• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Gejala Awal dari Hipermagnesemia

Ini 4 Gejala Awal dari Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tubuh manusia membutuhkan banyak nutrisi dan mineral untuk tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu mineral yang harus dicukupi oleh tubuh adalah magnesium. Kandungan ini harus dalam takaran normal, tidak boleh kurang atau lebih.

Jika pada tubuh kamu kandungan magnesiumnya berlebih, kamu mengidap gangguan yang bernama hipermagnesemia. Seseorang yang mengidap kelainan ini umumnya mengalami gangguan pada ginjalnya. Pengidap hipermagnesemia akan menimbulkan beberapa gejala awal ketika terjadi. Berikut gejala-gejala awal yang timbul!

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Gejala Awal dari Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah gangguan yang terjadi ketika terlalu banyak kandungan magnesium yang bersirkulasi di dalam darah. Walau begitu, penyakit ini terbilang jarang terjadi. Seseorang yang tubuhnya sehat, sangat sedikit kemungkinan magnesium dapat bersirkulasi di dalam darah.

Hal tersebut karena sistem gastrointestinal (usus) dan ginjal sangat ketat dalam mengatur dan mengontrol tingkat magnesium yang dapat diserap oleh tubuh dari makanan dan jumlah yang akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Tubuh yang sehat mempunyai kadar magnesium sekitar 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter.

Seseorang yang memiliki kadar magnesium di atas itu, tubuhnya telah mengidap hipermagnesemia. Sebagian besar kelainan tersebut terjadi pada seseorang yang mengidap gagal ginjal. Hal tersebut dikarenakan ginjal yang sudah tidak dapat mengatur tingkat magnesium pada tubuh, sehingga menyebar ke seluruh tubuh.

Gangguan ini harus segera ditangani karena dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Seseorang yang mengidap hipermagnesemia parah dapat mengalami penurunan kesadaran, gagal jantung, hingga kematian. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui gejala awal dari penyakit ini.

Itulah beberapa gejala awal yang dapat timbul pada pengidap hipermagnesemia:

  1. Mual dan muntah.

  2. Gangguan pada neurologis.

  3. Tekanan darah rendah yang tidak biasa.

  4. Mengalami sakit kepala.

Gejala-gejala awal ini harus sangat diperhatikan. Apabila kamu kerap mengalami kelainan ini, ada baiknya untuk langsung memastikannya ke dokter. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan pemeriksaan fisik di beberapa rumah sakit yang berafiliasi dengan Halodoc melalui aplikasinya.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc perihal gangguan ini. Dengan bertanya pada ahli medis profesional, kamu dapat menghindari komplikasi yang dapat berbahaya. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc ke smartphone kamu untuk mendapatkan segala kemudahan tersebut.

Baca juga: Berbahayakah Kadar Magnesium Tinggi di Dalam Tubuh?

Cara Diagnosis Hipermagnesemia

Gangguan yang menyebabkan tubuh kelebihan magnesium ini dapat didiagnosis dengan menggunakan tes darah. Tingkat magnesium yang ditemukan pada darah dapat memperlihatkan kondisi yang sedang terjadi. Gejala awal dapat timbul ketika kandungan magnesium sudah berada di atas 2,3 mg/dL hingga sekitar 7 mg/dL.

Apabila kadar magnesium telah berada di antara 7 hingga 12 mg/dL, maka organ penting seperti jantung dan paru-paru mungkin saja telah mengalami dampaknya. Hal ini juga dapat menyebabkan kelelahan ekstrim dan tekanan darah rendah terjadi. Jika sudah di atas 12 mg/dL, kelumpuhan otot hingga koma mungkin terjadi.

Baca juga: Ginjal dan Hati Alami Gangguan, Waspada Hipermagnesemia

Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala awal dari hipermagnesemia, ada baiknya segera mendapatkan diagnosis. Hal tersebut karena sangat penting untuk mendapatkan diagnosis awal agar gangguan yang terjadi dapat diatasi secara dini. Selain itu, konsumsi makanan juga perlu diperhatikan agar ginjal kamu tidak mudah terganggu.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is hypermagnesemia?
Drugs. Diakses pada 2019. Hypermagnesemia