah sehat.
  • Penyakit kronis. Infeksi menahun, gangguan ginjal, atau kelainan darah tertentu juga bisa memicu anemia.
  • Kehilangan darah. Misalnya akibat pendarahan saluran cerna atau menstruasi pada remaja putri.

Baca selengkapnya: Anak Mengalami Anemia, Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Pengobatan Anemia pada Anak

Pengobatan anemia pada anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. 

Beberapa langkah yang umum dilakukan adalah:

  • Suplemen zat besi. Biasanya diresepkan dokter bila penyebab anemia adalah kekurangan zat besi.
  • Pemberian vitamin B12 atau asam folat. Untuk anemia akibat kekurangan vitamin ini.
  • Transfusi darah. Diperlukan pada kasus anemia berat atau akibat penyakit tertentu.
  • Pengobatan penyakit dasar. Misalnya mengatasi infeksi kronis atau kelainan darah.

Jangan memberikan suplemen zat besi tanpa resep dokter karena dosis yang tidak sesuai bisa menimbulkan efek samping.

Cara Mencegah Anemia pada Anak

Pencegahan anemia pada anak bisa dilakukan dengan memastikan kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Memberikan makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, ayam, ikan, dan sayuran hijau.
  • Menambahkan makanan sumber vitamin C (jeruk, tomat, stroberi) untuk membantu penyerapan zat besi.
  • Memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, lalu dilanjutkan dengan MPASI bergizi seimbang.
  • Memberikan suplemen zat besi sesuai anjuran dokter pada anak yang berisiko tinggi.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bila anak tampak lemas atau pucat.

Baca juga: Langkah yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Anemia.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter jika menunjukkan gejala berikut:

  • Wajah sangat pucat dan tampak lesu.
  • Nafas cepat atau sesak meskipun tidak sedang beraktivitas berat.
  • Sulit konsentrasi dan prestasi sekolah menurun drastis.
  • Pertumbuhan dan perkembangan terasa lambat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, termasuk mengukur kadar hemoglobin dan ferritin, untuk memastikan penyebab anemia dan menentukan penanganan yang tepat.

Jika si Kecil mengalami gejala anemia, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan cepat, aman, tanpa harus keluar rumah.

Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Nationwide Children’s Hospital. Diakses pada 2025. Iron-Deficiency Anemia in Children.
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2025. Anemia in Children.
World Health Organization. Diakses pada 2025. WHO guidance helps detect iron deficiency and protect brain development.