Bisakah Bumil Pengidap Herpes Genital Persalinan Normal?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bisakah Bumil Pengidap Herpes Genital Persalinan Normal?

Halodoc, Jakarta – Herpes genital adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi pada alat kelamin, baik pada wanita maupun pria. Kondisi ini masuk dalam jenis infeksi menular seksual (IMS) yang harus diwaspadai. Herpes genital umumnya ditularkan melalui hubungan intim dari orang yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Penyakit ini biasanya dikenali dengan munculnya luka melepuh di sekitar area intim. Luka yang muncul biasanya berwarna kemerahan dan terasa sakit. Kabar buruknya, luka yang muncul karena penyakit ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Lantas, apakah ibu hamil yang mengidap herpes genital masih bisa menjalani persalinan dengan cara normal?

Baca juga: Ibu Hamil Kena Penyakit Kelamin, Ini Dampak untuk Janin

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ibu hamil dinyatakan mengidap herpes genital, mulai dari kondisi fisik, risiko penularan pada janin, serta cara persalinan yang akan dipilih kelak. Pasalnya, penyakit ini sangat mudah ditularkan dari ibu kepada bayi yang akan dilahirkan. Meski begitu, tidak semua ibu hamil yang mengidap herpes genital pasti akan menularkan penyakit ini.

Apakah ibu hamil yang mengidap herpes masih bisa melahirkan normal? Bisa saja! Tapi, hal itu tergantung pada waktu ibu terinfeksi penyakit ini. Biar lebih jelas, yuk cari tahu kemungkinan ibu melahirkan normal berdasarkan waktu herpes menginfeksi!

Terserang Herpes Sebelum Masa Kehamilan

Jika ibu terserang herpes genital sebelum masa kehamilan, risiko penularan herpes pada calon bayi sangat rendah. Hal itu terjadi karena peran dari antibodi yang dibentuk oleh ibu dan bayi selama hamil tidak terpengaruh.

Malahan antibodi yang terbentuk selama masa kehamilan dapat membantu melawan penyebaran penyakit dan virus herpes. Artinya, ibu tetap akan bisa melahirkan dengan persalinan normal.

Baca juga: Jadi Infeksi Menular Seksual, Ini Penyebab Herpes Genital

Herpes pada Trimester pertama dan kedua

Risiko penularan herpes ke janin menjadi lebih tinggi jika ibu baru terinfeksi pada trimester pertama hingga kedua kehamilan. Tapi tidak perlu khawatir, risiko masih tergolong tidak terlalu tinggi jika calon ibu mendapat virus herpes pada masa ini. Terinfeksi virus herpes pada trimester pertama dan kedua alis pada 27 minggu awal kehamilan tidak akan membuat bayi 100 persen akan mengalami penyakit yang sama.

Masih ada peluang bayi untuk “bebas” dan terlahir dengan sehat. Asalkan, ibu tetap memperhatikan beberapa hal terkait kesehatan dan keselamatan janin. Terinfeksi virus pada trimester kedua mungkin akan membuat ibu perlu untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengurangi risiko berlanjut.

Pada kondisi ini, ibu masih mungkin melahirkan dengan cara normal, tapi tentu harus ada persetujuan dari dokter. Pada kasus yang lebih parah, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk menjalani persalinan secara caesar, untuk menghindari bayi bersentuhan langsung dengan luka herpes.

Herpes Terjadi di Trimester akhir

Ibu tidak dianjurkan menjalani persalinan normal jika herpes terjadi di trimester ketiga. Sebagai gantinya, ibu akan disarankan untuk menjalani operasi Caesar untuk menurunkan menurunkan risiko penularan yang bisa terjadi jika bayi mengalami kontak langsung dengan luka herpes yang dimiliki ibu.

Herpes yang menyerang ibu hamil di trimester tiga membuat risiko penularan pada bayi semakin tinggi. Sebab, baik ibu maupun janin tidak memiliki banyak waktu untuk membangun antibodi. Padahal, hal ini sangat penting untuk pelindung dari infeksi virus.

Baca juga: Ini Alasan Herpes Genital Gampang Menular

Cari tahu lebih lanjut seputar penularan herpes genital selama kehamilan dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!