
Radang Telinga Tengah: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Radang telinga tengah adalah peradangan pada ruang di belakang gendang telinga yang sering menimbulkan nyeri, demam, dan gangguan pendengaran.

DAFTAR ISI
- Apa itu Radang Telinga Tengah?
- Gejala Radang Telinga Tengah
- Penyebab Radang Telinga Tengah
- 4 Hal Ini Terjadi pada Telinga yang Terinfeksi Bakteri
- Komplikasi Radang Telinga Tengah
- Diagnosis Radang Telinga Tengah
- Pengobatan Radang Telinga Tengah
- Pencegahan Radang Telinga Tengah
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Radang telinga tengah atau otitis media adalah salah satu masalah telinga yang paling sering terjadi, terutama pada anak-anak, namun juga dapat dialami orang dewasa.
Kondisi ini muncul ketika ruang di belakang gendang telinga mengalami peradangan atau infeksi, sehingga menimbulkan nyeri, rasa penuh di telinga, hingga penurunan pendengaran.
Sering kali, radang telinga tengah berawal dari flu, alergi, atau infeksi saluran pernapasan yang merambat ke telinga.
Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala, penyebab, dan pilihan pengobatannya sejak dini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa itu Radang Telinga Tengah?
Radang telinga tengah (otitis media) adalah infeksi atau peradangan pada ruang di belakang gendang telinga. Ruang ini berisi tiga tulang kecil yang berfungsi menghantarkan suara ke otak.
Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri dan seringkali terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek atau flu.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, radang telinga tengah adalah salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak-anak.
Gejala Radang Telinga Tengah
Gejala radang telinga tengah dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Beberapa gejala umum meliputi:
- Nyeri telinga (otalgia), yang bisa terasa tajam atau tumpul.
- Gangguan pendengaran atau penurunan kemampuan mendengar.
- Demam.
- Keluarnya cairan dari telinga (otorrhea), yang bisa berupa nanah atau cairan bening.
- Sakit kepala.
- Kehilangan nafsu makan, terutama pada bayi dan anak-anak.
- Iritabilitas atau rewel pada bayi.
Pada anak-anak, gejala seperti menarik-narik telinga, kesulitan tidur, dan sering menangis juga bisa menjadi tanda radang telinga tengah.
Penyebab Radang Telinga Tengah
Radang telinga tengah seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang mencapai telinga tengah.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya radang telinga tengah meliputi:
- Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), seperti pilek atau flu.
- Alergi.
- Paparan asap rokok.
- Pembengkakan adenoid (kelenjar di belakang hidung).
- Perubahan tekanan udara, seperti saat naik pesawat atau menyelam.
Bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap radang telinga tengah karena saluran eustachius mereka lebih pendek dan lebih horizontal, sehingga memudahkan bakteri dan virus masuk ke telinga tengah.
Hal Ini Terjadi pada Telinga yang Terinfeksi Bakteri
Saat telinga terinfeksi bakteri, ada beberapa hal yang bisa terjadi:
- Peradangan dan Nyeri. Infeksi bakteri menyebabkan peradangan pada telinga tengah, yang mengakibatkan nyeri. Nyeri ini bisa sangat mengganggu, terutama pada anak-anak.
- Penumpukan Cairan. Infeksi dapat menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah. Cairan ini bisa berupa nanah jika infeksi parah.
- Gangguan Pendengaran. Penumpukan cairan dan peradangan dapat mengganggu fungsi normal telinga tengah, menyebabkan gangguan pendengaran sementara.
- Demam. Infeksi bakteri seringkali disertai dengan demam, yang merupakan respons tubuh terhadap infeksi.
Komplikasi Radang Telinga Tengah
Jika tidak diobati, radang telinga tengah dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Gangguan pendengaran permanen.
- Mastoiditis (infeksi pada tulang mastoid di belakang telinga).
- Meningitis (infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang).
- Ruptur gendang telinga.
- Kolesteatoma (pertumbuhan kulit abnormal di telinga tengah).
Oleh karena itu, penting untuk segera mencari pengobatan jika mengalami gejala radang telinga tengah.
Nah untuk mencegah komplikasi yang berbahaya, Ibu juga bisa mencari tahu kapan sebaiknya membawa anak ke dokter di sini: Kapan Waktu yang Tepat Pergi ke Spesialis THT.
Diagnosis Radang Telinga Tengah
Diagnosis radang telinga tengah biasanya dilakukan oleh dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) melalui pemeriksaan fisik.
Dokter akan menggunakan otoskop, alat dengan lampu dan kaca pembesar, untuk melihat ke dalam telinga dan memeriksa gendang telinga.
Beberapa tanda radang telinga tengah yang dapat dilihat dengan otoskop meliputi:
- Gendang telinga yang merah dan meradang.
- Gendang telinga yang menonjol atau tertarik ke dalam.
- Adanya cairan di belakang gendang telinga.
- Gendang telinga yang pecah (perforasi).
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin melakukan tes pendengaran (audiometri) untuk menilai tingkat gangguan pendengaran.
Pengobatan Radang Telinga Tengah
Pengobatan radang telinga tengah tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Antibiotik: Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik, meskipun gejala sudah membaik.
- Obat pereda nyeri: Obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan demam.
- Dekongestan: Dekongestan dapat membantu membuka saluran eustachius dan mengurangi tekanan di telinga tengah.
- Miringotomi: Dalam kasus yang parah atau berulang, dokter mungkin melakukan miringotomi, yaitu membuat sayatan kecil pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan.
Menurut WHO, penggunaan antibiotik harus bijaksana dan hanya digunakan jika benar-benar diperlukan untuk menghindari resistensi antibiotik.
Kamu alami sakit telinga? Salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan obat tetes.
Temukan rekomendasinya di sini: Ini 5 Obat Tetes Telinga untuk Mengeluarkan Kotoran yang Ampuh di Apotek.
Pencegahan Radang Telinga Tengah
Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah radang telinga tengah meliputi:
- Vaksinasi influenza dan pneumokokus.
- Menghindari paparan asap rokok.
- Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan.
- Mencuci tangan secara teratur.
- Menghindari penggunaan dot saat bayi berbaring.
Dengan menjaga kebersihan dan menghindari faktor risiko, dapat mengurangi risiko terkena radang telinga tengah.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala radang telinga tengah, terutama jika:
- Nyeri telinga sangat parah.
- Demam tinggi.
- Keluarnya cairan dari telinga.
- Gangguan pendengaran yang signifikan.
- Gejala tidak membaik setelah beberapa hari.
Pemeriksaan dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.
Kesimpulan
Radang telinga tengah adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan nyeri dan gangguan pendengaran.
Dengan memahami gejala, penyebab, dan cara pencegahannya, dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari infeksi ini.
Jika mengalami gejala radang telinga tengah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Konsultasi dengan dokter spesialis THT kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


