• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Asma Dapat Menular? Ini Faktanya!
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Asma Dapat Menular? Ini Faktanya!

Benarkah Penyakit Asma Dapat Menular? Ini Faktanya!

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 November 2022

“Sebagian orang memercayai bahwa penyakit asma dapat menular dari pengidapnya ke orang lain. Namun, benarkah penyakit pernapasan tersebut bisa menular?”

Benarkah Penyakit Asma Dapat Menular? Ini Faktanya!Benarkah Penyakit Asma Dapat Menular? Ini Faktanya!

Halodoc, Jakarta – Asma adalah penyakit peradangan kronis pada saluran pernapasan yang bisa menimbulkan sejumlah gejala yang tidak nyaman, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk dan mengi. Gejala tersebut bisa terjadi karena saluran udara di paru-paru menyempit akibat peradangan, sehingga menyebabkan aliran udara menjadi terbatas. 

Asma bisa disebabkan oleh berbagai pemicu, seperti debu, asap, perubahan cuaca, serbuk sari, bulu binatang, aroma sabun atau parfum yang kuat dan masih banyak lagi. Penyakit tersebut juga diketahui bisa diturunkan dalam keluarga. Namun, pertanyaannya, apakah asma menular dari satu orang ke orang lain?

Apakah Asma Menular?

Asma merupakan penyakit yang bisa memberikan dampak signifikan bagi hidup pengidapnya. Tidak heran bila banyak orang khawatir mengenai kemungkinan apakah penyakit tersebut bisa menular.

Namun, faktanya, asma bukanlah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri, sehingga tidak menular. Jadi, kamu tidak perlu khawatir, melainkan bisa membantu merawat dan berbagi barang kebutuhan sehari-hari dengan pengidap asma.

Meskipun asma bukanlah penyakit menular, tapi penyakit tersebut bisa diturunkan dalam keluarga. Anak yang lahir dari ibu pengidap asma memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mengidap penyakit tersebut. Sedangkan bila sang ayah yang mengidap asma, maka risikonya 2,5 kali lebih tinggi.

Ketahui Penyebabnya

Bukan ditularkan dari orang lain, penyebab asma adalah kombinasi dari faktor lingkungan dan genetik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyakit pernapasan tersebut bisa diturunkan dari orangtua. Selain itu, ada juga berbagai faktor lingkungan yang bisa memicu seseorang untuk mengembangkan gejala asma. Pemicu asma bisa berbeda-beda pada tiap orang, yang meliputi:

  • Alergen udara, seperti serbuk sari, tungau debu, spora jamur, bulu hewan peliharaan atau partikel kotoran kecoa.
  • Infeksi saluran pernapasan, seperti flu biasa.
  • Aktivitas fisik.
  • Udara dingin.
  • Polutan dan iritan udara, seperti asap.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk beta blocker, aspirin, dan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen sodium.
  • Emosi dan stres yang kuat.
  • Sulfit dan pengawet ditambahkan ke beberapa jenis makanan dan minuman, termasuk udang, buah kering, kentang olahan, bir, dan anggur
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD), suatu kondisi di mana asam lambung naik kembali ke tenggorokan.

Siapa Saja yang Berisiko?

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami asma, antara lain:

  • Riwayat keluarga

Memiliki kerabat sedarah yang mengidap asma, seperti orang tua atau saudara kandung bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya juga.

  • Memiliki alergi

Orang lebih mungkin mengidap asma jika mereka memiliki jenis alergi tertentu, yang bisa mempengaruhi mata dan hidung. Namun, tidak semua orang yang memiliki alergi akan terkena asma, dan tidak semua orang yang memiliki asma juga memiliki alergi. 

Alergi pernapasan dan beberapa jenis asma terkait dengan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE), yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap alergen. Untuk melindungi tubuh, IgE menyebabkan reaksi alergi yang dapat mempengaruhi mata, hidung, tenggorokan, paru-paru dan kulit.

  • Kelebihan berat badan

Lemak di sekitar dada mungkin bisa menekan paru-paru dan membuat seseorang lebih sulit untuk bernapas. Selain itu, jaringan lemak juga menghasilkan zat inflamasi yang bisa mempengaruhi paru-paru dan berkontribusi terhadap asma.

  • Merokok

Baik perokok aktif maupun pasif berpotensi mengalami asma, karena asap rokok bisa mengiritasi saluran udara, membuatnya bengkak, menyempit dan dipenuhi lendir lengket.

  • Kualitas udara lingkungan

Merokok, asap knalpot, dan partikel di udara bisa dikaitkan dengan penyebab asma.

  • Paparan pekerjaan

Ada lebih dari 200 zat termasuk gas, bahan kimia yang digunakan dalam pertanian, tata rambut, manufaktur dari tempat kerja yang bisa menyebabkan asma. Jenis asma ini dikenal juga sebagai asma kerja, dan merupakan penyebab umum asma onset dewasa.

  • Hormon

Wanita bisa mengembangkan asma onset dewasa selama atau setelah menopause.

Nah, itulah penjelasan mengenai apakah asma menular. Bila kamu memiliki keluhan kesehatan yang mencurigakan, kamu bisa memeriksakannya dengan dengan buat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Vinmec. Diakses pada 2022. Asthma is a contagious disease?
Asthma Canada. Diakses pada 2022. Understanding Asthma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Asthma.
Kids Health. Diakses pada 2022. Smoking and Asthma