31 October 2018

Tahukah Penyebab Polip Payudara?

Polip, polip payudara, papiloma payudara , penyebab polip payudara

Halodoc, Jakarta - Kamu jangan dulu panik dan resah saat terdapat benjolan pada payudara. Karena setiap benjolan atau tumor payudara tidak selalu berarti kanker. Beberapa tumor ada yang bersifat jinak, misalnya seperti polip atau papiloma payudara.

Polip payudara atau papiloma intraduktal merupakan tumor yang sifatnya jinak dan berasal dari tumor kecil pada saluran susu di payudara. Tumor ini terbentuk dari kelenjar, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah. Tumor ini paling sering terjadi pada wanita antara usia 35 sampai 55 tahun.

Saat polip atau tumor tunggal tumbuh pada saluran susu besar, biasanya akan tumbuh di dekat puting. Tumor berupa benjolan kecil ini disebut juga dengan papiloma intraduktal soliter dan dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting atau perdarahan. Jenis benjolan ini tidak ada kaitannya dengan kemungkinan terkena risiko kanker yang lebih tinggi. Belum diketahui apa yang menyebabkan tumor jinak ini.

Tumor yang tumbuh pada saluran susu yang lebih jauh dari puting biasanya memunculkan sekumpulan tumor kecil. Tumor jenis inilah yang membuat risiko kanker payudara kamu lebih tinggi. Kondisi ini disebut juga multiple papilloma.

Selain papiloma intraduktal, ada juga tumor yang disebut dengan papilomatosis. Ini merupakan kondisi yang menunjukkan adanya pertumbuhan berlebih atau abnormal pada sel-sel yang berada di saluran susu, menandakan tingginya risiko terkena kanker payudara.

Penyebab Papiloma Payudara

Umumnya, papilo disebabkan oleh kesamaan eksternal dengan kutil lunak pada batang (dalam bentuk papilla), yang muncul di permukaan kulit, pada selaput lendir mulut, nasofaring, dan pita suara. Untuk waktu yang lama, diyakini bahwa papiloma payudara tidak ada hubungannya dengan human papillomavirus (HPV) itu sendiri, yang berjumlah lebih dari 130 jenis. Hal yang paling umum adalah virus kulit dan anogenital yang ditularkan melalui kontak.

Setidaknya 40 jenis HPV menginfeksi daerah serviks. Dalam mempelajari mekanisme karsinogenesis kelenjar susu, ditemukan bahwa prevalensi DNA papillomavirus pada spesimen biopsi neoplasia kanker payudara hampir 26 persen. Jenis virus HPV-16 dan HPV-18, menurut data American National Cancer Institute, terkait dengan 80 persen kasus klinis tumor ganas serviks.

Sebuah studi pada bidang onkologi molekuler dan imunoterapi telah membuktikan bahwa integrasi DNA virus ini ke dalam kromosom sel inang tidak hanya berperan penting dalam pengembangan kanker serviks, tetapi juga dikaitkan dengan neoplasma onkologis kolon dan rektum. Selain itu, papiloma dapat memengaruhi kelenjar ludah, paru-paru, kandung kemih dan jaringan lambung. Jadi, mungkin etiologi papiloma payudara akan segera terbentuk secara definitif.

Gejala Papiloma Payudara

Kemunculan papiloma payudara agak sulit dikenali sendiri gejalanya, sehingga sangat penting untuk mendiskusikannya dengan dokter. Papiloma intraduktal juga dapat menyebabkan pembesaran payudara, benjolan, atau pun rasa sakit, meskipun terkadang benjolan tidak dapat dirasakan.

Apabila dokter mencurigai adanya papiloma intraduktal, dokter dapat merekomendasikan USG payudara untuk pengidap. Tes ini lebih efektif menunjukkan papiloma dibandingkan mammogram. Tes lain yang mungkin dilakukan yaitu:

  1. Biopsi payudara untuk memeriksa jaringan sel-sel kanker.

  2. Pemeriksaan mikroskopis payudara untuk mencari sel-sel kanker.

  3. Ductogram atau X-ray yang menggunakan kontras zat warna dan disuntikkan ke saluran susu.

Cara Mengobati Papiloma

Standar pengobatan untuk kondisi ini biasanya melibatkan operasi untuk menghilangkan papiloma dan bagian saluran susu yang terkena. Jaringan ini kemudian akan diuji untuk mendeteksi adanya sel-sel kanker. Jika tes pada jaringan yang telah diangkat tersebut menunjukkan sel-sel kanker, kamu mungkin akan membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Operasi pengangkatan papiloma intraduktal biasanya hanya dilakukan untuk satu papiloma saja, dan hasilnya hampir selalu baik. Namun, wanita yang memiliki multiple papiloma dan wanita yang berusia di bawah 35, akan didiagnosis untuk mengetahui sejauh mana peningkatan risiko kanker payudara.

Pengobatan untuk papiloma intraduktal ini dapat menakutkan bagi pengidapnya. Untuk itu, pengidap sebaiknya mendapatkan informasi tentang komunitas pendukung atau konselor yang dapat membantu dalam menjalani proses pengobatan.

Tidak ada cara khusus yang dilakukan untuk mencegah tumbuhnya papiloma intraduktal. Namun, deteksi payudara sendiri di rumah setiap bulan, memeriksakan payudara secara rutin di dokter, dan menjalani mammogram secara rutin, dapat mengurangi risiko dan membantu kamu mengatasi kanker lebih dini.

Jika ada kekhawatiran tentang kesehatan payudara, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: