Lakukan 5 Hal Ini untuk Cegah Tortikolis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Lakukan 5 Hal Ini untuk Cegah Tortikolis

Halodoc, Jakarta – Tortikolis adalah gangguan otot leher yang membuat kepala pengidapnya memutar ke samping. Penyakit ini bersifat genetik atau bisa terjadi akibat kerusakan pada otot leher dan suplai darah ke leher.

Kenali Jenis dan Gejala Tortikolis

Tortikolis bisa berkembang di dalam rahim jika kepala bayi berada pada posisi yang salah. Terdapat dua jenis tortikolis yang sering terjadi pada anak, yaitu congenital muscular torticollis dan acquired torticollis. Berikut penjelasannya.

  • Congenital muscular torticollis adalah kondisi keterbatasan gerak leher kongenital karena bawaan sejak lahir. Ibu perlu waspada jika Si Kecil menahan atau memosisikan kepala pada satu sisi  dengan dagu mengarah pada sisi yang berlawanan.

  • Tortikolis yang didapat setelah lahir atau disebut acquired torticollis. Tortikolis jenis ini membuat Si Kecil menolehkan kepala ke arah yang sama dengan gerak leher terbatas. Biasanya kondisi ini terjadi beberapa bulan setelah kelahiran.

Gejala tortikolis muncul secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu. Gejala yang paling umum termasuk:

  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan kepala secara normal.

  • Leher terasa sakit.

  • Leher menjadi kaku.

  • Sakit kepala.

  • Satu bahu terlihat lebih tinggi.

  • Otot leher menjadi bengkak.

  • Dagu miring ke satu sisi.

Baca Juga: Perbedaan Tortikolis pada Orang Dewasa dan Bayi

Begini Cara Mencegah Tortikolis pada Anak

Tortikolis bisa berdampak negatif pada tumbuh kembang anak, seperti mengganggu keterampilan motorik. Ada sejumlah langkah pencegahan tortikolis pada anak yang bisa ibu lakukan. Di antaranya:

  1. Ajarkan Bayi Tengkurap

Posisi tengkurap bertujuan melatih kekuatan otot leher dan mengurangi risiko tortikolis pada Si  Kecil. Ketika ia berbaring dengan posisi tengkurap, otot lehernya bergerak ke sisi kanan atau kiri. Ibu bisa meluangkan waktu 30 menit sehari untuk mengajari Si Kecil tengkurap.

  1. Pijat Lembut

Pijatan lembut bertujuan mengendurkan otot leher Si Kecil yang kaku dan membantu pergerakannya. Pastikan untuk tidak memijat bagian tubuh yang sakit karena jika dilakukan, tindakan ini memperparah kekakuan otot yang diidap Si Kecil.

  1. Terapi Fisik Pasif

Ketika Si Kecil berusia dua bulan, ia mulai aktif bergerak dan cenderung ingin melihat ke segala arah. Ini bisa menjadi salah satu bentuk terapi fisik pasif yang mendorong Si Kecil melatih kekuatan otot-otot lehernya. Letakkan Si Kecil pada posisi nyaman dan aman, lalu biarkan ia melihat lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga: Bisakah Tortikolis Pada Bayi Disembuhkan?

  1. Ajak Si Kecil Bermain

Gunakan boneka favorit, mainan yang berwarna cerah, atau mainan yang menghasilkan bunyi saat bermain dengan Si Kecil. Ibu bisa menggerakan mainan ini agar menghasilkan bunyi dan biarkan Si Kecil bergerak ke sumber suara.

  1. Tidurkan Bayi dengan Posisi yang Tepat

Bayi cenderung memegang lehernya dalam posisi yang sama saat duduk di kursi bayi atau kereta dorong. Ketika tertidur, sebaiknya tempatkan Si Kecil dengan posisi terlentang. Posisi ini membuat otot lehernya dalam posisi netral dan meregang. Usahakan agar posisi tubuh dan kepalanya sejajar. Tidur dengan posisi miring membuat Si Kecil rentan mengalami cedera otot leher.

Baca Juga: Kompres Air Hangat di Leher Bisa Kurangi Nyeri Tortikolis

Jika Si Kecil sudah terlanjur mengalami tortikolis, segera pergi ke dokter agar ia mendapatkan penanganan yang tepat. Pengobatan yang umum dilakukan adalah fisioterapi. Jika ada pertanyaan lain seputar tortikolis, tanya dokter Halodoc melalui fitur Contact Doctor. Ibu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!