Hematochezia: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hematochezia, mulai dari wasir hingga infeksi usus.

Daftar Isi:
- Gejala Hematochezia yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab Hematochezia: Dari Kondisi Ringan hingga Serius
- Pemeriksaan untuk Mendeteksi Hematochezia
- Pilihan Pengobatan Hematochezia yang Tersedia
- Komplikasi Hematochezia yang Mungkin Terjadi
- Kesimpulan
Hematochezia adalah istilah medis untuk kondisi keluarnya darah segar berwarna merah terang dari anus, yang umumnya bercampur dengan tinja. Warna merah segar ini menandakan bahwa perdarahan terjadi di saluran pencernaan bagian bawah, seperti usus besar atau rektum. Hematochezia sering kali menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu segera dievaluasi.
Kondisi ini berbeda dengan melena, di mana tinja berwarna hitam pekat karena darah telah dicerna di saluran pencernaan bagian atas. Perbedaan warna ini penting untuk membantu dokter menentukan lokasi perdarahan dan penyebab yang mendasarinya.
Gejala Hematochezia yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama hematochezia adalah keluarnya darah merah segar saat buang air besar. Darah bisa terlihat sebagai:
- Garis-garis darah pada tinja.
- Darah yang bercampur dengan tinja.
- Tinja yang seluruhnya berwarna merah.
Selain darah pada tinja, gejala lain yang mungkin menyertai hematochezia meliputi:
- Sakit perut atau kram.
- Diare atau perubahan kebiasaan buang air besar.
- Nyeri saat buang air besar.
- Pusing atau lemas (jika perdarahan banyak).
Apa saja obat untuk mengatasi BAB berdarah? Baca di sini: Ini 5 Rekomendasi Obat BAB Berdarah yang Ampuh dan Aman
Penyebab Hematochezia: Dari Kondisi Ringan hingga Serius
Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hematochezia, mulai dari yang relatif ringan hingga yang lebih serius. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Wasir (Hemorrhoid): Pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum.
- Fisura ani: Luka atau robekan kecil pada lapisan anus.
- Divertikulitis: Peradangan pada kantung-kantung kecil (divertikula) di dinding usus besar.
- Polip usus besar: Pertumbuhan jaringan abnormal pada lapisan usus besar.
- Penyakit Radang Usus (IBD): Kondisi seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.
- Infeksi usus: Infeksi bakteri atau virus yang menyebabkan peradangan dan perdarahan.
- Kanker usus besar atau rektum: Pertumbuhan sel kanker di usus besar atau rektum.
Menurut WHO, deteksi dini kanker usus besar sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala hematochezia.
Pemeriksaan untuk Mendeteksi Hematochezia
Untuk mengetahui penyebab perdarahan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin beberapa tes berikut:
- Anamnesis (wawancara medis): Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan detail mengenai gejala yang dialami.
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa perut dan area sekitar anus untuk mencari tanda-tanda peradangan, benjolan, atau luka.
- Pemeriksaan dubur (colok dubur): Dokter akan memasukkan jari yang telah diberi pelumas ke dalam rektum untuk merasakan adanya kelainan.
- Anoskopi: Prosedur menggunakan alat kecil dengan lampu untuk melihat bagian dalam anus dan rektum bawah.
- Sigmoidoskopi: Prosedur menggunakan selang fleksibel dengan kamera untuk melihat bagian dalam rektum dan sebagian usus besar.
- Kolonoskopi: Prosedur menggunakan selang fleksibel dengan kamera untuk melihat seluruh bagian dalam usus besar.
- Tes Tinja: Sampel tinja diperiksa untuk mencari darah, bakteri, atau parasit.
Pilihan Pengobatan Hematochezia yang Tersedia
Pengobatan hematochezia akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Wasir: Krim atau suppositoria, perubahan pola makan, atau prosedur medis seperti ligasi karet atau skleroterapi.
- Fisura ani: Salep pereda nyeri, pelunak tinja, atau operasi jika diperlukan.
- Divertikulitis: Antibiotik untuk infeksi, perubahan pola makan, atau operasi jika terjadi komplikasi.
- Polip usus besar: Pengangkatan polip selama kolonoskopi.
- Penyakit radang usus: Obat-obatan anti-inflamasi, imunosupresan, atau operasi.
- Kanker usus besar atau rektum: Operasi, kemoterapi, atau radioterapi.
Selain minum obat, cari tahu juga cara-cara lain untuk mengatasi BAB berdarah dengan baca artikel ini: “Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi BAB Berdarah”.
Komplikasi Hematochezia yang Mungkin Terjadi
Jika tidak ditangani dengan baik, hematochezia dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Syok hipovolemik: Kondisi berbahaya akibat kehilangan darah yang sangat banyak, menyebabkan penurunan tekanan darah drastis dan kegagalan organ.
- Perburukan kondisi yang mendasari: Keterlambatan penanganan penyebab hematochezia dapat memperburuk kondisi yang mendasari, seperti kanker usus besar.
- Anemia: Kekurangan sel darah merah akibat kehilangan darah kronis.
Baca juga lebih jauh mengenai anemia di sini: Benarkah BAB Berdarah Bisa Sebabkan Anemia?
Kesimpulan
Hematochezia adalah kondisi yang tidak boleh diabaikan. Dengan memahami penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan yang tersedia, kamu dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala hematochezia. Tanyakan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.


