Sering Lembur Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sering Lembur Bisa Sebabkan Gangguan Kecemasan?

Halodoc, Jakarta - Bekerja selama sebelas jam sehari mungkin tampak hal yang wajar bagi mereka yang sudah menduduki jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Namun, sudah banyak penelitian yang mengungkapkan sering bekerja lembur meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan mental, salah satunya adalah gangguan kecemasan.

Melansir WebMD, orang yang secara rutin memaksakan untuk bekerja lebih dari sebelas jam sehari memiliki lebih dari dua kali lipat peluang mengalami depresi berat jika dibandingkan dengan pekerja yang bekerja sekitar delapan jam sehari. 

Kesimpulan ini didapatkan berdasar sebuah penelitian di Inggris yang mengamati lebih dari 2.000 pegawai negeri Inggris yang tidak memiliki masalah kesehatan mental ketika penelitian dimulai pada tahun 1991. Mereka yang menjadi sampel penelitian rata-rata berusia 47 tahun. Sekitar enam tahun kemudian, 66 kasus depresi berat ditemukan pada para pekerja yang kerap melakukan kerja lembur. 

Baca Juga: 5 Gangguan Kepribadian dengan Rasa Cemas Berlebihan

Kerja Lembur dan Kaitannya dengan Gangguan Mental

Berbagai faktor seperti genetik, fisik, dan emosional membuat seseorang rentan terhadap depresi. Di tempat kerja, stres berkepanjangan yang dirasakan oleh orang-orang dengan jam kerja yang panjang atau mereka yang sering lembur adalah salah satu faktor penyebab depresi dan gangguan kecemasan.

Jam kerja yang panjang membuat seseorang memiliki lebih sedikit waktu untuk bersantai dan tidur. Selain itu, jam kerja yang melebihi batas yang seharusnya memicu masalah dengan orang-orang terdekat. Sehingga pada gilirannya, dapat memicu seseorang mengalami depresi

Di kota besar memang tidak sedikit orang yang wajib bekerja lembur, atau bahkan di antara pekerja juga ada yang harus memegang dua atau tiga pekerjaan lain hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk mengetahui apakah jam kerja yang sering lembur memicu gangguan kecemasan atau gangguan mental lainnya, kamu dapat mengenalinya dari beberapa gejala.

Gejalanya adalah sulit tidur, merasa stres, mudah tersinggung dan tidak puas, atau kurang menikmati hal-hal yang biasanya membuat kamu bahagia. Kamu juga kerap membuat lebih banyak kesalahan di pekerjaan, atau kesulitan mengatur waktu atau sulit berkonsentrasi.

Mereka yang workaholic mungkin kebal dari depresi, tetapi mereka tetap harus waspada karena hal ini akan menumpuk pelan-pelan. 

Baca Juga: Ini Trik Sehat saat Lembur Mengejar Deadline

Seimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Tentu saja, bekerja berjam-jam bukan satu-satunya alasan orang menjadi depresi. Meski banyak pekerja sering didorong untuk bekerja lebih banyak untuk mempertahankan pekerjaan dan pendapatan yang mereka miliki, tetapi kebiasaan lembur sebenarnya tidak dibenarkan.

Jika kamu sudah pada tahap lelah akan hal ini, maka sudah waktunya kamu menanyakan kepada diri sendiri tentang hal apa yang bisa dilakukan untuk mengutamakan kesejahteraan mental dan fisik.

Jam kerja yang lebih lama membuat seseorang memiliki lebih sedikit waktu dengan orang yang dicintai dan lebih sedikit waktu untuk berinvestasi dalam perawatan diri. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap menyeimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi adalah membuat perbedaan antara bekerja dan bersantai, tidak melewatkan waktu liburan, menjaga kesehatan melalui cukup istirahat, dan rutin olahraga. 

Baca Juga: 6 Camilan Sehat untuk Lembur di Kantor

Itulah penjelasan mengenai kebiasaan lembur yang bisa sebabkan gangguan kecemasan. Jika kamu merasakan gangguan mental mulai menghantuimu akibat pekerjaan, kamu bisa lho melakukan pemeriksaan dengan psikolog di rumah sakit. Kini buat janji dengan dokter atau psikolog menjadi lebih mudah dengan menggunakan Halodoc. Tunggu apa lagi? Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!