Sering Alami Kesemutan, Benarkah Gejala Spondilosis Servikal?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Alami Kesemutan, Benarkah Gejala Spondilosis Servikal?

Halodoc, Jakarta - Sendi dan tulang merupakan dua hal penting yang menunjang kebutuhan manusia untuk bergerak. Namun, seiring datangnya penuaan, fungsi sendi dan tulang pun rentan mengalami gangguan. Salah satu gangguan yang menyerang sendi dan tulang belakang pada leher adalah spondilosis servikal. Penyakit ini umum terjadi pada orang berusia lanjut. Meski tidak menutup kemungkinan juga untuk menyerang orang dari kalangan usia berapa pun, jika memiliki faktor risiko tertentu.

Sering Kesemutan Merupakan Salah Satu Gejalanya

Sebagian besar kasus spondilosis servikal tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, salah satu gejala atau tanda awal dari penyakit ini adalah seringnya mengalami kesemutan atau mati rasa pada bagian lengan, tangan, kaki, dan jari-jari. Selain itu, beberapa gejala lain yang juga umum menyertai adalah sebagai berikut:

  • Sakit pada leher, bahu, lengan, tangan, dan jari-jari.

  • Lengan melemah.

  • Sakit leher, yang diperburuk saat batuk atau bersin.

  • Kehilangan keseimbangan.

  • Muncul gerakan involunter pada tungkai.

  • Pusing.

  • Disfungsi kantung kemih yang menyebabkan tidak bisa berhenti buang air kecil.

Gejala-gejala tersebut dapat terjadi karena spondilosis servikal dapat menyebabkan penyempitan saluran tulang belakang dan menekan saraf-saraf pada bagian itu. Namun, perlu diketahui bahwa gejala spondilosis servikal dapat bermacam-macam, tergantung pengidapnya. Memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami gejala-gejala umum tersebut merupakan hal yang perlu dilakukan, agar bisa mendapatkan diagnosis dan langkah penanganan terbaik.

Apa yang Menjadi Penyebabnya?

Spondilosis servikal terjadi karena adanya perubahan struktur dan kerusakan jaringan pada tulang belakang dan tulang leher. Beberapa perubahan yang terjadi adalah sebagai berikut:

1. Menipisnya Bantalan Tulang

Tulang leher merupakan bagian dari tulang belakang yang bentuknya seperti pilar yang memiliki ruas. Ruang di antara ruas-ruas tersebut diisi oleh bantalan tulang. Seiring bertambahnya usia, bantalan ini akan menipis akibat berkurangnya cairan pada bantalan tersebut. Jika bantalan ini menipis, akan sering terjadi gesekan antar tulang.

2. Herniasi Bantalan Tulang

Akibat penuaan, bantalan tulang leher juga dapat mengalami keretakan, sehingga membuat bantalan ini menonjol dan menekan saraf tulang belakang.

Ligamen kaku. Penuaan juga dapat menyebabkan ligamen atau jaringan ikat antara tulang leher menjadi kaku dan tidak fleksibel.

3. Pengapuran Tulang Leher

Sebagai respon terhadap menipisnya bantalan tulang, tulang leher akan membentuk jaringan tambahan dalam upaya menjaga keutuhan tulang leher. Jaringan tulang tambahan ini dapat menekan saraf tulang belakang.

Lebih lanjut, perubahan-perubahan struktur tulang yang telah dijabarkan tersebut dapat lebih mudah terjadi ketika seseorang memiliki faktor risiko berikut:

4. Usia

Risiko seseorang mengalami spondilosis servikal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

5. Merokok

Tidak hanya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, merokok juga ternyata dapat memengaruhi struktur tulang dan sendi. Salah satu penyakit sendi dan tulang yang dapat mengintai seorang perokok adalah spondilosis servikal.

6. Faktor Genetik

Jika ada anggota keluarga yang mengalami spondilosis servikal, kerabat keluarga tersebut juga memiliki risiko lebih mudah terkena spondilosis servikal.

7. Pekerjaan

Pekerjaan yang melibatkan gerakan leher berulang, posisi yang tidak ergonomis, serta melibatkan tekanan pada leher dapat memudahkan seseorang terkena spondilosis servikal.

8. Cedera Leher

Seseorang yang pernah mengalami cedera leher, lebih rentan mengalami spondilosis servikal.

Itulah sedikit penjelasan tentang gejala dan penyebab spondilosis servikal. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: