Inilah Mitos Kesehatan yang Keliru Tetapi Dipercaya Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mungkin kamu familiar dengan saran-saran seperti “berenang setelah makan akan membuat kamu kram” atau “makanan yang jatuh ke lantai belum 5 detik boleh dimakan”. Ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan kesehatan tersebut mungkin hampir setiap hari pernah kamu dengar. Perlu kamu ketahui bahwa ungkapan-ungkapan tersebut adalah mitos belaka.

Baca juga: Ini Mitos Kesehatan yang Populer Tapi Salah

Nah, sudah waktunya kamu mengakhiri mitos, kesalahpahaman, dan ketidakakuratan yang diturunkan selama berabad-abad. Untuk memperjelas gagasan di atas, berikut ini adalah koreksi “fakta” kesehatan paling populer yang pernah kamu dengar.

MITOS: Minum Susu Baik untuk Tubuh

Kamu mungkin sudah sering mendengar bahwa mengonsumsi banyak susu baik untuk kesehatan tubuh. Susu dianggap sebagai minuman sehat, sehingga mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Perlu kamu ketahui bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Memang ada anjuran dari The US Department of Agriculture untuk mengonsumsi tiga gelas susu per harinya. Gunanya adalah untuk memenuhi asupan kalsium dan vitamin D. Namun, nyatanya beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi susu atau suplemen vitamin D tidak berkaitan dengan berkurangnya risiko patah tulang.

MITOS: Makanan Organik Bebas Pestisida Lebih Bergizi

Makanan organik tidak bebas dari pestisida dan itu tidak selalu lebih baik untuk kamu. Petani yang menanam produk organik diizinkan menggunakan bahan kimia yang berasal dari alam, bahkan dalam beberapa kasus justru lebih buruk bagi lingkungan daripada rekan-rekan sintesis mereka. 

Hanya saja tingkat pestisida pada makanan organik dan non-organik sangat rendah, sehingga mereka tidak perlu dikonsumsi. Mengonsumsi makanan organik juga tidak memiliki manfaat nutrisi dibandingkan makanan non-organik. 

MITOS: Aturan “5 Detik” Ketika Makanan Terjatuh ke Lantai

Merupakan hal yang mengecewakan ketika makanan yang benar-benar ingin kamu makan malah jatuh ke lantai. Namun, jika kamu mengambilnya dalam lima detik, tidak apa-apa, kan? Aturan lima detik bukanlah hal yang nyata. Bakteri dapat mencemari makanan dalam milidetik. Makanan lembap menarik lebih banyak bakteri daripada makanan kering, tetapi tetap tidak ada “durasi aman”. Sebaliknya, keamanan tergantung pada seberapa bersih permukaan tempat kamu menjatuhkan makanan. 

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Kulit yang Berjerawat

MITOS: Makan Cokelat Akan Menyebabkan Jerawat

Ini adalah gagasan yang salah. Selama satu bulan, para ilmuwan memberi makan lusinan permen orang yang mengandung 10 kali jumlah cokelat biasa, dan lusinan batang cokelat palsu lainnya. Ketika mereka menghitung jerawat sebelum dan setelah setiap diet, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok tersebut. Baik coklat maupun lemak tampaknya tidak berpengaruh pada jerawat. 

MITOS: Gula Alami Seperti Madu Lebih Baik daripada Gula Olahan

Granola yang dibuat dengan madu sebagai pengganti sirup jagung fruktosa tinggi tidak lebih baik untuk kamu. Itu karena gula dalam produk alami seperti buah dan produk sintetis seperti permen adalah sama. Ada konsensus yang hampir bulat bahwa efek biologis dari sirup jagung fruktosa tinggi pada dasarnya sama dengan madu. Permasalahannya adalah permen dan produk yang berkaitan lainnya biasanya mengandung lebih banyak gula per sajian, yang berarti lebih banyak kalori. 

Baca juga: Jangan Tertipu, Ini Mitos dan Fakta Hamil Muda

Itulah beberapa mitos yang beredar di masyarakat yang sebaiknya kamu ketahui. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak mengenai mitos dan fakta kesehatan, kamu bisa menanyakannya pada dokter di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berdiskusi dengan dokter kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:

Business Insider. Diakses pada 2019. 49 Health ‘Facts’ You’ve Been Told All Your Life that Are Totally Wrong