
DAFTAR ISI
- Apa Itu Scopolamine?
- Merek Dagang Scopolamine
- Studi tentang Scopolamine
- Peringatan sebelum Menggunakan Scopolamine
- Dosis Scopolamine
- Cara Menggunakan Scopolamine
- Efek Samping Scopolamine
- Interaksi Obat dengan Scopolamine
- Kontraindikasi Scopolamine
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Scopolamine?
Scopolamine (juga dikenal sebagai Hyoscine) adalah obat golongan antikolinergik yang diresepkan dokter untuk mengatasi kram perut, usus, dan saluran kemih.
Obat ini bekerja dengan cara menghambat aksi asetilkolin pada sistem saraf parasimpatis di otot polos, kelenjar eksokrin, dan sistem saraf pusat.
Mekanisme utamanya adalah merelaksasi otot polos yang tegang serta menghambat transmisi sinyal dari sistem vestibular (telinga dalam) ke pusat muntah di otak, sehingga sangat efektif sebagai agen antispasmodik dan antimual.
- Golongan: Antikolinergik (antispasmodik).
- Kategori: Obat keras.
- Manfaat: Meredakan nyeri kram perut akibat ketegangan otot polos, serta mencegah gejala mual dan muntah akibat mabuk perjalanan.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Scopolamine untuk ibu hamil: Kategori C, obat hanya digunakan jika manfaatnya melebihi risiko terhadap tubuh.
- Scopolamine untuk ibu menyusui: Hanya dapat digunakan berdasarkan rekomendasi dokter.
- Bentuk obat: Tablet dan suntik.
Merek Dagang Scopolamine
Berikut adalah beberapa merek dagang yang mengandung Scopolamine atau Hyoscine:
- Buscopan Plus 4 Tablet. Obat yang bekerja secara perifer untuk merelaksasi otot polos (mengatasi kram).
- Gitas Plus 10 Kaplet. Obat kombinasi antispasmodik dan analgesik untuk mengatasi nyeri yang disertai kram perut.
- Scopamin 10 mg 10 Tablet. Obat yang dapat digunakan untuk mengobati nyeri perut atau pencernaan. Termasuk kram perut, kolik ginjal, dan kejang kandung kemih.
Studi Tentang Scopolamine
Studi yang dipublikasikan oleh Drugs (2007) menjelaskan bahwa, Hyoscine butylbromide (kandungan dalam Scopolamine) adalah obat yang sangat efektif untuk meredakan nyeri kram perut akibat ketegangan otot di saluran pencernaan dan kandung kemih.
Studi tersebut menegaskan bahwa, obat ini bekerja secara lokal di area yang sakit sehingga sangat jarang menimbulkan efek samping ke sistem saraf pusat, seperti gangguan fokus atau kantuk.
Karena profil keamanannya yang baik, obat ini dapat digunakan untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada perut akibat aktivitas otot polos yang berlebihan tanpa mengganggu aktivitas harian penggunanya.
Simak selengkapnya, Faktor Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya.
Peringatan sebelum Menggunakan Scopolamine
Perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum menggunakan Scopolamine:
- Hati-hati penggunaan pada penderita glaukoma sudut sempit karena dapat meningkatkan tekanan intraokular.
- Waspadai penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
- Informasikan kepada dokter jika kamu memiliki riwayat pembesaran prostat (hipertropi prostat) karena risiko retensi urine.
- Pasien lanjut usia harus dipantau ketat karena risiko efek samping kebingungan (konfusi) dan pusing yang lebih tinggi.
- Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin berat karena obat ini sering menyebabkan pandangan kabur dan mengantuk.
Dosis Scopolamine
Dosis Scopolamine dapat diberikan berdasarkan indikasi medis:
Kejang saluran pencernaan atau saluran kemih
- 20 mg melalui injeksi, dapat diulang setelah 30 menit jika diperlukan. Maksimal dosis 100 mg per hari.
Kejang saluran pencernaan
- Dewasa dan anak di atas usia 12 tahun: 20 mg, 4 kali sehari.
- Anak 6-11 tahun: 10 mg, 3 kali sehari.
Pencegahan mabuk perjalanan
- Dewasa: Dosis awal 300 mcg, diminum 20-30 menit sebelum perjalanan. Diulangi tiap 6 jam jika diperlukan. Dosis maksimal 900 mcg per hari.
- Anak 3-4 tahun: 75 mcg, diulang sekali jika diperlukan, maksimal 150 mcg per hari.
- Anak 4-10 tahun: 75-150 mcg, diulang tiap 6 jam jika diperlukan, maksimal 450 mcg per hari.
- Anak usia di atas 10 tahun: 150-300 mcg, diulang tiap 6 jam jika diperlukan, maksimal 900 mcg per hari.
Kamu Mengalami Kram Perut, Kapan Sebaiknya ke Dokter?
Cara Menggunakan Scopolamine
Berikut ini cara menggunakan Scopolamine:
- Tablet sebaiknya ditelan utuh dengan air putih, tidak untuk dikunyah atau dihancurkan.
- Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Pastikan tangan dicuci bersih setelah menyentuh obat untuk menghindari paparan bakteri.
Efek Samping Scopolamine
Berikut ini efek samping penggunaan obat Scopolamine:
- Vertigo.
- Mual.
- Muntah.
- Sembelit.
- Kesulitan menelan.
- Haus.
- Gangguan buang air kecil.
- Pusing.
- Sakit kepala.
- Ruam.
- Urtikaria.
- Pruritus.
- Kulit kering.
Interaksi Scopolamine
Scopolamine dapat berinteraksi dengan obat–obatan lain seperti:
- Antidepresan SSP.
- Obat yang bersifat antikolinergik seperti alkaloid, meklozin, relaksan otot, dan antihistamin penenang.
- Antagonis dopamin seperti metoclopramide dan domperidone.
Kontraindikasi Scopolamine
Scopolamine dikontraindikasikan untuk kondisi berikut:
- Penderita Myasthenia Gravis.
- Glaukoma sudut sempit yang tidak terkontrol.
- Penyempitan saluran cerna (stenosis pilorus) atau megakolon.
- Penyakit pembesaran prostat dengan retensi urine.
- Pasien penerima terapi antikoagulan.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


