Ini 10 Cara Mengatasi Diare yang Aman dan Mudah
Langkah pertolongan pertama pada kasus diare perlu dilakukan untuk mencegah diare menjadi semakin parah.

DAFTAR ISI
Tak sedikit orang yang masih memandang remeh diare. Padahal, penyakit ini bisa berdampak fatal terutama pada anak-anak, bila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
Diare ini bisa membuat seseorang mengalami kram perut, demam, penurunan berat badan, muntah, hingga dehidrasi.
Lantas, bagaimana cara mengatasi diare?
Cara Mengatasi Diare
Berikut beberapa langkah pertolongan pertama atau cara mengatasi diare yang dapat dilakukan di rumah:
1. Rehidrasi
Minum banyak cairan adalah langkah paling penting saat diare karena tubuh kehilangan air dalam jumlah besar.
Jika cairan tidak segera diganti, risiko dehidrasi meningkat yang dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga hilang kesadaran.
Selain air putih, cairan seperti teh tanpa gula dan kaldu bening membantu memberi elektrolit ringan yang mudah diserap tubuh.
2. Oralit
Cara mengatasi diare selanjutnya adalah dengan mengonsumsi oralit. Oralit adalah larutan garam dan gula yang membantu menggantikan elektrolit yang hilang akibat diare. Ini sangat penting terutama untuk anak-anak dan orang tua.
Larutan ini efektif mencegah dehidrasi dan direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi diare.
Ketahui perbandingan antara Oralit Alami atau Medis, Manakah yang Ampuh untuk Atasi Diare Anak?
3. Hindari makanan tertentu
Makanan berlemak dan pedas dapat merangsang pergerakan usus, sehingga memperburuk diare.
Hindari makanan yang dapat memperburuk diare, seperti makanan berlemak, makanan pedas, produk susu, kafein, dan alkohol.
4. Makan makanan yang mudah dicerna
BRAT diet (Banana, Rice, Applesauce, Toast) dikenal karena rendah serat, lembut di pencernaan, dan membantu mengentalkan feses.
Makanan ini memberi tubuh energi tanpa memperberat kerja sistem pencernaan
5. Probiotik
Cara mengatasi diare juga bisa dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik membantu menyeimbangkan kembali bakteri baik di usus yang terganggu akibat infeksi atau obat tertentu seperti antibiotik.
Probiotik tersedia dalam bentuk suplemen atau makanan seperti yogurt.
6. Istirahat yang cukup
Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi atau pemicu iritasi di sistem pencernaan.
Kurang tidur atau kelelahan dapat memperlambat proses pemulihan dan membuat gejala bertahan lebih lama. Beristirahat membantu menjaga sistem imun tetap optimal.
7. Cuci tangan dengan sabun
Mencuci tangan adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus penyebab diare.
Kebiasaan ini sangat penting setelah buang air besar, sebelum makan, atau menyiapkan makanan.
8. Hindari produk susu
Saat diare, produksi enzim laktase di usus biasanya berkurang sementara. Hal ini menyebabkan tubuh sulit mencerna laktosa, sehingga memicu perut kembung, mulas, dan diare berlanjut.
9. Obat anti-diare (dengan hati-hati)
Obat anti-diare seperti loperamide dapat membantu mengurangi frekuensi buang air besar, tetapi sebaiknya digunakan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Namun, obat ini tidak disarankan untuk anak-anak.
Terdapat beberapa pilihan obat diare yang bisa kamu gunakan, simak daftarnya berikut ini:
- Ini 7 Pilihan Obat Diare yang Ampuh untuk Orang Dewasa.
- Ini 7 Rekomendasi Obat Diare Bayi yang Ampuh dan Aman.
10. Kompres air hangat
Kompres hangat membantu merelaksasi otot perut yang tegang akibat kram. Sensasi hangat juga meningkatkan aliran darah lokal sehingga mengurangi rasa tidak nyaman.
Lakukan selama 10–15 menit beberapa kali sehari jika diperlukan untuk meredakan gejala.
Gejala Diare yang Perlu Diperhatikan
Gejala diare meliputi:
- Buang air besar lebih sering dari biasanya.
- Tinja yang cair.
- Kram perut.
- Mual.
- Muntah.
- Demam.
- Dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).
Selain ketahui gejalanya, Ini Penyebab Diare yang Perlu Kamu Ketahui.
Pencegahan Diare
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari diare. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang efektif:
- Cuci tangan secara teratur: Cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah menyentuh benda-benda yang berpotensi terkontaminasi.
- Pastikan makanan dimasak dengan matang: Masak makanan, terutama daging dan telur, hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya.
- Simpan makanan dengan benar: Simpan makanan yang mudah rusak di lemari es pada suhu yang tepat.
- Gunakan air bersih: Gunakan air bersih dan aman untuk minum, memasak, dan mencuci bahan makanan. Jika tidak yakin dengan kualitas air, rebus air hingga mendidih atau gunakan air kemasan.
- Vaksinasi: Vaksinasi rotavirus sangat efektif untuk mencegah diare pada bayi dan anak-anak.
- Hindari berbagi barang pribadi: Hindari berbagi peralatan makan, handuk, dan barang pribadi lainnya untuk mencegah penyebaran infeksi.
- Sanitasi yang baik: Pastikan sanitasi lingkungan yang baik, termasuk pengelolaan limbah dan kebersihan toilet.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:
- Diare berlangsung lebih dari dua hari.
- Demam tinggi (di atas 38.5°C).
- Darah dalam tinja.
- Nyeri perut yang parah.
- Dehidrasi (gejala dehidrasi meliputi mulut kering, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, pusing, dan kelelahan).
Konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


