• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sebelum Memberikan Oralit untuk Bayi, Perhatikan Hal Ini

Sebelum Memberikan Oralit untuk Bayi, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sebelum Memberikan Oralit untuk Bayi, Perhatikan Hal Ini

“Diare dan muntah-muntah yang dialami bayi bisa membuatnya dehidrasi. Oleh karena itu, memberikan oralit untuk bayi bisa menjadi solusi yang tepat. Oralit mengandung campuran natrium, kalium, gula dan elektrolit penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikannya pada bayi.”

Halodoc, Jakarta – Saat anak mengidap diare atau muntah-muntah, ia bisa kehilangan cairan tubuh dengan cepat dan sangat berisiko mengalami dehidrasi. Memberikan air atau ASI pada bayi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang berkurang akibat diare. Namun, dalam kasus diare parah, cukup banyak cairan yang bisa hilang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, memberikan oralit untuk bayi bisa menjadi pilihan untuk melindungi bayi dari dehidrasi dan efek serius lainnya.

Namun, apakah memberikan oralit untuk bayi tergolong aman? Jika aman, bagaimana cara tepat untuk memberikannya? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut ini!

Baca juga: Adakah Efek Samping Minum Oralit bagi Anak?

Menimbang Keamanan Oralit

Oralit atau di dunia medis kerap disebut sebagai Oral Rehydration Solution adalah larutan elektrolit oral yang diberikan pada anak yang mengalami dehidrasi, akibat kehilangan cairan tubuh pada kondisi seperti diare dan muntah. Oralit mengandung campuran natrium, kalium, gula dan elektrolit penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketika dicampur dan diberikan dalam jumlah yang tepat, cairan ini dapat dengan cepat menggantikan elektrolit dan cairan yang hilang untuk rehidrasi tubuh.

Kasus dehidrasi yang serius adalah kondisi tepat memberikan oralit untuk bayi. Meski begitu, sebagian besar dehidrasi ringan tidak memerlukan perhatian medis dan dapat diobati dengan ASI, air, susu formula, dan jus buah yang encer. Namun secara umum, oralit cukup aman untuk diberikan kepada bayi.

Namun, dehidrasi parah yang disebabkan oleh penyakit seperti gastroenteritis virus, juga disebut flu perut, membutuhkan oralit untuk pengobatan. Berikut ini adalah beberapa gejala dehidrasi pada bayi yang perlu diwaspadai: 

  • Mata mereka terlihat cekung, kusam atau kering.
  • Bibir mereka tampak meregang atau pecah-pecah.
  • Popok kering dengan sedikit atau tanpa urine.
  • Mereka mungkin lesu dan rewel.
  • Tidak ada air mata saat mereka menangis.
  • Tangan dan kaki dingin.
  • Detak jantungnya cepat.
  • Muncul bintik-bintik di kepala mereka.

Baca juga: Cara Membuat Oralit untuk Bayi saat Mengalami Diare

Cara Memberikan Oralit untuk Bayi

Oralit biasanya tersedia dalam bentuk bubuk rehidrasi oral atau botol yang tersedia di apotek atau toko kesehatan lainnya. Biasanya satu sachet oralit dicampur dengan 200 ml air dan diberikan kepada bayi. Untuk memaksimalkan efektivitas, ia perlu dicampur dengan jumlah air yang tepat yang ditentukan pada saset. 

Untuk memberikan oralit pada bayi, kamu bisa mengikuti caranya berikut ini:

  • Tuang bubuk ke dalam 200 ml air yang direbus dan didinginkan. Aduk rata sampai bubuk benar-benar larut dan air terlihat sedikit keruh.
  • Berikan anak oralit dalam jumlah kecil dan sering menggunakan sendok, pengumpan atau penetes. Pastikan dosis pertama kecil. Jumlah kecil memungkinkan anak untuk lebih baik mempertahankan solusi tanpa muntah.
  • Secara bertahap beri mereka lebih banyak sampai bayi mendapatkan dosis penuh yang direkomendasikan untuk mereka. Biarkan mereka mengambilnya dengan durasi mereka sendiri.
  • Jika anak menolak untuk minum, gunakan suntikan tanpa jarum untuk menyemprotkan oralit ke dalam mulutnya.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi yang melibatkan rawat inap, seorang anak yang menolak untuk minum mungkin diberi makan melalui infus. 

Selain itu, berikut ini dosis oralit yang bisa diberikan: 

  • Anak-anak di bawah usia 2 tahun: 50-100 ml (seperempat hingga setengah cangkir besar) cairan.
  • Anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun: 100-200 ml (setengah hingga satu cangkir besar).
  • Anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa: cairan sebanyak yang mereka inginkan.

Baca juga: Beragam Obat Diare dan Cara Menggunakannya 

Namun, jika kamu masih ragu tentang pemberian oralit pada bayi yang sedang diare atau muntah-muntah, kamu juga bisa tanyakan solusinya pada dokter anak di Halodoc. Dokter di Halodoc bisa memberikan saran yang kamu butuhkan sebelum memberikan oralit untuk bayi. Ambil smartphone-mu sekarang dan nikmati kemudahan bicara dengan dokter anak, kapan dan di mana saja!

Referensi:
About Kids Health. Diakses pada 2021. Oral Rehydration Therapy.
Caring for Kids. Diakses pada 2021. Dehydration and Diarrhea in children: Prevention and Treatment.
Medicines for Children UK. Diakses pada 2021. Oral Rehydration Salts.
Parenting Firstcry. Diakses pada 2021.  Oral Rehydration Solution (ORS) for Babies.