• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Jauh Darah Manis dalam Dunia Medis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Lebih Jauh Darah Manis dalam Dunia Medis

Mengenal Lebih Jauh Darah Manis dalam Dunia Medis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 November 2021
Mengenal Lebih Jauh Darah Manis dalam Dunia Medis

“Darah manis adalah kondisi untuk menyebutkan prurigo, yakni bekas luka kehitaman pada kulit yang terjadi akibat kebiasaan menggaruk yang ekstrem. Sayangnya masih banyak yang belum diketahui tentang darah manis sehingga sampai saat ini penyebabnya masih belum jelas.”

Halodoc, Jakarta – Dalam dunia medis, kondisi darah manis adalah sebutan untuk prurigo. Ini adalah kondisi bekas luka kehitaman pada kulit yang membuat pengidapnya tampak memiliki kondisi koreng atau seperti bekas digigit nyamuk atau serangga. 

Saat seseorang mengalami darah manis, maka ia akan mengalami gatal pada kulit hingga muncul bekas luka yang sangat sulit hilang.  Gatal yang terjadi memang sangat sulit untuk tidak digaruk. Setelah digaruk, gatal memang hilang, tetapi ia akan menimbulkan masalah baru, yaitu lecet pada area luka. Lecet tersebut yang membuat kulit tampak lebih gelap dan mengalami penebalan. Alhasil, permukaan kulit yang luka menjadi kasar, kering, dan timbul koreng. Nah, luka tersebutlah yang dikenal masyarakat umum sebagai darah manis.

Baca juga: Kulit Gatal, Jangan Abaikan Kondisi Kesehatan Ini 

Penyebab Darah Manis atau Prurigo

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab prurigo. Pasalnya, kondisi ini baru akan muncul setelah kamu terus-terusan menggaruk area kulit yang gatal sampai menimbulkan luka lecet.

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit. Saat kamu menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang terjadi berkepanjangan. Infeksi luka kemudian menjadi semakin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Namun, ada beberapa hal yang dicurigai menjadi penyebab darah manis atau prurigo, antara lain: 

  1. Gigitan Serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya nyatanya bisa memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang. Alih-alih meredakan gatal, menggaruk bekas gigitan serangga malah bisa menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

  • Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri mereka, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal. Akibat stres dan tidak fokus, ia menjadi tidak sadar saat menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan infeksi yang parah.

  • Gangguan Kesehatan Lain

Mengutip British Association of Dermatology, sekitar 80 persen orang yang terkena prurigo ternyata juga mengalami kondisi penyakit lain, seperti asma, demam, eksim, dermatitis herpetiformis, atau gangguan kesehatan lainnya. Sayangnya, hal ini masih bersifat atopik atau tidak diketahui hubungannya secara detail. 

Jika kamu mengalami kondisi mirip prurigo, maka jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Kini kamu juga bisa buat janji rumah sakit di Halodoc supaya lebih praktis dan tak perlu antre.

Baca juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Gatal pada Kulit 

Cara Mengatasinya

Tujuan pengobatan darah manis atau prurigo adalah memutus siklus gatal-garuk dengan menghilangkan rasa gatal. Dokter perlu mengobati kondisi mendasar apa pun yang menyebabkan gatal sehingga kamu bisa berhenti menggaruknya. Perawatan biasa melibatkan krim topikal dan obat sistemik untuk menghilangkan gatal.

Oleh karena gatalnya sangat parah dan setiap kasus berbeda, kamu mungkin harus mencoba serangkaian terapi yang berbeda untuk menemukan yang paling cocok untuk kamu. Ini karena darah manis adalah penyakit yang belum banyak dipelajari.

Saat ini, U.S. Food and Drug Administration belum menyetujui terapi apa pun untuk mengobati kondisi ini. Namun, ada banyak obat yang sedang diselidiki yang mungkin dapat digunakan di luar label untuk mengobati kondisi tersebut. Jika kamu hendak menggunakan serangkaian obat, maka pastikan hal ini sudah mendapat persetujuan dokter.

Baca juga: Inilah 6 Penyebab Pruritus, Gatal yang Datang Tiba-Tiba

Beberapa obat yang bisa diberikan, antara lain: 

  1. Obat Krim 

Beberapa krim penghilang rasa gatal yang bisa digunakan, antara lain: 

  • Krim steroid topikal, seperti clobetasol atau inhibitor kalsineurin seperti pimekrolimus
  • Tar batubara topikal
  • Salep vitamin D-3 topikal (kalsipotriol)
  • Krim capsaicin
  • Menthol
  1. Suntikan

Dokter juga mungkin menyarankan suntikan kortikosteroid (Kenalog) untuk beberapa kondisi.

  1. Obat Sistemik

Dokter juga bisa meresepkan atau menyarankan antihistamin OTC untuk membantu kamu bisa tidur di malam hari. Mereka mungkin juga meresepkan obat yang biasanya digunakan sebagai antidepresan untuk membantu kamu berhenti menggaruk. Paroxetine dan amitriptyline telah berhasil membantu memperbaiki nodul. 

  1. Terapi Lainnya

Terapi yang dapat membantu mengecilkan nodul dan meredakan gatal meliputi:

  • Krioterapi. Cryotherapy adalah penggunaan suhu ultra-dingin pada lesi
  • Fototerapi. Fototerapi menggunakan sinar ultraviolet (UV).
  • Psoralen digunakan dalam Kombinasi dengan UV. Psoralen dan UVA yang digunakan bersama dikenal sebagai PUVA.
  • Laser Pewarna Berdenyut. Laser pewarna berdenyut adalah metode pengobatan yang digunakan untuk membunuh sel-sel yang sakit.
  • Perawatan Laser Excimer. Laser excimer pada 308 nanometer telah berhasil merawat darah manis yang tidak merespons perawatan lain.
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
British Association of Dermatology. Diakses pada 2021. Nodular Prurigo.
Healthline. Diakses pada 2021. Prurigo Nodularis and Your Skin.
U.S. National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2021. Prurigo Nodularis.