Stres Ternyata Bisa Memicu Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
stres-ternyata-bisa-memicu-stomatitis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Stomatitis adalah masalah kesehatan mulut yang paling sering terjadi. Kamu mungkin lebih mengenal penyakit ini dengan sebutan sariawan. Mengalami stomatitis memang sangat menyebalkan. Bagaimana tidak, stomatitis membuat kamu jadi tidak nyaman untuk berbicara apalagi menyantap makanan, karena terasa perih. 

Banyak orang mengira stomatitis merupakan gejala dari panas dalam atau bisa juga terjadi bila bagian dalam mulut tidak sengaja tergigit. Namun, selain itu, masalah kesehatan mental seperti stres ternyata juga bisa memicu terjadinya stomatitis, lho. Kok bisa? Simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Stomatitis?

Stomatitis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa mulut, yaitu bagian membrane lendir halus yang melapisi mulut. Jadi, penyakit ini bisa timbul di bagian mana saja di dalam mulut, seperti bibir bagian dalam, lidah, gusi, langit, langit mulut, sampai pipi bagian dalam. Stomatitis bisa muncul secara tunggal maupun berkelompok.

Ada dua jenis stomatitis, yaitu stomatitis herpes dan stomatitis aftosa. Nah, stomatitis aftosa inilah yang dikenal juga dengan sariawan.

Baca juga: Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

Bagaimana Stres Bisa Memicu Stomatitis?

Penyebab pasti stomatitis aftosa atau sariawan sebenarnya masih belum diketahui sampai saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami stomatitis aftosa. Salah satunya adalah stres.

Stres adalah reaksi alami tubuh terhadap gangguan fisik, emosi, ataupun mental. Saat stres melanda, ketahanan tubuh kamu terhadap penyakit juga bisa terganggu. Bila stres gagal dikendalikan dan terjadi dalam jangka panjang, maka kondisi inilah yang bisa berdampak pada kesehatan mulut. 

Stres menyebabkan perubahan tubuh dalam mengatur beberapa komponen di dalam mulut, seperti produksi air liur yang berperan sebagai sistem pertahanan rongga mulut. Karena itulah, stres bisa meningkatkan risiko kamu mengalami luka dan infeksi pada dinding mulut dan gusi. Hal ini juga turut didukung oleh suatu studi yang menunjukkan bahwa stres bisa menjadi awal berkembangnya penyakit, serta memicu penurunan kesadaran diri untuk menjaga kesehatan mulut. 

Saat stres, kebanyakan orang cenderung kurang memerhatikan kesehatan dan kebersihan mulut, terutama untuk melakukan perawatan mulut dengan cara berkumur atau sikat gigi. Hal inilah yang membuat orang yang sedang stres jadi rentan mengalami stomatitis.

Faktor Risiko Stomatitis Lainnya

Selain stres, berikut ini beberapa faktor lainnya yang juga bisa memicu terjadinya stomatitis:

  • Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik;

  • Menggosok gigi terlalu keras atau kencang atau luka karena tidak sengaja tergigit;

  • Pemakaian alat ortodontik atau gigi tiruan yang longgar;

  • Respons alergi terhadap bahan tertentu yang terkandung di dalam pasta gigi, obat kumur, atau bahan tambalan pada gigi;

  • Pengaruh hormon, yang biasanya terjadi pada wanita yang sedang menstruasi;

  • Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan asam folat;

  • Konsumsi obat-obatan tertentu;

  • Infeksi jamur atau bakteri di dalam mulut; dan

  • Adanya penyakit sistemik.

 Baca juga: 6 Makanan untuk Mencegah Terjadinya Stomatitis

Tips Mengatasi Stres Agar Terhindar dari Stomatitis

Ada banyak sekali penyakit yang bisa dipicu oleh stres. Karena itulah, penting sekali untuk mengendalikan stres dan tidak membiarkannya berlangsung terlalu lama. Berikut imo tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres:

  • Jangan memendam perasaan. Keluarkan semua unek-unek atau isi hati kamu kepada orang yang bisa dipercaya, seperti keluarga atau sahabat. Cara ini efektif untuk membuat perasaan menjadi lega.

  • Rutin berolahraga. Selain membuat tubuh menjadi sehat, olahraga juga bisa meredakan stres. Jadi, kendalikanlah stres kamu dengan berolahraga secara rutin.

  • Meditasi. Cara ini bisa membuat pikiran kamu menjadi tenang.

  • Lakukan hobi atau kegiatan yang kamu sukai. Misalnya, jalan-jalan di mal, belanja, karaoke, nonton film, dan sebagainya.

Baca juga: Sering Pergi ke Konser Musik Bisa Menyehatkan Jiwa

Kamu juga bisa berbicara pada psikiater Halodoc untuk membantu mengatasi stres kamu, lho. Hubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.