Ad Placeholder Image

Anemia Gravis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   21 Oktober 2025

Anemia gravis merupakan kondisi anemia berat yang terjadi ketika jumlah sel darah merah menurun secara signifikan.

Anemia Gravis: Gejala, Penyebab, dan PengobatannyaAnemia Gravis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

DAFTAR ISI


Anemia gravis merupakan salah satu bentuk anemia yang tergolong berat dan dapat menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam jumlah signifikan.

Apa saja gejala yang perlu diwaspadai, penyebab, dan cara mengatasi anemia gravis? 

Apa Itu Anemia Gravis? 

Anemia gravis adalah kondisi anemia berat yang terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh menurun secara signifikan, biasanya di bawah 8 g/dL. 

Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh, sehingga ketika kadarnya rendah, tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Akibatnya, penderita anemia gravis sering merasa sangat lemah, mudah lelah, pusing, sesak napas, hingga berisiko mengalami gangguan pada organ vital.

Simak juga informasi terkait Anemia Adalah: Info Lengkap Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya. 

Gejala Anemia Gravis

Anemia gravis menimbulkan berbagai gejala yang lebih berat dibandingkan anemia ringan atau sedang, karena tubuh mengalami kekurangan oksigen dalam tingkat parah. Gejalanya dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh, baik fisik maupun fungsi organ vital.

Beberapa gejala umum yang sering muncul antara lain:

  • Kelelahan ekstrim dan lemas: Tubuh kekurangan energi akibat rendahnya pasokan oksigen ke otot dan jaringan.
  • Pucat pada kulit, bibir, dan kuku: Disebabkan oleh berkurangnya sel darah merah yang membawa hemoglobin.
  • Sesak napas dan jantung berdebar: Jantung bekerja lebih keras untuk mengkompensasi kekurangan oksigen.
  • Pusing, sakit kepala, atau sulit berkonsentrasi: Akibat aliran oksigen ke otak menurun.
  • Tangan dan kaki terasa dingin: Karena sirkulasi darah melemah.
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran (pada kasus sangat berat): Tanda bahwa suplai oksigen ke otak menurun drastis.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, terutama disertai kelemahan berat atau sesak napas, penderita perlu mendapatkan pertolongan medis.

Ada pula Anemia Megaloblastik yang Memicu Terjadinya Kanker Lambung. 

Penyebab Anemia Gravis

Berikut beberapa penyebab utama terjadinya kondisi berat pada Anemia gravis (anemia yang sangat parah): 

1. Kekurangan zat besi dan mikronutrien lainnya

Salah satu penyebab paling umum dari anemia secara global adalah kekurangan zat besi, serta kekurangan folat, dan vitamin B12.

Kekurangan ini menyebabkan produksi sel darah merah atau hemoglobin menjadi sangat terganggu. 

2. Perdarahan yang signifikan atau kronis

Darah yang hilang secara akut (misalnya cedera berat, perdarahan usus besar, perdarahan setelah operasi) atau secara lambat tapi terus-menerus (seperti menstruasi berat, perdarahan gastrointestinal),  dapat mengakibatkan anemia berat karena tubuh tidak mampu mengganti sel darah merah yang hilang.

3. Infeksi, penyakit kronis, dan inflamasi

Pada kondisi infeksi (contoh: malaria, HIV), atau penyakit kronis yang menyebabkan peradangan, produksi sel darah merah bisa menurun dan zat besi ‘terperangkap’ sehingga tidak bisa digunakan secara optimal.

4. Gangguan produksi sumsum tulang atau kerusakan eritropoiesis

Jika sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang memadai, baik akibat gangguan primer seperti anemia aplastik atau leukemia. 

Kondisi ini bisa juga terjadi karena efek obat, infeksi virus, atau terapi kemoterapi, maka kondisi tersebut dapat menyebabkan anemia berat.

5. Penyakit genetik atau kelainan sel darah merah

Kelainan bawaan seperti talasemia, anemia sel sabit, defisiensi G6PD, atau hemoglobinopati lainnya juga dapat menyebabkan anemia berat karena sel darah merah dihancurkan atau diproduksi secara abnormal. 

Pengobatan Anemia Gravis

Anemia gravis merupakan bentuk anemia berat yang membutuhkan penanganan medis segera.

1. Menangani penyebab dasar

Sebelum atau bersamaan dengan pemberian terapi khusus, penting untuk mengidentifikasi dan menangani penyebab yang mendasari terjadinya anemia berat.

Contohnya seperti perdarahan akut atau kronis, gangguan penyerapan zat besi, kelainan pada sumsum tulang, maupun penyakit kronis, agar pengobatan yang diberikan tidak hanya mengurangi gejala, tetapi juga mengatasi akar masalahnya.

2. Transfusi sel darah merah

Transfusi sel darah merah terpaket (packed red blood cells) digunakan bila hemoglobin sangat rendah dan/atau ada gejala seperti sesak napas berat, iskemia organ, atau perdarahan aktif.

3. Terapi zat besi dan stimulan eritropoiesis

Jika anemia berat disebabkan atau diperparah oleh defisiensi zat besi (iron deficiency), maka pemberian zat besi baik oral maupun intravena sangat penting. 

Jika alami Anemia yang Bikin Lesu dan Pucat, Atasi dengan 5 Makanan Ini. 

Pencegahan Anemia Gravis

Mencegah anemia gravis jauh lebih mudah dibandingkan mengobatinya. Berikut ini upaya pencegahan yang bisa dilakukan: 

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Perbanyak makanan kaya zat besi (daging merah, hati, bayam, kacang-kacangan), folat, vitamin B12, dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi.

2. Pemeriksaan darah secara berkala

Pemeriksaan hemoglobin dan kadar zat besi secara rutin membantu mendeteksi anemia sejak dini sebelum berkembang menjadi anemia berat.

3. Pengendalian penyakit kronis dan infeksi

Mengelola penyakit seperti gagal ginjal, infeksi kronis, atau gangguan pencernaan dapat mencegah gangguan produksi sel darah merah.

4. Suplementasi zat besi atau vitamin sesuai kebutuhan

Pada kelompok berisiko tinggi seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia, suplementasi zat besi atau vitamin B kompleks dapat membantu menjaga kadar hemoglobin.

5. Hindari kehilangan darah berlebih

Penanganan dini terhadap perdarahan menstruasi berat, wasir, atau gangguan pencernaan dapat mencegah anemia akibat kehilangan darah kronis.

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera konsultasikan ke dokter bila kamu mengalami gejala anemia yang tidak kunjung membaik atau semakin parah, seperti: 

  • Kelelahan ekstrim.
  • Sesak napas.
  • Pusing berulang.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Kulit tampak sangat pucat.

Jika gejala anemia berat muncul, segera periksa ke dokter spesialis penyakit dalam  untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi: 
ayosehat.kemkes.go.id. Diakses pada 2025. Anemia. 
WHO. Diakses pada 2025. Anaemia Fact Sheet.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Anemia overview. 
MSD Manuals. Diakses pada 2025. Overview and Treatment of Anemia.