Ibu Hamil Mengidap Herpes Genital, Apa Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ibu Hamil Mengidap Herpes Genital, Apa Dampaknya?

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya pada masa kehamilan, ibu harus selalu menjaga kesehatan. Kondisi ini dilakukan untuk menghindarkan dari penyakit yang berbahaya untuk menyerang ibu hamil, salah satunya adalah herpes genital.

Baca juga: Bisakah Bumil Pengidap Herpes Genital Persalinan Normal?

Penyakit herpes genital adalah salah satu penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Penyakit ini ditandai dengan munculnya bentol-bentol yang berisi cairan pada sekitar alat kelamin, anus hingga mulut. Penyakit ini umum terjadi pada pria maupun wanita, namun biasanya wanita lebih rentan mengalami penyakit ini.

Meskipun penyakit herpes genital lebih banyak ditularkan melalui hubungan intim, namun sentuhan pada area yang mengalami kondisi herpes genital dapat menjadi media penularan. Sekali seseorang terinfeksi HSV, virus ini terus berada dalam tubuh meskipun terkadang kondisi virus istirahat atau tidak menimbulkan gejala apapun.

Dampak Ibu Hamil Mengalami Herpes Genital

Bahayanya, ibu hamil yang mengalami kondisi herpes genital dapat menularkan virus ini pada anak yang dilahirkan. Meskipun begitu, dampak berbeda sesuai dengan paparan virus pada ibu hamil, di antaranya:

1. Ibu Hamil Terinfeksi Herpes Sebelum Mengandung

Jika ibu hamil terinfeksi sebelum mengandung, maka hanya ada kemungkinan kecil penyakit ini membahayakan bayi dalam kandungan. Hal ini karena antibodi yang digunakan untuk melawan herpes genital otomatis diturunkan oleh ibu pada anak.

2. Ibu Hamil Terinfeksi Herpes pada Trimester Pertama dan Trimester Kedua

Ibu yang mengalami kondisi herpes pada trimester pertama dan kedua kehamilan dapat berdampak buruk pada kandungan seperti keguguran. Jika kehamilan tetap berlanjut, akan ada risiko dalam pertumbuhan serta perkembangan janin dalam kandungan. Tidak hanya itu,  kondisi meningkatkan risiko bayi juga tertular.

3. Ibu Hamil Terinfeksi Herpes pada Trimester Ketiga

Jika ibu pertama kali mengalami herpes ketika memasuki usia trimester ketiga kehamilan, risiko bayi tertular semakin besar. Hal ini karena ibu dan bayi sudah tidak memiliki banyak waktu untuk membuat antibodi dalam tubuh. Untuk mencegah penularan, biasanya dokter tidak menyarankan ibu untuk melahirkan secara normal, namun persalinan disarankan melalui tindakan operasi caesar.

Baca juga: Hati-Hati Risiko Ibu Hamil Tularkan Herpes ke Janin

Apa yang Terjadi Ketika Bayi Tertular Herpes?

Saat bayi yang baru dilahirkan mengalami penyakit herpes, kondisi ini dikenal sebagai herpes neonatal. Tidak hanya ibu, herpes akan berdampak buruk bagi bayi. Berbagai masalah serius bisa menyerang bayi dan parahnya dapat mengancam nyawa bayi. Kenali masalah-masalah yang dapat dialami oleh bayi ketika mengalami herpes neonatal.

Bayi yang mengalami herpes neonatal dapat mengalami infeksi di beberapa bagian tubuhnya seperti infeksi kulit, infeksi mata, dan infeksi mulut. Biasanya, infeksi muncul ketika bayi memasuki usia 1-2 minggu. Jika herpes hanya terjadi di bagian luar tubuh, kondisi ini tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Sebaiknya penyakit ini segera diatasi sejak dini agar tidak menimbulkan masalah lain pada kulit.

Herpes neonatal yang tidak ditangani juga dapatmenjadi herpes diseminata. Penyakit ini memengaruhi organ tubuh lainnya pada bayi seperti paru-paru dan juga hati.

Sebaiknya penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi pada ibu hamil agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga. Jangan lupa untuk lakukan pencegahan agar tidak tertular penyakit herpes genital seperti rutin memeriksakan diri ke dokter.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai pencegahan herpes genital pada ibu hamil. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan ibu hamil. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Selain Menggunakan Kondom, Ini Cara Mencegah Herpes Genital