• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Infertilitas Sekunder Hanya Dipengaruhi oleh Faktor Wanita?

Cek Fakta: Infertilitas Sekunder Hanya Dipengaruhi oleh Faktor Wanita?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cek Fakta: Infertilitas Sekunder Hanya Dipengaruhi oleh Faktor Wanita?

“Banyak pasangan mengira, ketika mereka berhasil melahirkan anak pertama, maka kehamilan kedua juga akan lebih mudah. Nah, infertilitas sekunder kehamilan adalah kondisi yang sering diabaikan pasangan yang berencana hamil kedua. Kondisi ini bisa disebabkan oleh usia, penyakit, hingga masalah hormon yang tidak diketahui sebelumnya. Namun, benarkah infertilitas sekunder disebabkan oleh faktor atau masalah kesehatan pada wanita saja?.”

Halodoc, Jakarta – Banyak pasutri mengira jika sukses pada kehamilan pertama, maka mereka menganggap tidak memiliki masalah pada kesuburan. Dengan begitu kehamilan kedua juga akan sama mudahnya. Namun, jarang disadari bahwa ada sebuah kondisi yang dinamakan infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder mengacu pada ketidakmampuan pasangan untuk mengandung anak kedua atau berikutnya. Melihat infertilitas secara keseluruhan, diperkirakan 12 persen wanita di Amerika Serikat mengalami kesulitan untuk kehamilan berikutnya. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai emosi, seperti kesedihan, bingung, dan rasa bersalah. 

Lantas, benarkah masalah ini hanya dipicu oleh masalah dari pihak wanita saja? 

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Kehamilan di Minggu Pertama

Juga Bisa Dipicu dari Pihak Pria

Ada dua jenis infertilitas, yaitu primer dan sekunder. Infertilitas primer yaitu ketika pasangan tidak bisa hamil setelah 6 bulan hingga 1 tahun mencoba, jika usia 35 tahun atau lebih. Sementara itu, pasangan yang mengalami infertilitas sekunder, mengalami kesulitan hamil setelah berhasil hamil setidaknya sekali sebelumnya. 

Sama seperti infertilitas primer, infertilitas sekunder dapat terjadi karena masalah pada kesuburan. Perlu diketahui, kesuburan seseorang dapat berubah bahkan setelah melahirkan anak. Begitu juga pada pasangan pria.

Ada daftar panjang penyakit dan kondisi berkaitan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Hal ini bisa membuat seseorang frustasi, sehingga bisa menambah masalah.

Hal yang perlu ditegaskan, tidak hanya wanita, pria juga bisa mengalami infertilitas sekunder. Bahkan sebanyak 30-40 persen risiko berasal dari pria. Terlebih jika pria memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya sering merokok, minum alkohol, kurang istirahat, dan tidak pernah berolahraga. Hal-hal tersebut justru bisa menyebabkan kerusakan DNA. 

Dengan kata lain, infertilitas sekunder ini tak hanya dipicu oleh masalah kesehatan dari pihak wanita saja. Pasalnya, sekitar sepertiga kasus infertilitas berkaitan dengan infertilitas pria, sepertiga lainnya terkait infertilitas wanita, dan sepertiga lainnya terkait dengan masalah pada pria dan wanita atau tidak dapat dijelaskan. 

Penyebab Infertilitas Sekunder dan Siapa Saja yang Berisiko

Infertilitas sekunder disebabkan oleh masalah yang sama dengan infertilitas primer. Penyebab tersebut antara lain:

Pada pria

  • Infertilitas pria karena jumlah sperma yang rendah atau tidak ada, masalah dengan bentuk sperma (morfologi sperma), atau masalah dengan pergerakan sperma (motilitas sperma).
  • Gangguan tiroid.
  • Hiperprolaktinemia.
  • Kelainan genetik.
  • Varikokel.
  • Kelainan saluran sperma.

Pada wanita

  • Masalah dengan ovulasi, apakah ovulasi tidak teratur atau anovulasi.
  • Tuba falopi yang tersumbat.
  • Endometriosis.
  • Fibroid.
  • Keguguran berulang. 
  • Masalah imunologis (masalah dengan sel pembunuh alami atau antibodi antisperma).
  • Masalah dengan endometrium.
  • Adhesi atau jaringan parut rahim.

Namun yang sering jadi pertanyaan adalah mengapa pembuahan tidak terjadi pada kehamilan kedua? Nah, infertilitas sekunder dapat terjadi ketika:

Baca juga: Tips Berhubungan Intim Sesuai Trimester Kehamilan

  • Usia lebih tua. Jika kamu memiliki anak pertama pada usia 35 tahun, dan mencoba hamil kedua pada usia 38 tahun, kesuburan kamu atau pasangan secara alami menurun secara signifikan.
  • Menikah dengan pasangan baru. Bisa jadi pasangan baru kamu memiliki masalah infertilitas yang tidak terdiagnosis. Namun, mungkin juga orang yang memiliki anak dari hubungan sebelumnya telah mengalami masalah kesuburan.
  • Masalah kesuburan memburuk. Mungkin kamu pernah mengalami endometriosis atau PCOS subklinis. Mungkin cadangan ovarium sudah menurun, tapi kamu tidak tahu. 
  • Penambahan berat badan. Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat menyebabkan masalah ovulasi pada wanita, dan mungkin berdampak pada kesehatan sperma pria.
  • Mengalami penyakit yang baru muncul. Mungkin kamu atau pasangan mengidap diabetes, atau mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Kehamilan atau kelahiran sebelumnya menyebabkan masalah kesuburan. Misalnya infeksi panggul, perlengketan rahim atau saluran tuba tersumbat.

Di sisi lain, infertilitas sekunder tidak memiliki alasan yang jelas. Ada banyak hal tentang kesuburan yang tidak dipahami dan tidak semua masalah memiliki semua jawaban. 

Jangan Tunda untuk Ke Dokter

Jika kamu berusia di bawah 35 tahun, cobalah diskusikan dengan dokter bila tidak hamil setelah satu tahun mencobanya bersama pasangan. Sedangkan untuk mereka di atas 35 tahun, segeralah temui dokter bila tidak kunjung hamil setelah enam bulan mencobanya. 

Selain itu, berapa pun usia seseorang, jika mengalami dua kali keguguran berturut-turut, segera temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat. Hal yang perlu digarisbawahi, beberapa penyebab infertilitas dapat memburuk dari waktu ke waktu. Menunda bantuan dokter dapat mengurangi peluang untuk berhasil hamil.

Baca juga: 6 Makanan yang Meningkatkan Kesuburan

 Nah, itulah beberapa fakta yang perlu diketahui tentang infertilitas sekunder. Pasangan yang berhasil memiliki anak pertama, bukan berarti terhindar dari masalah kesuburan. Kesimpulannya, infertilitas sekunder faktanya juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan dari pihak pria, sehingga  sulit untuk mendapatkan kehamilan kedua atau berikutnya. 

Jika berencana memiliki anak kedua atau berikutnya, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan terlebih dulu ke dokter. Kamu bisa membicarakan usaha yang sudah kamu coba dan keluhan terkait kesuburan pada dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu inti masalah bisa ditemukan dan ditangani bersama dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Secondary Infertility: Why You Might Have Trouble Getting Pregnant Again
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Secondary infertility: Why does it happen?
Healthline. Diakses pada 2021. Secondary Infertility: What It Means and What You Can Do
Very Well Family. Diakses pada 2021. Secondary Infertility Causes and Treatments
Parents. Diakses pada 2021. What is Secondary Infertility? Causes, Statistics, and Treatment Options
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2021. Swaddling your baby.
Healthchildren.org. Diakses pada 2021. Swaddling: Is it Safe?