• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran karena Udara Dingin, Dapatkah Disembuhkan?

Biduran karena Udara Dingin, Dapatkah Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Biduran bisa muncul di permukaan kulit, salah satunya karena paparan udara dingin. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bentol dan gatal pada kulit serta bisa bertahan dalam waktu tertentu. Bentol tanda biduran biasanya akan muncul dalam beberapa menit setelah pengidapnya terpapar udara dingin. Lantas, bisakah penyakit ini disembuhkan?

Bentol akibat biduran bisa muncul di satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bentol bisa dibarengi dengan rasa gatal yang sangat mengganggu dan memengaruhi aktivitas sehari-hari pengidapnya. Bentol yang muncul sebagai tanda penyakit ini bisa memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, mulai dari yang berukuran kecil sampai sebesar tangan. Selain terasa gatal, ruam yang muncul sebagai tanda penyakit biduran juga akan terasa perih dan memicu sensasi menyengat. 

Baca juga: Biduran, Alergi atau Sakit Kulit?

Mengatasi Bentol Biduran 

Bentol biduran bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk wajah, bibir, lidah, dan telinga. Umumnya, bentol akan hilang dengan sendirinya, tetapi dalam kondisi yang parah biduran mungkin harus diatasi dengan konsumsi obat antialergi. Meski sudah diobati, biduran tanda alergi cuaca biasanya akan kembali muncul saat pengidapnya terpapar cuaca dingin. 

Maka dari itu, cara mencegah munculnya energi adalah dengan menghindari paparan suhu dingin. Namun jangan khawatir, saat bentol tanda biduran muncul di kulit, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut tips mengobati bentol biduran yang bisa dicoba dan diterapkan secara mandiri, di antaranya: 

  • Menjaga Kebersihan Kulit 

Salah satu cara untuk mengatasi bentol biduran adalah dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Mandi atau membersihkan kulit merupakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi biduran. Saat biduran muncul, mandilah dengan air bersih, tetapi jangan gunakan air hangat saat membasuh kulit yang mengalami biduran.

Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan air yang memiliki suhu normal atau suhu ruangan. Mandi dengan air bersih bisa membantu mengurangi gejala dan memberi rasa nyaman pada bentol dan gatal. Membersihkan kulit bertujuan untuk mengurangi paparan alergen yang mungkin masih tersisa di kulit, sehingga biduran tidak semakin parah. 

  • Kompres 

Saat bentol muncul, kamu bisa meredakan gatal dengan mengompres permukaan kulit. Gunakan kompres air dingin dan letakkan pada bagian kulit yang mengalami biduran. Cara ini bisa membantu meredakan gatal dan membuat kulit merasa lebih nyaman sekaligus membersihkan area kulit yang mengalami bentol. 

Baca juga: Kunyit Ampuh untuk Usir Biduran, Apa Kata Dokter?

  • Pakaian yang Nyaman 

Saat bentol biduran muncul, sebaiknya hindari mengenakan pakaian yang bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman. Sebagai gantinya, pilih pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan nyaman saat mengalami biduran. Mengenakan pakaian yang terlalu ketat malah bisa menyebabkan biduran di kulit menjadi lebih parah. Jangan mengenakan baju yang terlalu ketat pada area-area bentol di kulit. 

  • Lotion dan Obat Tertentu 

Olesi bagian kulit yang terserang dengan losion. Produk ini bisa membantu mengurangi rasa sakit dan perih akibat biduran. Pilihlah jenis losion yang mengandung Calamine dan oleskan pada area kulit yang mengalami bentol. Pada tingkat yang parah, biduran mungkin harus diatasi dengan konsumsi obat antialergi. 

Baca juga: Adakah Makanan yang Harus Dihindari Saat Biduran?

Jika gejala biduran semakin parah, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Atau jika ragu, kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cold urticaria.
Healthline. Diakses pada 2020. Hives.
Medscape. Diakses pada 2020. Urticaria (Hives).