Advertisement

Infeksi Fournier Gangrene: Apa Saja Penyebab Utamanya?

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   07 Oktober 2025

Fournier gangrene bisa sebabkan kematian jaringan dan nyawa jika tak ditangani cepat.

Infeksi Fournier Gangrene: Apa Saja Penyebab Utamanya?Infeksi Fournier Gangrene: Apa Saja Penyebab Utamanya?

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Fournier Gangrene?
  2. Penyebab Utama Infeksi Fournier Gangrene
  3. Faktor Risiko Fournier Gangrene
  4. Gejala Fournier Gangrene yang Perlu Diwaspadai
  5. Diagnosis Fournier Gangrene
  6. Komplikasi Fournier Gangrene
  7. Penanganan dan Pengobatan Fournier Gangrene
  8. Pencegahan Fournier Gangrene
  9. Kapan Harus ke Dokter?
  10. Kesimpulan
  11. FAQ

Fournier gangrene mungkin terdengar asing, tapi infeksi langka ini bisa mengancam nyawa dalam hitungan jam.

Infeksi berat yang menyerang area genital dan perineum ini berkembang sangat cepat, menyebabkan kematian jaringan, dan memerlukan penanganan medis darurat.

Memahami gejala awal dan faktor risikonya sangat penting agar kamu bisa segera bertindak saat tanda-tandanya muncul.

Apa Itu Fournier Gangrene?

Fournier gangrene adalah infeksi jaringan lunak yang langka namun sangat serius, menyerang area genital, perineum (area antara anus dan organ kelamin), atau dinding perut.

Kondisi ini tergolong sebagai fasciitis nekrotikans, yang berarti infeksi menyebabkan kematian jaringan (nekrosis) pada lapisan di bawah kulit, termasuk jaringan ikat dan lemak.

Infeksi ini berkembang dengan cepat dan dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Penyebab Utama Infeksi Fournier Gangrene

Penyebab infeksi Fournier gangrene umumnya adalah infeksi polimikroba, yang berarti melibatkan beberapa jenis bakteri.

Bakteri-bakteri ini bekerja secara sinergis untuk menghancurkan jaringan. Berikut adalah beberapa jenis bakteri yang sering terlibat:

  • Bakteri aerob: Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus
  • Bakteri anaerob: Bacteroides, Clostridium, Peptostreptococcus

Bakteri-bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka atau cedera pada area genital atau perineum.

Luka ini bisa berupa luka kecil, gigitan serangga, abrasi, atau komplikasi dari operasi.

Dalam beberapa kasus, sumber infeksi mungkin tidak dapat diidentifikasi.

Faktor Risiko Fournier Gangrene

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Fournier gangrene, diantaranya:

  • Diabetes Mellitus: Diabetes adalah faktor risiko utama. Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penyembuhan luka, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Obesitas: Obesitas dapat meningkatkan risiko infeksi karena adanya lipatan kulit yang lembap dan kurangnya sirkulasi udara.
  • Imunosupresi: Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, atau penggunaan obat-obatan imunosupresan (misalnya setelah transplantasi organ), dapat meningkatkan risiko infeksi.
  • Alkoholik Kronis: Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Penyakit Ginjal Kronis: Penyakit ginjal kronis dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Penyakit Hati: Penyakit hati dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi darah, sehingga memperlambat penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Usia Lanjut: Orang lanjut usia cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dan lebih rentan terhadap infeksi.
  • Kondisi Medis Lainnya: Kondisi medis lain seperti penyakit vaskular perifer, inflammatory bowel disease (IBD), dan malnutrisi juga dapat meningkatkan risiko.

Gejala Fournier Gangrene yang Perlu Diwaspadai

Gejala Fournier gangrene dapat berkembang dengan cepat, dalam hitungan jam atau hari. Gejala awal mungkin berupa:

  • Nyeri hebat dan tiba-tiba pada area genital atau perineum.
  • Pembengkakan (edema) pada area yang terkena.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Demam.

Seiring dengan perkembangan infeksi, gejala lain dapat muncul, seperti:

  • Perubahan warna kulit menjadi ungu, biru, atau hitam (menunjukkan kematian jaringan).
  • Munculnya lepuh atau luka terbuka.
  • Keluarnya cairan berbau busuk dari luka.
  • Krepitasi (sensasi seperti ada udara di bawah kulit saat ditekan).
  • Rasa sakit yang sangat parah.
  • Gejala sistemik seperti demam tinggi, menggigil, mual, muntah, dan kelelahan.

Pada tahap lanjut, Fournier gangrene dapat menyebabkan sepsis (infeksi darah), syok septik, dan kegagalan organ, yang dapat berakibat fatal.

Ketahui lebih lanjut apa itu Sepsis – Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya supaya kamu semakin waspada terhadap kondisi ini.

Diagnosis Fournier Gangrene

Diagnosis Fournier gangrene biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien.

Dokter akan mencari tanda-tanda infeksi, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, dan perubahan warna kulit pada area genital atau perineum.

Pemeriksaan penunjang mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis dan menilai tingkat keparahan infeksi. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan Darah: Untuk menilai tanda-tanda infeksi, seperti peningkatan jumlah sel darah putih (leukositosis) dan kadar penanda inflamasi (misalnya CRP).
  • Kultur Luka: Untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.
  • Pencitraan: CT scan atau MRI dapat membantu menilai penyebaran infeksi ke jaringan yang lebih dalam.

Komplikasi Fournier Gangrene

Fournier gangrene dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Sepsis: Infeksi darah yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.
  • Syok Septik: Kondisi yang mengancam jiwa akibat sepsis, ditandai dengan tekanan darah rendah dan kegagalan organ.
  • Kegagalan Organ: Infeksi yang parah dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ-organ vital seperti ginjal, hati, dan paru-paru.
  • Amputasi: Dalam kasus yang parah, amputasi mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi dan mencegah penyebaran infeksi.
  • Deformitas: Fournier gangrene dapat menyebabkan deformitas pada area genital atau perineum.
  • Disfungsi Seksual: Infeksi dapat merusak saraf dan pembuluh darah di area genital, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria dan masalah seksual lainnya.
  • Kematian: Fournier gangrene adalah kondisi yang mengancam jiwa dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Penanganan dan Pengobatan Fournier Gangrene

Penanganan Fournier gangrene harus dilakukan segera dan agresif untuk mencegah komplikasi serius. Penanganan meliputi:

  • Debridement: Prosedur bedah untuk mengangkat jaringan yang mati atau terinfeksi. Debridement mungkin perlu diulang beberapa kali untuk memastikan semua jaringan yang terinfeksi telah diangkat.
  • Antibiotik: Pemberian antibiotik spektrum luas untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Antibiotik biasanya diberikan melalui infus.
  • Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB): Terapi ini melibatkan menghirup oksigen murni dalam ruangan bertekanan tinggi. TOHB dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam jaringan dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Perawatan Luka: Perawatan luka yang cermat untuk mencegah infeksi lebih lanjut dan mempercepat penyembuhan.
  • Stabilisasi Hemodinamik: Pemberian cairan dan obat-obatan untuk menstabilkan tekanan darah dan fungsi organ.
  • Rehabilitasi: Setelah infeksi terkontrol, rehabilitasi mungkin diperlukan untuk membantu pasien memulihkan fungsi fisik dan psikologis.

Punya pertanyaan lebih lanjut tentang kondisi ini? Berikut Ini Rekomendasi Dokter Bedah di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Pencegahan Fournier Gangrene

Meskipun tidak selalu mungkin untuk mencegah Fournier gangrene, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko:

  • Kontrol Gula Darah: Bagi penderita diabetes, penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.
  • Menjaga Kebersihan: Menjaga kebersihan area genital dan perineum dengan baik.
  • Hindari Cedera: Berhati-hati untuk menghindari cedera pada area genital dan perineum.
  • Berhenti Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi darah.
  • Batasi Konsumsi Alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sistem kekebalan tubuh.
  • Perawatan Luka yang Tepat: Jika terjadi luka pada area genital atau perineum, segera bersihkan luka dengan sabun dan air, dan tutup dengan perban steril.
  • Konsultasi Medis Dini: Jika mengalami gejala infeksi, seperti nyeri, bengkak, atau kemerahan pada area genital atau perineum, segera konsultasikan dengan dokter.

Simak informasi lebih dalam mengenai Gangrene – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami gejala-gejala Fournier gangrene, terutama jika kamu memiliki faktor risiko seperti diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Kesimpulan

Fournier gangrene adalah infeksi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Penyebab infeksi Fournier Gangrene adalah infeksi bakteri polimikroba yang masuk melalui luka, terutama pada individu dengan faktor risiko seperti diabetes, obesitas, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Gejala meliputi nyeri hebat, pembengkakan, dan perubahan warna kulit pada area genital atau perineum. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, segera cari pertolongan medis.

Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis bedah di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!

Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2025. Fournier’s Gangrene: population based epidemiology and outcomes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Fournier’s Gangrene: Causes, Symptoms & Treatment.
Medscape. Diakses pada 2025. Fournier Gangrene: Practice Essentials, Background.

FAQ

Q: Seberapa umumkah Fournier gangrene?

A: Fournier gangrene adalah kondisi yang sangat langka.

Q: Apakah Fournier gangrene menular?

A: Tidak, Fournier gangrene tidak menular.

Q: Apa prognosis Fournier gangrene?

A: Prognosis Fournier gangrene tergantung pada seberapa cepat infeksi didiagnosis dan diobati, serta kesehatan umum pasien. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, banyak pasien dapat pulih sepenuhnya.

Q: Apakah Fournier gangrene selalu membutuhkan operasi?

A: Ya, operasi (debridement) hampir selalu diperlukan untuk mengangkat jaringan yang mati atau terinfeksi.