• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Wanita Muda Kena Kista, Pengaruh Pola Makan yang Buruk?

Wanita Muda Kena Kista, Pengaruh Pola Makan yang Buruk?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

 Halodoc, Jakarta - Kista adalah salah satu gangguan pada rahim wanita yang cukup umum terjadi. Kondisi ini bisa dialami wanita muda atau berusia menengah. Kista ovarium adalah kantung berisi cairan di ovarium atau di permukaannya. Kebanyakan kista ovarium tidak menunjukkan gejala dan biasanya seorang wanita mengalami rasa tidak nyaman atau perdarahan berat selama menstruasi. Pada banyak kasus, kista bisa menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Diet modifikasi, seperti menghindari makanan tertentu, dianggap para ahli tidak bisa diandalkan sebagai pengobatan untuk kista ovarium. Namun beberapa pola makan yang baik mempengaruhi perkembangan mereka. Selain itu, pola makan yang sehat juga memainkan peran dalam pengelolaan sindrom ovarium polikistik (PCOS), sindrom klinis yang ditandai dengan obesitas, menstruasi yang tidak teratur, kadar hormon abnormal, dan kehadiran banyak kista ovarium kecil.

Baca juga: Kenali Gejala Kista Ovarium

Pola Makan Buruk Bisa Sebabkan Kista?

Bukti awal menunjukkan pola diet tertentu meningkatkan risiko mengembangkan kista ovarium. Penelitian yang diterbitkan European Journal of Obstetrics, Gynecology and Reproductive Biology, mengungkapkan daging merah dan keju dapat meningkatkan risiko jenis kista ovarium tertentu, sementara makan sayuran hijau memiliki efek perlindungan. 

Sementara itu, untuk kasus PCOS yang mana indung telur wanita memiliki banyak kista,  kondisi ini terkait dengan gangguan aksi insulin, obesitas perut, infertilitas dan peningkatan risiko diabetes. Penurunan berat badan dan olahraga adalah strategi pengobatan utama.

Cara untuk mengatasinya adalah konsumsi lebih rendah lemak, konsumsi serat yang lebih tinggi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari kelebihan kalori dan menyebarkan kalori harian menjadi makanan kecil dan efektif untuk mengendalikan berat badan serta meningkatkan kinerja insulin.

Baca juga: 10 Hal Ini Bisa Menyebabkan Kista Ovarium

Beberapa Hal untuk Mengobati Kista

Kista umumnya hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, terdapat langkah penanganan yang bisa dilakukan tergantung dari jenis dan ukuran kista, serta usia pengidapnya, seperti:

  • Pemantauan Rutin. Jika kista masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, penting untuk melakukan pemantauan dengan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kista sudah hilang atau semakin membesar.  Sementara pada pengidap pasca-menopause, pemeriksaan USG, dan tes darah perlu dilakukan tiap 4 bulan. Hal ini dilakukan karena pengidap kista dalam kondisi ini lebih berisiko mengalami kanker ovarium.

  • Konsumsi Pil KB. Kista juga bisa diresepkan untuk mencegah kista muncul. Namun, konsumsi pil KB tidak dapat mengecilkan kista yang sudah ada.

  • Prosedur Operasi. Operasi bisa dilakukan jika kista terus membesar, masih tetap ada setelah melewati lebih dari 3 siklus menstruasi, atau menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas. Prosedur operasi bertujuan mengangkat kista. Bahkan pada kasus yang lebih parah, ovarium bisa ikut diangkat saat tindakan pengangkatan kista.  Operasi pengangkatan kista yang masih kecil dapat dilakukan dengan metode laparoskopi, yaitu membuat sayatan kecil yang dibantu alat laparoskop, yaitu alat seperti selang berkamera. Nah, untuk kista yang lebih besar atau kista yang bersifat ganas, dokter melakukan pembedahan perut terbuka atau laparotomi.

Baca juga: Kista Ovarium Bisa Terjadi pada Usia Remaja?

Pencegahan Kista

Sayangnya, tidak ada cara untuk mencegah kista ovarium. Pemeriksaan panggul teratur membantu memastikan bahwa perubahan dalam ovarium bisa didiagnosis sedini mungkin. Waspada terhadap perubahan dalam siklus menstruasi, termasuk gejala menstruasi yang tidak biasa, terutama yang bertahan selama lebih dari beberapa siklus. Periksakan diri ke rumah sakit tentang perubahan yang menyangkut hal ini. Buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis. 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Ovarian Cyst.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ovarian Cyst.
LiveStrong. Diakses pada 2020. Are There Foods to Avoid With Ovarian Cysts?