
Ini 7 Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai
Kanker serviks perlu dikenali sejak dini agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih parah.

DAFTAR ISI
- Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai
- Diagnosis Kanker Serviks
- Pilihan Pengobatan Kanker Serviks
- Kapan Harus ke Dokter?
Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim. Leher rahim sendiri merupakan bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.
Kanker ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus menular seksual yang disebut human papillomavirus (HPV).
Kanker serviks perlu mendapatkan perhatian serius, karena merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia.
Namun, kabar baiknya adalah kanker serviks bisa dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini. Lantas, apa saja gejala atau ciri-ciri kanker serviks?
Ciri-Ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa ciri-ciri berikut mungkin muncul:
1. Pendarahan abnormal
Salah satu ciri-ciri kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan yang tidak normal. Ini bisa berupa:
- Pendarahan di antara periode menstruasi.
- Pendarahan setelah berhubungan seksual.
- Pendarahan setelah menopause.
- Menstruasi yang lebih panjang dan lebih berat dari biasanya.
2. Keputihan tidak normal
Keputihan adalah hal yang normal terjadi pada wanita. Namun, jika keputihan mengalami perubahan yang signifikan, seperti:
- Jumlahnya lebih banyak dari biasanya.
- Berwarna tidak biasa (misalnya, kecoklatan atau kehijauan).
- Berbau tidak sedap.
- Disertai dengan darah.
3. Nyeri panggul
Nyeri panggul adalah rasa sakit yang muncul di bagian bawah perut. Nyeri ini bisa terasa ringan hingga berat, dan bisa datang dan pergi atau bersifat konstan.
Pada beberapa kasus, nyeri panggul bisa menjadi tanda kanker serviks yang sudah menyebar ke jaringan di sekitarnya.
4. Nyeri saat berhubungan seksual
Nyeri saat berhubungan seksual atau dispareunia, adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita. Namun, jika nyeri ini baru muncul atau semakin parah, bisa jadi ini adalah tanda kanker serviks.
Nyeri ini disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada leher rahim akibat pertumbuhan sel kanker.
Berhubungan seksual tanpa alat pelindung? Ini Jenis Pil KB Beserta Rekomendasinya untuk Mencegah Kehamilan.
5. Gangguan buang air kecil dan besar
Pada tahap lanjut, kanker serviks dapat menekan organ-organ di sekitarnya, seperti kandung kemih dan rektum.
Hal ini dapat menyebabkan gangguan buang air kecil dan besar, seperti:
- Sering buang air kecil
- Nyeri saat buang air kecil
- Sulit buang air besar
- Adanya darah dalam urine atau feses
6. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Penurunan berat badan yang tidak disengaja, yaitu kehilangan berat badan tanpa melakukan diet atau olahraga, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius, termasuk kanker.
Sel kanker membutuhkan banyak energi untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat menyebabkan tubuh kehilangan berat badan secara signifikan.
7. Kaki bengkak
Pembengkakan pada kaki bisa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul. Kelenjar getah bening berfungsi untuk menyaring cairan limfa dan membantu melawan infeksi.
Jika kelenjar getah bening tersumbat oleh sel kanker, cairan limfa dapat menumpuk di kaki dan menyebabkan pembengkakan.
Diagnosis Kanker Serviks
Kanker serviks perlu didiagnosis melewati beberapa tahapan, seperti:
1. Pap smear
Pap smear adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang bisa menjadi tanda kanker.
Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim dan memeriksanya di bawah mikroskop.
Pap smear sangat penting untuk deteksi dini kanker serviks. Jika ditemukan perubahan sel yang abnormal, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat.
2. Tindak Lanjut Jika Pap Smear Abnormal
Jika hasil pap smear menunjukkan adanya perubahan sel yang abnormal, dokter mungkin akan merekomendasikan kolposkopi.
Kolposkopi adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan alat khusus bernama kolposkop untuk melihat leher rahim dengan lebih jelas.
Selama kolposkopi, dokter dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) dari area yang mencurigakan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Hasil biopsi akan membantu dokter menentukan apakah ada kanker atau tidak.
3. Biopsi
Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan dari leher rahim untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi adalah cara yang paling akurat untuk mendiagnosis kanker serviks.
Jika hasil biopsi menunjukkan adanya sel kanker, dokter akan menentukan stadium kanker dan merencanakan pengobatan yang sesuai.
Ini Cara Mencegah Kanker Serviks yang Perlu Wanita Pahami.
Pilihan Pengobatan Kanker Serviks
Pengobatan kanker serviks tergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, ukuran tumor, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan meliputi:
1. Operasi
Operasi adalah pilihan pengobatan utama untuk kanker serviks stadium awal. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada ukuran tumor dan apakah kanker telah menyebar ke jaringan di sekitarnya.
Beberapa jenis operasi yang mungkin dilakukan meliputi:
- Konisasi: Pengangkatan sebagian kecil dari leher rahim.
- Histerektomi: Pengangkatan seluruh rahim dan leher rahim.
- Radikal histerektomi: Pengangkatan rahim, leher rahim, sebagian vagina, dan kelenjar getah bening di panggul.
2. Radioterapi
Radioterapi menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi dapat diberikan dari luar tubuh (radioterapi eksternal) atau dari dalam tubuh (radioterapi internal atau brakiterapi).
Radioterapi sering digunakan untuk mengobati kanker serviks yang telah menyebar ke jaringan di sekitarnya, atau untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi.
3. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh. Kemoterapi biasanya diberikan melalui infus atau suntikan. Kemoterapi sering digunakan untuk mengobati kanker serviks yang telah menyebar ke organ lain.
4. Terapi target
Terapi target adalah jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan atau zat lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik, tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.
Terapi ini bekerja dengan menargetkan molekul atau jalur spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.
5. Imunoterapi
Imunoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.
Sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan alami untuk mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker, tetapi sel kanker seringkali dapat menghindari atau menekan respons kekebalan tubuh.
Pencegahan Kanker Serviks: Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan
1. Vaksinasi HPV
Vaksinasi HPV adalah cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks. Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus HPV.
Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan laki-laki berusia 9-26 tahun.
Idealnya, vaksinasi dilakukan sebelum seseorang aktif secara seksual untuk mendapatkan perlindungan yang maksimal.
Simak lebih lanjut informasinya di sini: Vaksin Kanker Serviks, Ini Jenis, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya.
2. Skrining rutin
Skrining rutin, seperti pap smear, adalah cara penting untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sejak dini. Dengan deteksi dini, kanker serviks dapat diobati dengan lebih efektif.
Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jadwal skrining yang tepat sesuai dengan usia dan faktor risiko.
3. Gaya hidup sehat
Menjalani gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko terkena kanker serviks.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan meliputi:
- Berhenti merokok.
- Makan makanan yang sehat dan bergizi.
- Berolahraga secara teratur.
- Menghindari hubungan seksual berisiko.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri kanker serviks yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter obgyn di Halodoc.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


