Ad Placeholder Image

Kerap Disamakan, Ini Perbedaan Diare Akut dan Diare Kronis

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 September 2026

“Perbedaan diare akut dan kronis terletak pada durasi gejalanya. Selain itu, diare kronis biasanya dipicu oleh penyakit lain, seperti sindrom iritasi usus (IBS), penyakit celiac atau radang usus (IBD).”

Kerap Disamakan, Ini Perbedaan Diare Akut dan Diare KronisKerap Disamakan, Ini Perbedaan Diare Akut dan Diare Kronis

DAFTAR ISI


Diare akut dan diare kronis sama-sama ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dengan tinja lembek atau cair. Namun, keduanya kerap disamakan, padahal perbedaan diare akut dan diare kronis cukup penting karena berkaitan dengan penyebab dan cara penanganannya.

Diare akut umumnya berlangsung singkat dan sering dipicu infeksi, sedangkan diare kronis berlangsung lebih lama dan bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lain. Yuk, kenali bedanya agar kamu tahu kapan harus waspada.

Perbedaan Diare Akut dan Diare Kronis yang Perlu Kamu Tahu

Kementerian Kesehatan RI mendefinisikan diare sebagai kondisi sering buang air besar dengan tinja encer atau cair, umumnya lebih dari tiga kali sehari. Berdasarkan lamanya, Kemenkes membagi diare menjadi diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari dan diare kronis yang berlangsung lebih dari 14 hari.

Beberapa sumber internasional seperti Mayo Clinic menggunakan pembagian yang lebih rinci, yaitu diare akut (2 hari hingga 2 minggu), diare persisten (2–4 minggu), dan diare kronis (lebih dari 4 minggu). Perbedaan batas waktu ini wajar, jadi yang terpenting adalah memperhatikan berapa lama keluhan berlangsung dan apakah disertai tanda bahaya.

Penyebab Diare Akut

Menurut Kemenkes, diare akut umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Selain infeksi, diare juga dapat dipicu reaksi alergi, gangguan penyerapan usus, atau keracunan. Gejalanya bisa berupa kram perut, tinja cair, rasa ingin segera buang air besar, pusing, dan lemas.

Penyebab Diare Kronis

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa diare kronis bisa dipicu banyak hal, antara lain:

  • Intoleransi makanan, misalnya intoleransi laktosa, serta konsumsi pemanis buatan, kopi, atau alkohol.
  • Efek samping obat tertentu, seperti antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan metformin.
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
  • Penyakit celiac, infeksi parasit, atau gangguan fungsi pankreas.

Karena penyebabnya beragam, diare kronis biasanya memerlukan pemeriksaan dokter untuk menemukan pemicunya, bukan hanya diobati gejalanya.

Tips Menangani dan Mencegah Diare Akut maupun Kronis

  • Cegah dehidrasi dengan minum cairan elektrolit seperti oralit segera setelah diare muncul, sesuai prinsip LINTAS Diare dari Kemenkes.
  • Pada anak, Kemenkes menganjurkan pemberian zinc selama 10 hari berturut-turut sesuai arahan tenaga kesehatan untuk membantu mengurangi lama dan beratnya diare.
  • Tetap makan makanan lunak bergizi dan lanjutkan pemberian ASI pada bayi agar berat badan tidak turun.
  • Jangan minum antibiotik tanpa resep dokter, karena menurut Kemenkes antibiotik hanya diberikan pada kondisi tertentu seperti diare berdarah atau kolera.
  • Cuci tangan dengan sabun, cuci bahan makanan, masak makanan hingga matang, dan gunakan air minum yang bersih.
  • Jika diare sering kambuh, catat makanan, minuman, dan obat yang kamu konsumsi untuk membantu dokter mencari pemicunya.

Kapan Harus ke Dokter?

Pada orang dewasa, Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan ke dokter jika diare lebih dari 2 hari tanpa perbaikan, disertai tanda dehidrasi (sangat haus, mulut kering, jarang buang air kecil, lemas berat, pusing, urine pekat), nyeri perut hebat, tinja berdarah atau hitam, atau demam di atas 39°C. Pada anak, segera periksakan jika diare lebih dari 24 jam, popok tidak basah selama 3 jam atau lebih, menangis tanpa air mata, atau mata tampak cekung.

Diare yang berlangsung berminggu-minggu, terutama bila disertai penurunan berat badan tanpa sebab, perdarahan dari anus, atau tubuh pucat dan lemas, juga perlu dievaluasi dokter. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan arahan penanganan diare sesuai kondisimu.

Studi Terkait

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menerapkan program LINTAS Diare (Lima Langkah Tuntaskan Diare) untuk anak, yaitu pemberian oralit, zinc selama 10 hari, lanjutkan ASI dan makan, antibiotik hanya atas indikasi seperti diare berdarah atau kolera, serta segera ke tenaga kesehatan bila diare tidak membaik lebih dari 3 hari atau memburuk.

Sementara itu, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa diare kronis dapat dikelompokkan menjadi tipe cair, berlemak, dan inflamasi. Pengelompokan ini membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Chat dokter membantumu menilai apakah diare yang kamu alami tergolong akut atau sudah berlangsung lama, serta apakah ada tanda dehidrasi yang perlu segera ditangani. Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan bila diare terus kambuh atau disertai gejala lain.

Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran penanganan diare yang tepat untukmu atau keluarga.

Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pencegahan dan Pengobatan pada Penyakit Diare.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Diare pada Anak.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Diarrhea: What It Is, Causes & Treatment Options.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea.

FAQ

Berapa lama diare disebut kronis?

Kemenkes menyebut diare kronis sebagai diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Beberapa sumber internasional menggunakan batas lebih dari 4 minggu dan menyebut diare 2–4 minggu sebagai diare persisten.

Apa penyebab paling umum diare akut?

Diare akut paling sering disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Karena itu, menjaga kebersihan tangan dan makanan sangat penting untuk mencegahnya.

Apakah diare kronis berbahaya?

Diare kronis bisa menjadi tanda kondisi lain, seperti intoleransi makanan, IBS, penyakit radang usus, atau efek samping obat. Kondisi ini juga dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan, sehingga perlu diperiksakan ke dokter.

Apakah diare harus diobati dengan antibiotik?

Tidak selalu. Kemenkes menyebutkan antibiotik hanya diberikan pada kondisi tertentu, seperti diare berdarah atau kolera, sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.