Pedofilia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pedofilia

Pedofilia itu berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedo (anak) dan philia. Jadi, pedofilia adalah gangguan seksual yang berupa napsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun. Orang yang mengidap pedofilia disebut pedofil. Seseorang bisa dianggap pedofil jika usianya minimal 16 tahun.

Keintiman seksual dicapai melalui manipulasi alat genital anak-anak atau melakukan penetrasi penis sebagian atau keseluruhan terhadap alat genital anak. Sering juga anak-anak dipaksakan melakukan relasi oral genital atau anal genital. Kebanyakan kaum pedofilis adalah pria, tetapi dalam pemusatan hasrat erotisnya sering juga melibatkan anak perempuan.

Pedofilia sebagai gangguan atau kelainan jiwa, memicu seseorang untuk bertindak dengan menjadikan anak-anak sebagai instrumen atau sasaran dari tindakan itu. Umumnya bentuk tindakan itu berupa pelampiasan napsu seksual.

 

Gejala Pedofilia

Gejala utama pedofilia antara lain:

  • Memiliki khayalan, dorongan seksual, atau perilaku yang mengarah pada kecenderungan preferensi seksual dengan anak-anak yang belum memasuki pubertas. Biasanya orang dengan pedofilia tertarik kepada anak-anak berusia 13 tahun ke bawah.
  • Khayalan, dorongan, dan perilaku seksual terhadap anak-anak tersebut dirasakan secara intens dan muncul berulang-ulang selama minimal 6 bulan. Dorongan seksual terhadap anak-anak tersebut juga dirasakan lebih besar dibandingkan dorongan seksual terhadap orang dewasa.
  • Melakukan tindakan yang berhubungan dengan dorongan seksual tersebut. Jika belum sampai pada melakukan tindakan, maka khayalan atau dorongan seksualnya akan menimbulkan masalah interpersonal.
  • Seseorang yang merasakan gejala-gejala tersebut harus berusia minimal 16 tahun dan paling tidak memiliki perbedaan usia 5 tahun dengan anak yang disukai.

 

Penyebab Pedofilia

Penyebab pedofilia masih belum dapat diketahui dengan jelas karena penyakit psikologis ini baru belakangan ini dipelajari lebih lanjut. Kesulitan untuk menentukan penyebab yang pasti juga didasari oleh perbedaan karakteristik dan latar belakang pada setiap orang. Akan tetapi, beberapa faktor di bawah ini dapat mempengaruhi munculnya gangguan pedofilia, yaitu:

  •         Pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak.
  •         Gangguan perkembangan saraf, otak, atau kelainan pada hormon.
  •         Pernah mengalami cedera kepala serius sebelum usia 6 tahun.
  •         Memiliki ibu dengan riwayat gangguan psikiatri.
  •         Memiliki IQ rendah.

 

Faktor Risiko Pedofilia

Pedofilia merupakan kelainan bawaan yang sampai saat ini belum jelas faktor risiko yang memengaruhinya.

 

Diagnosis Pedofilia

Memastikan diagnosa dari pedofilia sulit dilakukan karena kebanyakan pengidap tidak menunjukkan emosi, bahkan ketika bertemu langsung dengan dokter. Untuk mendiagnosa pedofilia, diperlukan informasi lengkap tentang pasien. Informasi lain juga harus dikumpulkan dari keluarga, kemungkinan korban, organisasi hukum, atau masyarakat.

 

Pengobatan Pedofilia dan Efek Sampingnya

Pedofilia adalah penyakit kronis. Pengobatan harus difokuskan untuk mengubah perilaku pengidap untuk jangka panjang. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani orang dengan pedofilia antara lain:

  1.   Farmakoterapi

Pengidap bisa diberikan obat anti androgen untuk mengurangi libido seperti medroxyprogesteron asetat, obat-obatan yang mengurangi testosteron dan penghambat serotonin.

  1.   Cognitive Behavioral Therapy

Metode terapi ini digunakan untuk mengenali pemikiran, perasaan dan perilaku yang kurang tepat tentang suatu hal pada pengidap. Tujuan dilakukannya CBT adalah untuk memodifikasi pemikiran dan perasaan terhadap anak-anak. Terapi ini juga dapat membantu orang dengan pedofilia agar lebih berempati dengan anak korban kekerasan seksual, sehingga tidak terdorong untuk melakukan tindakan serupa.

  1.   Family System Therapy

Terapi ini melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan pada penderita pedofilia untuk berubah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila kamu memiliki anggota keluarga dengan gejala seperti di atas, sebaiknya langsung dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan terapi. Kamu bisa langsung memeriksaannya ke dokter yang dibutuhkan di rumah sakit pilihan di sini.