• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Terjadi Jika Seseorang Terkena Kanker Otak

Hal yang Terjadi Jika Seseorang Terkena Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hal yang Terjadi Jika Seseorang Terkena Kanker Otak

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan abaikan kondisi sakit kepala yang buruk di pagi hari secara berulang. Apalagi jika gejala ini disertai dengan kesulitan berpikir dan gangguan penglihatan. Beberapa keluhan kesehatan tersebut bisa menjadi tanda penyakit kanker otak.

Baca Juga: Lemak Menjadi Sumber Energi Sel Kanker Otak, Benarkah?

Kanker otak terjadi saat sel-sel di otak tumbuh tidak terkendali, sehingga membentuk massa yang disebut tumor. Tumor yang bersifat kanker ini kemudian memengaruhi fungsi tubuh dan berisiko mengancam jiwa. Penyebab utamanya diduga memiliki kebiasaan merokok atau paparan radiasi. Untuk itu, tidak ada salahnya kenali lebih banyak mengenai kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kanker otak.

Inilah yang Terjadi Saat Seseorang Mengalami Kanker Otak

Kanker otak adalah pertumbuhan berlebih dari sel otak yang membentuk massa dan dikenal sebagai tumor. Perkembangan kanker otak biasanya akan berbeda-beda disesuaikan dengan jenis tumornya. Untuk itu, sangat penting mengetahui gejala atau tanda dari kanker otak agar kondisi ini segera ditangani.

Biasanya, ada beberapa kondisi yang akan terjadi ketika seseorang mengalami kanker otak. Jangan abaikan sakit kepala yang terasa semakin memburuk pada pagi hari. Kondisi ini bisa menjadi tanda kanker otak apalagi jika disertai dengan mual, muntah, hingga kehilangan keseimbangan.

Kesulitan berjalan, mengalami penurunan daya ingat, kesulitan berpikir, gangguan penglihatan, kesemutan, hingga rasa kantuk terus menerus bisa menjadi tanda lain yang perlu diwaspadai terkait penyakit kanker otak.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker otak, tetapi memiliki riwayat keluarga dengan kanker otak bisa memicu seseorang mengalami hal serupa. Selain itu, memiliki penyakit kanker jenis lain, seperti kanker paru, kanker payudara, dan kanker kulit juga dapat meningkatkan risiko sel kanker menyebar hingga ke otak.

Meningkatnya usia, kebiasaan merokok dalam waktu yang cukup panjang, hingga paparan pestisida dan timbal dalam waktu lama pun meningkatkan risiko kanker otak.

Baca Juga: Jangan Takut, Radiasi Smartphone Tidak Sebabkan Kanker Otak

Inilah Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Kanker Otak

Individu yang curiga mengalami gejala tumor otak, bisa melakukan salah satu dari berbagai macam prosedur untuk mendeteksi keberadaan kanker otak. Opsi pengujian yang bisa dipilih:

  1. Pemeriksaan neurologis untuk menentukan apakah ada tumor yang memengaruhi fungsi otak.
  2. Tes pencitraan, seperti CT Scan, MRI, dan pemindaian positron emission tomography (PET), untuk mendeteksi lokasi tumor.
  3. Tusukan lumbal, yakni prosedur dengan mengumpulkan sampel kecil cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang untuk memeriksa sel-sel kanker
  4. Biopsi otak yang dilakukan dengan prosedur pembedahan untuk mengambil sejumlah kecil tumor yang akan dijadikan sampel untuk diuji.

Setelah kanker didiagnosis, maka pengidap bisa berdiskusi dengan dokter perihal opsi perawatan apa yang akan dipilih. Berikut contoh opsi perawatan untuk atasi kanker otak.

Lakukan Ini untuk Perawatan Kanker Otak

Perawatan untuk tumor otak bertujuan untuk menghilangkan sel kanker sebanyak mungkin dan mencoba untuk menghentikannya kembali. Perawatannya bisa berupa:

  1. Operasi. Ini dilakukan dengan membedah sebagian kecil tengkorak untuk mengangkat tumor. 
  2. Radioterapi. Perawatan ini dilakukan dengan bantuan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya radioterapi dilakukan sebelum operasi guna mengecilkan ukuran kanker atau setelah operasi untuk menghapus sisa-sisa kanker setelah operasi.
  3. Kemoterapi. Sama seperti radioterapi, kemoterapi bisa dilakukan sebelum atau sesudah prosedur operasi. Kemoterapi dilakukan dengan bantuan obat-obatan kanker untuk membunuh sel kanker.
  4. Radiosurgery. Prosedur ini menitikberatkan sinar radiasi kecil ke area kanker apabila pengidap tidak dapat menjalani operasi
  5. Implan Carmustine (Glial Wafer). Ini adalah jenis perawatan baru dengan memberikan obat kemoterapi langsung ke dalam otak untuk beberapa tumor dengan tingkat kekambuhan tinggi. Glial wafer yang mengandung obat kemoterapi jenis alkylating agents ditempatkan pada bagian otak yang diangkat melalui prosedur bedah. Secara perlahan glial wafer ini akan melepaskan obat kanker untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari sel kanker tersebut.

Baca Juga: Ini 7 Makanan Pemicu Tumor Otak

Itulah beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker otak. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat, memulai gaya hidup sehat, dan juga rutin berolahraga untuk menghindari penyakit kanker.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Brain Tumor.
Web MD. Diakses pada 2021. Brain Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. Brain Cancer.