• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendiagnosis Kista Baker?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kista Baker?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kista Baker atau yang punya nama lain kista popliteal merupakan benjolan berisi cairan yang berada di dalam lutut bagian belakang. Adanya benjolan berisi cairan tersebut akan menyebabkan pembengkakan pada bagian belakang lutut, serta rasa nyeri saat lutut digerakkan. Saat cairan yang melumasi sendi lutut mengalami penimbunan, maka saat itulah kista Baker muncul. Penimbunan tersebut disebabkan oleh cedera atau peradangan pada sendi lutut.

Kondisi ini dapat terjadi pada semua orang, tapi lebih banyak ditemui pada wanita berusia di atas 40 tahun. Meski di awal kemunculannya tidak membahayakan pengidapnya, pengobatan perlu dilakukan karena akan menimbulkan rasa nyeri saat berjalan, dan berujung pada terganggunya aktivitas pengidap. Lantas, bagaimana langkah mendiagnosis kista Baker? Berikut penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Kenali Berbagai Langkah Penanganan Kista Baker

Langkah Efektif dalam Mendiagnosis Kista Baker

Di awal kemunculannya, kista Baker umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga pengidapnya cenderung tidak menyadari adanya kista pada lututnya. Kamu dapat mendiagnosis kista Baker secepatnya saat kamu mengalami sejumlah gejala, seperti pembengkakan dan rasa nyeri di area lutut, nyeri saat menekuk kaki, sakit ketika berjalan, serta rasa sakit yang semakin intens saat menjalani aktivitas padat.

Sebagai langkah awal mendiagnosis adanya kista Baker, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan dilakukan dengan posisi pengidap yang berbaring dalam posisi tengkurap, kemudian dokter akan memeriksa lutut dalam kondisi lurus dan ditekuk. Saat pengidap mengalami rasa nyeri atau sakit saat posisi ditekuk, dan dokter mencurigai adanya kista, maka sejumlah pemeriksaan lanjutan diperlukan guna mendiagnosis kista baker. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • USG

USG merupakan prosedur pencitraan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar dalam tubuh bagian dalam. Dalam mendiagnosis kista Baker, USG pada lutut diperlukan guna mengetahui apakah benjolan tersebut berisi zat cair atau padat, serta untuk melihat lokasi dan ukuran kista.

  • MRI

MRI merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. Untuk mendiagnosis kista Baker, pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan memeriksa adanya cedera yang terkait dengan kista Baker.

  • Rontgen 

Rontgen merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan sinar radiasi untuk mengambil gambar bagian dalam dari tubuh seseorang. Untuk mendiagnosis kista Baker, pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi tulang dalam sendi lutut.

Saat prosedur pemeriksaan tersebut dilakukan dan pengidap positif memiliki kista Baker pada lututnya, dokter akan melakukan serangkaian proses pengobatan. Untuk lebih jelas mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan sebelum dan sesudah melakukan prosedur, serta efek samping apa yang bisa saja muncul, silahkan diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc mengenai hal ini.

Baca juga: Fisioterapi Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Kista Baker

Langkah Pengobatan yang Dilakukan Guna Mengatasi Kista Baker

Dalam kasus yang ringan, gejala kista Baker dapat diatasi dengan beberapa langkah mandiri di rumah. Langkah penanganan dilakukan dengan tujuan meredakan bengkak dan nyeri. Berikut sejumlah langkah penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri:

  • Kompres dingin pada area yang terasa nyeri.

  • Kurangi aktivitas.

  • Posisikan tungkai agar tidak menggantung.

  • Gunakan tongkat saat berjalan.

  • Konsumsi obat pereda nyeri.

Baca juga: Idap Kista Baker, Waspadai Komplikasi Ini

Meski kista Baker dapat hilang dengan sendirinya, penanganan lebih lanjut diperlukan saat kista mengalami pembengkakan yang besar dan menyebabkan rasa sakit yang parah. Penanganan lanjutan dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan, mengeluarkan cairan dari dalam lutut, serta terapi fisik.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Baker's cyst.
WebMD. Diakses pada 2020. Baker’s Cyst (Popliteal Cyst).
Healthline. Diakses pada 2020. Baker’s (Popliteal) Cyst.