24 October 2018

Penggumpalan Darah Bisa Jadi Gangguan Kesehatan Serius

Penggumpalan Darah Bisa Jadi Gangguan Kesehatan Serius

Halodoc, Jakarta - Seseorang yang kurang berolahraga dan terlalu banyak duduk mungkin akan mengalami pembekuan darah atau biasa disebut dengan Deep Vein Thrombosis (DVT). DVT juga rentan terjadi pada seseorang yang mengidap varises dan penyakit jantung. Penggumpalan darah dapat menjadi hal yang serius karena, memengaruhi fungsi organ lainnya.

DVT adalah kondisi ketika terjadinya penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena. Biasanya, DVT terjadi pada bagian tubuh seperti paha atau betis, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada bagian tubuh lain.

Seseorang dengan kondisi DVT dapat merasakan nyeri dan pembengkakan di tungkai yang akhirnya mengalami komplikasi serius seperti emboli paru. Emboli paru merupakan sebuah kondisi ketika gumpalan darah masuk ke dalam aliran darah, sehingga menyumbat pembuluh darah pada arteri paru-paru.

Deep vein thrombosis dapat terjadi pada semua orang. Walau begitu, penyakit ini lebih sering menyerang seseorang dengan usia lebih dari 60 tahun. Selain orang-orang yang kurang berolahraga dan malas bergerak, ibu hamil atau seseorang dengan kelainan darah juga memiliki risiko lebih tinggi mengidap pembekuan darah.

Gejala Deep Vein Thrombosis

Diketahui hanya setengah dari pengidap deep vein thrombosis yang menunjukkan gejala. Biasanya, gejala yang muncul pada kaki dapat dipengaruhi oleh gumpalan yang terjadi pada vena. Gejala dari deep vein thrombosis, yaitu:

  • Nyeri di kaki yang terasa ketika berdiri atau berjalan.

  • Pembengkakan di kaki.

  • Kulit kaki menjadi kemerahan.

  • Peningkatan suhu pada kaki yang bengkak.

Selain itu, beberapa pengidap terkadang tidak menyadari gejala-gejala yang terjadi hingga terjadi gejala emboli paru. Gejala-gejala emboli paru yang biasanya ditunjukkan adalah:

  • Batuk darah.

  • Sesak napas tiba-tiba

  • Nyeri ketika mengambil napas dalam-dalam

  • Napas dan detak jantung bergerak cepat

Penyebab Deep Vein Thrombosis

Hal-hal yang dapat menjadi penyebab deep vein thrombosis (DVT) adalah:

  1. Aliran Darah Menjadi Lambat

Ketika kamu kurang beraktivitas, aliran darah akan menjadi lambat. Kemungkinan hal ini terjadi setelah operasi, ketika kamu sakit dan harus beristirahat dalam jangka waktu lama, atau ketika bepergian pada waktu yang lama.

  1. Rusaknya Lapisan dalam Pembuluh Darah

Seseorang yang lapisan dalam pembuluh darahnya rusak mempunyai kemungkinan mengidap DVT. Luka yang terjadi karena banyak faktor ini, bisa saja merusak pembuluh darah. Faktor-faktor tersebut yaitu operasi, peradangan, reaksi imun, dan luka serius.

  1. Darah Kental

Jika kamu memiliki darah yang kental, berhati-hatilah terdapat gumpalan dalam pembuluh darah. Beberapa kondisi secara turun-temurun juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, seperti faktor V Leiden. Selain itu, terapi hormon atau pil KB juga dapat membuat risiko tersebut terjadi.

Pengobatan Deep Vein Thrombosis

Terdapat beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menghentikan terjadinya DVT, yaitu:

  1. Seseorang yang mengidap DVT mungkin akan diresepkan oleh dokter berupa pil pengencer darah atau warfarin untuk mencegah terjadinya pembesaran dan pembentukan gumpalan darah yang baru.

  2. Pengobatan dengan penyuntikan langsung obat pengencer darah atau heparin yang berfungsi untuk mengencerkan darah dan mencegah terjadi penggumpalan darah.

  3. Inhibitor trombin juga dapat menjadi alternatif untuk mengobati deep vein thrombosis selain menggunakan heparin

  4. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan filter vena cava. Filter tersebut akan dimasukkan ke vena besar untuk menangkap gumpalan darah sebelum terjadi di paru-paru agar mencegah terjadinya emboli paru. Hal ini dipilih jika pengidap tidak dapat menggunakan pengencer darah atau pengobatannya tidak sesuai.

Penggumpalan darah dapat berbahaya bagi seseorang. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal deep vein thrombosis atau permasalahan kesehatan lainnya, dokter-dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu. Selain itu, kamu juga bisa membeli obat di Halodoc. Pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Praktis kan?

Baca juga: