Fakta Prediabetes di Balik Kadar Gula Normal yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Fakta Prediabetes di Balik Kadar Gula Normal yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Jika nama ‘diabetes’ mungkin sudah tak asing lagi, bagaimana dengan prediabetes? Seperti kata ‘pre’ yang disematkan di namanya, prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi belum dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Kendati demikian, pengidap prediabetes bisa mengalami diabetes tipe 2, jika tidak segera mengubah gaya hidupnya. Untuk itu, yuk simak beberapa fakta tentang prediabetes yang sepertinya perlu diketahui.

1. Tidak Bergejala, sehingga Sulit Dideteksi

Berbeda dengan diabetes pada umumnya, prediabetes tidak menunjukkan gejala tertentu, sehingga kebanyakan pengidapnya tidak menyadari bahwa mereka mengalami prediabetes. Meski demikian, agar dapat lebih waspada, seseorang yang kadar gula dalam darahnya melebihi batas normal harus mengetahui gejala yang biasa dialami pengidap diabetes tipe 2, seperti:

  • Mudah lelah.

  • Penglihatan menjadi kabur.

  • Sering merasa haus dan lapar.

  • Lebih sering buang air kecil.

  • Berat badan menurun.

Baca juga: Prediabetes Bisa Jadi Diabetes dalam 10 Tahun?

2. Menjadi Tanda Bahwa Tubuh Tidak Bisa Mengolah Glukosa dengan Baik

Prediabetes terjadi saat gula (glukosa) mulai menumpuk dalam aliran darah karena tubuh tidak bisa mengolahnya dengan baik. Glukosa berasal dari makanan, dan akan masuk ke aliran darah saat makanan dicerna. Agar glukosa bisa diolah menjadi energi, tubuh membutuhkan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

Pada pengidap prediabetes, proses tersebut terganggu. Glukosa yang seharusnya masuk ke sel tubuh untuk diolah menjadi energi, malah menumpuk di aliran darah. Hal tersebut terjadi karena pankreas tidak banyak menghasilkan insulin, atau karena resistensi insulin, yaitu ketika sel tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin dengan seharusnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, kadar gula dalam darah akan terus meningkat, dan pengidap prediabetes akan terserang diabetes tipe 2.

3. Faktor Risikonya Sama Seperti pada Diabetes Tipe 2

Faktor risiko pada prediabetes sama seperti faktor risiko pada diabetes tipe 2. Hal ini karena umumnya pengidap diabetes tipe 2 sebelumnya mengalami kondisi prediabetes. Faktor risiko tersebut, antara lain:

  • Berusia di atas 45 tahun.

  • Terlalu banyak mengonsumsi soda, makanan kemasan, daging merah dan minuman manis.

  • Merokok.

  • Aktivitas fisik kurang.

  • Hipertensi.

  • Kolesterol tinggi.

  • Berat badan lahir rendah.

  • Obesitas.

  • Mengidap diabetes saat kehamilan (diabetes gestasional).

  • Mengidap PCOS.

Baca juga: Masih Muda Sudah Prediabetes, Harus Apa?

4. Jika Tidak Segera Ditangani, Dapat Memicu Berbagai Penyakit

Jika tidak segera ditangani, prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan penyakit lain, seperti:

  • Stroke.

  • Luka pada kaki yang berisiko amputasi.

  • Infeksi.

  • Penyakit jantung koroner dan penyakit arteri perifer.

  • Gagal ginjal kronis.

  • Kerusakan mata dan kebutaan.

  • Kolesterol tinggi.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Masalah pendengaran.

  • Alzheimer.

5. Bisa Diatasi dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Satu-satunya hal yang dapat dilakukan pengidap prediabetes jika tidak ingin mengembangkan kondisinya menjadi penyakit berbahaya, adalah dengan mulai menjalani gaya hidup sehat. Selain bisa menormalkan kembali kadar gula darah, gaya hidup sehat juga bisa mencegah prediabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Pengidap prediabetes bisa memulai gaya hidup sehat dengan memperbanyak aktivitas fisik. Pilihlah olahraga yang tidak terlalu menyita tenaga, dan lakukan selama 30 hingga 60 menit beberapa hari dalam seminggu. Olahraga akan membuat tubuh menggunakan glukosa sebagai energi, sehingga mencegah penumpukan glukosa dalam darah dan bisa menurunkan berat badan berlebih. Mengurangi berat badan 5 hingga 10 persen dari keseluruhan berat badan bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 pada pengidap prediabetes.

Baca juga: 8 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Pengidap Prediabetes

Pada saat yang sama, ubah menu makanan dari yang selama ini menjadi penyebab tingginya kadar gula dalam darah, ke menu makanan sehat. Pilihlah menu makanan yang berserat tinggi, tetapi rendah lemak dan kalori, seperti buah, sayur dan gandum. Selain itu, kurangi konsumsi alkohol, membatasi asupan garam tidak lebih dari 1.500 miligram per hari, dan juga mengurangi makanan manis.

Itulah sedikit penjelasan tentang prediabetes. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!