Apakah Boleh Menunda Haid dengan Obat? Ini Penjelasannya!
Menunda haid dengan obat memerlukan perhatian khusus untuk mencegah efek samping.

Daftar Isi:
- Apa Itu Obat Penunda Haid?
- Bagaimana Obat Penunda Haid Bekerja?
- Norethisterone: Pilihan Utama Penunda Haid
- Cara Aman Menunda Haid
- Efek Samping Obat Penunda Haid
- Risiko Menunda Haid dengan Obat
- Pertimbangan Medis Penting Sebelum Menunda Haid
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Ada berbagai alasan mengapa seorang wanita memilih untuk mengonsumsi obat penunda haid atau menstruasi.
Keputusan ini biasanya didasari oleh kebutuhan praktis, ibadah keagamaan (seperti umroh), acara penting, alasan medis, hingga kenyamanan pribadi.
Pertanyaannya, bagaimana cara aman menunda haid, terutama dengan obat-obatan? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Obat Penunda Haid?
Obat penunda haid adalah obat yang digunakan untuk menunda datangnya periode menstruasi.
Obat ini umumnya mengandung hormon progesteron sintetik, yang membantu menjaga lapisan rahim agar tidak luruh dan menyebabkan pendarahan.
Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak boleh digunakan sembarangan.
Bagaimana Obat Penunda Haid Bekerja?
Obat penunda haid bekerja dengan cara mempertahankan kadar hormon progesteron dalam tubuh.
Hormon ini berperan penting dalam siklus menstruasi. Ketika kadar progesteron menurun, lapisan rahim akan luruh dan terjadilah menstruasi.
Dengan menjaga kadar progesteron tetap tinggi, peluruhan lapisan rahim dapat dicegah untuk sementara waktu.
Obat Penunda Haid: Apa Saja Pilihan yang Tersedia?
Beberapa pilihan obat penunda haid yang tersedia:
- Pil KB Kombinasi: Mengandung estrogen dan progestin.
- Pil Progestin: Hanya mengandung progestin.
- Norethisterone: Obat yang sering diresepkan khusus untuk menunda haid. Baca selengkapnya di artikel ini: Serba-serbi Keamanan Norethisterone untuk Menunda Menstruasi
Norethisterone: Pilihan Utama Penunda Haid
Norethisterone adalah obat yang paling umum digunakan untuk menunda haid. Obat ini adalah progestin sintetis yang bekerja dengan menjaga kadar hormon progesteron tetap tinggi, sehingga mencegah peluruhan dinding rahim.
Dosis umum norethisterone adalah 5 mg hingga 10 mg per hari, dimulai 3-4 hari sebelum perkiraan tanggal haid, dan dilanjutkan selama periode yang diinginkan. Penting untuk diingat, konsultasi dengan dokter sangat diperlukan sebelum mengonsumsi obat ini.
Cara Aman Menunda Haid
Menunda haid dengan obat memerlukan perhatian khusus. Berikut adalah panduan cara aman menunda haid:
- Konsultasi Dokter: Perlu dilakukan untuk memastikan keamanan dan dosis yang tepat.
- Ikuti Anjuran Dokter: Patuhi dosis dan jadwal konsumsi obat yang diresepkan.
- Perhatikan Efek Samping: Kenali efek samping yang mungkin timbul dan segera konsultasikan jika mengganggu.
- Hindari Penggunaan Jangka Panjang: Obat penunda haid sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter.
Penggunaan obat penunda haid untuk keperluan ibadah seperti umroh atau hal lainnya, perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan individu dan efek samping yang mungkin terjadi.
Baca juga artikel lainnya di sini: Catat, Ini 5 Cara Efektif Menghentikan Haid yang Berkepanjangan
Efek Samping Obat Penunda Haid
Penggunaan obat penunda haid dapat menimbulkan efek samping, antara lain:
- Mual.
- Pusing.
- Perdarahan tidak teratur (spotting).
- Perubahan suasana hati.
- Sakit kepala.
Jika mengalami efek samping yang mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter. Hal yang perlu kamu ketahui, setiap individu dapat mengalami efek samping yang berbeda.
Risiko Menunda Haid dengan Obat
Meskipun umumnya aman, menunda haid dengan obat tetap memiliki beberapa risiko, terutama jika dilakukan terlalu sering atau tanpa pengawasan dokter:
- Gangguan Siklus Menstruasi: Penggunaan obat penunda haid dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur setelah berhenti mengonsumsi obat.
- Peningkatan Risiko Pembekuan Darah: Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan pil KB kombinasi (yang juga bisa digunakan untuk menunda haid) dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, terutama pada wanita dengan faktor risiko tertentu.
- Efek Samping yang Lebih Serius: Dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan obat penunda haid dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti masalah kardiovaskular.
Pertimbangan Medis Penting Sebelum Menunda Haid
Sebelum memutuskan untuk menunda haid, ada beberapa kondisi medis yang perlu dipertimbangkan:
- Riwayat trombosis (penggumpalan darah).
- Hipertensi (tekanan darah tinggi).
- Penyakit hati.
- Diabetes.
Jika memiliki riwayat penyakit tersebut, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat penunda haid. Dokter akan mengevaluasi risiko dan manfaatnya, serta memberikan rekomendasi yang sesuai.
Mau tahu obat untuk mengatasi nyeri haid? Baca di sini: Ini 5 Rekomendasi Obat Pereda Nyeri Haid yang Ampuh
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika:
- Mengalami efek samping yang parah atau mengganggu.
- Memiliki riwayat penyakit tertentu.
- Merencanakan penggunaan obat penunda haid dalam jangka panjang.
- Mengalami perdarahan hebat atau tidak teratur setelah menghentikan obat.
Kesimpulan
Menunda haid untuk berbagai alasan adalah pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk kenyamanan beribadah. Namun, penting untuk selalu mengutamakan kesehatan.
Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter spesialis obgyn sebelum mengonsumsi obat penunda haid. Tujuannya untuk memastikan efektivitasnya dan terhindar dari efek samping.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


