Advertisement

Pansitopenia: Definisi, Gejala, dan Penyebabnya Mudah Dipahami

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   28 Mei 2025

Pansitopenia bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang serius.

Pansitopenia: Definisi, Gejala, dan Penyebabnya Mudah DipahamiPansitopenia: Definisi, Gejala, dan Penyebabnya Mudah Dipahami

Daftar Isi:

  1. Pansitopenia: Definisi dan Penjelasan
  2. Gejala Pansitopenia yang Perlu Diwaspadai
  3. Penyebab Pansitopenia: Beragam Faktor yang Mendasari
  4. Diagnosis Pansitopenia: Langkah-Langkah Identifikasi
  5. Pengobatan Pansitopenia: Menangani Penyebab Utama
  6. Komplikasi Pansitopenia: Dampak yang Mungkin Terjadi
  7. Pencegahan Pansitopenia: Langkah Menjaga Kesehatan Darah
  8. Kapan Harus ke Dokter?
  9. Pansitopenia dan Halodoc: Solusi Kesehatan Anda

Pansitopenia adalah kondisi medis yang terjadi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah secara signifikan. Kondisi ini melibatkan penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan trombosit.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi, perdarahan, dan masalah kesehatan lainnya. Yuk, cari tahu lebih jauh mengenai pansitopenia, gejalanya hingga penyebab yang mendasarinya.

Pansitopenia: Definisi dan Penjelasan

Pansitopenia berasal dari kata “pan” yang berarti keseluruhan atau semua, “cyto” yang berarti sel, dan “penia” yang berarti kekurangan. Secara harfiah, pansitopenia berarti kekurangan semua jenis sel darah. Kondisi ini bukanlah penyakit spesifik, melainkan sebuah kondisi yang timbul akibat masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Kondisi ini ditandai dengan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan penurunan kadar:

  • Sel darah merah (anemia): menyebabkan kelelahan dan lemas.
  • Sel darah putih (leukopenia): meningkatkan risiko infeksi.
  • Trombosit (trombositopenia): menyebabkan mudah memar dan perdarahan.

Hal yang perlu digarisbawahi, pansitopenia bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang serius, sehingga memerlukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Mau tahu cara mengatasi anemia? Baca di sini: 7 Cara Mengatasi Anemia pada Anak

Gejala Pansitopenia yang Perlu Diwaspadai

Gejala pansitopenia bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis sel darah yang paling terpengaruh. Beberapa gejala yang umum dialami pasien, yaitu:

  • Kelelahan dan kelemahan yang berlebihan.
  • Mudah memar atau berdarah, bahkan tanpa cedera yang jelas.
  • Infeksi yang sering terjadi atau sulit sembuh.
  • Sesak napas.
  • Pucat pada kulit.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.

Jika mengalami gejala-gejala di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Pansitopenia: Beragam Faktor yang Mendasari

Pansitopenia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

  • Penyakit autoimun: Kondisi seperti lupus atau arthritis rheumatoid dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel darah.
  • Infeksi: Infeksi virus seperti HIV, hepatitis, atau Epstein-Barr virus (EBV) dapat menekan produksi sel darah.
  • Gangguan sumsum tulang belakang: Anemia aplastik, mielodisplasia, atau leukemia dapat mengganggu produksi sel darah di sumsum tulang belakang.
  • Efek samping obat-obatan: Beberapa obat, seperti kemoterapi, antibiotik tertentu, dan obat anti-kejang, dapat menyebabkan pansitopenia.
  • Penyakit limpa: Pembesaran limpa (splenomegali) dapat menyebabkan peningkatan penghancuran sel darah.
  • Kekurangan nutrisi: Kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi dapat mengganggu produksi sel darah.

Mau tahu seperti apa gejala kekurangan nutrisi? Baca di sini: Inilah Gejala Tubuh Mengalami Kekurangan Nutrisi

Diagnosis Pansitopenia: Langkah-Langkah Identifikasi

Diagnosis pansitopenia melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda pansitopenia, seperti pucat, memar, atau pembesaran limpa.
  • Tes darah lengkap (CBC): Tes ini mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam sampel darah.
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang belakang: Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sumsum tulang belakang untuk diperiksa di bawah mikroskop. Hal ini membantu mengidentifikasi masalah pada produksi sel darah.
  • Tes tambahan: Tergantung pada temuan awal, dokter mungkin merekomendasikan tes tambahan untuk mencari penyebab yang mendasari, seperti tes autoimun, tes infeksi, atau tes pencitraan.

Pengobatan Pansitopenia: Menangani Penyebab Utama

Pengobatan pansitopenia bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya dan meredakan gejala. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Transfusi darah: Transfusi darah dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dan trombosit dalam tubuh.
  • Obat-obatan: Obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati infeksi, penyakit autoimun, atau gangguan sumsum tulang belakang yang menyebabkan pansitopenia.
  • Stimulasi sumsum tulang belakang: Dalam beberapa kasus, obat-obatan yang merangsang produksi sel darah di sumsum tulang belakang dapat digunakan.
  • Transplantasi sumsum tulang belakang: Dalam kasus yang parah, transplantasi sumsum tulang belakang mungkin diperlukan untuk menggantikan sumsum tulang belakang yang rusak dengan sel-sel yang sehat.

Baca lebih jauh mengenai transplantasi sumsum tulang belakang di sini: Ini yang Terjadi Setelah Transplantasi Sel Darah dan Batang Sumsum

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan rencana pengobatan yang paling sesuai.

Komplikasi Pansitopenia: Dampak yang Mungkin Terjadi

Pansitopenia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, contohnya:

  • Infeksi parah yang mengancam jiwa.
  • Perdarahan yang tidak terkontrol.
  • Anemia berat yang menyebabkan kelelahan ekstrem dan masalah jantung.
  • Kematian.

Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Pencegahan Pansitopenia: Langkah Menjaga Kesehatan Darah

Meskipun tidak semua penyebab pansitopenia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan darah dan mengurangi risiko:

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang, kaya akan vitamin B12, asam folat, dan zat besi.
  • Hindari paparan bahan kimia beracun dan radiasi.
  • Dapatkan vaksinasi yang direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus.
  • Hindari penggunaan obat-obatan yang tidak perlu.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan pada dokter jika kamu mengalami gejala pansitopenia, terutama jika kamu memiliki riwayat penyakit autoimun, infeksi kronis, atau sedang menjalani pengobatan yang dapat mempengaruhi produksi sel darah. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang pansitopenia atau gejala yang kamu alami, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Nah, bila Si Kecil mengalami keluhan kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter spesialis anak di Halodoc! Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisi anak.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2025. What is Pancytopenia?
Verywell Health. Diakses pada 2025. What Causes Pancytopenia and How It’s Treated.
National Institutes of Health. Diakses pada 2025. National Library of Medicine. Pancytopenia.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Pancytopenia.