24 October 2018

Nyeri Perut Hingga ke Bahu Kiri, Bisa Jadi Tanda Splenomegali

splenomegali, tanda splenomegali

Halodoc, Jakarta - Nyeri pada perut tidak selalu diartikan lapar atau gejala maag. Ada kondisi yang lebih serius mengenai nyeri perut, yaitu splenomegali. Penyakit splenomegali adalah kondisi pembesaran organ limpa, yang bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit atau infeksi.

Pada kondisi normal, limpa hanya berukuran 11-20 sentimeter, dengan berat hingga 500 gram. Namun pada pengidap splenomegali, ukuran limpa bisa lebih dari 20 sentimeter, dengan berat mencapai lebih dari 1 kilogram.

Limpa adalah organ yang terletak dalam rongga perut dan di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Organ ini memiliki sejumlah fungsi, seperti menyaring dan menghancurkan sel darah yang rusak dari sel darah yang sehat, menyimpan cadangan sel darah merah dan trombosit, serta mencegah infeksi dengan menghasilkan sel darah putih yang menjadi pertahanan pertama dari organisme penyebab penyakit. Splenomegali dapat menyebabkan semua fungsi tersebut terganggu.

Mengenali Gejala Splenomegali

Pada beberapa kasus, splenomegali dapat terjadi tanpa disertai gejala. Namun, sebagian lainnya merasakan gejala berupa nyeri pada area perut kiri bagian atas. Bahkan, nyeri ini dapat terasa hingga ke bahu kiri.

Pengidap juga mungkin merasa kenyang meski hanya makan dalam porsi kecil. Hal ini disebabkan oleh pembesaran limpa yang menekan lambung, yang terdapat persis di sebelah limpa. Jika limpa membesar hingga menekan organ lain, aliran darah ke limpa bisa terganggu. Kondisi tersebut dapat membuat fungsi limpa terganggu.

Apabila ukurannya semakin membesar, limpa dapat membuat sel darah merah berkurang, dan memicu anemia. Infeksi juga akan sering terjadi jika limpa tidak menghasilkan sel darah putih dalam jumlah yang diperlukan. Gejala lain yang dapat muncul di antaranya:

  1. Kelelahan.
  2. Mudah mengalami perdarahan.
  3. Penurunan berat badan.
  4. Kulit dan mata menguning.

Penyebab Splenomegali

Sejumlah infeksi dan penyakit dapat menyebabkan splenomegali. Beberapa penyebab splenomegali adalah:

  1. Infeksi virus, seperti mononucleosis.
  2. Infeksi bakteri, seperti sipilis dan endokarditis (infeksi pada lapisan dalam jantung).
  3. Infeksi parasit, seperti malaria.
  4. Penyakit sirosis dan perlemakan hati.
  5. Penyakit kanker darah, seperti leukemia, hodgkin, limfoma, dan myelofibrosis.
  6. Berbagai jenis anemia hemolitik, seperti anemia sel sabit, thalasemia, dan sferositosis.
  7. Penyakit autoimun peradangan, seperti lupus dan rematik.
  8. Gangguan metabolisme, seperti penyakit Gaucher dan penyakit Niemann-Pick.
  9. Gagal jantung kongestif.
  10. Trombosis vena dalam.
  11. Polisitemia vera.
  12. Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP).

Pembengkakan limpa akibat kondisi-kondisi di atas bersifat sementara atau bahkan permanen, tergantung pengobatannya. Jika penyakit ini tidak segera diobati, splenomegali dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih dalam darah, sehingga infeksi dan perdarahan akan lebih sering terjadi. Selain itu, limpa berisiko untuk pecah atau bocor, sehingga memicu perdarahan pada rongga perut yang dapat mengancam nyawa.

Pencegahan splenomegali dapat dilakukan dengan menghindari hal-hal yang dapat memicu penyakit ini. Misalnya dengan mengurangi konsumsi alkohol untuk mencegah s, atau menjalani vaksinasi jika ingin melakukan perjalanan ke daerah dengan endemik malaria.

Apabila kamu mengalami nyeri di area perut kiri atas, segeralah diskusikan penyakit tersebut dengan dokter di Halodoc. Setiap tubuh memiliki respon yang berbeda. Lakukan tanya jawab dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi yang kamu alami. Diskusi dan tanya jawab dengan dokter menjadi lebih praktis melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih via Chat atau Voice Call/ Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: