01 March 2019

Termasuk Jenis Anemia, Apa Itu Anemia Aplastik?

Termasuk Jenis Anemia, Apa Itu Anemia Aplastik?

Halodoc, Jakarta – Anemia adalah penyakit yang terjadi akibat kurangnya hemoglobin dalam sel darah, disebut dengan anemia hemolitik. Gejala umum yang dialami pengidapnya meliputi kelelahan, nyeri dada, sesak napas, sakit kepala, detak jantung tidak beraturan, hingga insomnia.

Perlu diketahui bahwa ada banyak jenis penyakit anemia, salah satunya anemia aplastik. Jika dibandingkan dengan jenis anemia lainnya, anemia aplastik merupakan bentuk penyakit anemia yang paling serius. Anemia aplastik masuk ke dalam penyakit langka yang bisa mengancam jiwa.

Baca Juga : Mudah Lelah, Waspada 7 Tanda Anemia yang Perlu Diatasi

Kenali Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika kerusakan sel darah merah lebih banyak daripada pembentukannya. Anemia jenis ini dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Terkadang, gejala anemia hemolitik tidak disadari sehingga banyak pengidap yang terlambat mengobatinya. Berikut gejala yang ditimbulkan oleh anemia hemolitik:

  • Kelelahan.
  • Pucat.
  • Pusing.
  • Demam.
  • Kepala terasa berat dan kunang-kunang.
  • Urine berubah warna menjadi gelap.
  • Denyut jantung meningkat.
  • Mengalami penyakit kuning.

Anemia hemolitik ringan diobati dengan mengonsumsi vitamin penambah darah atau buah-buahan. Apabila penyakit ini memburuk dan tidak segera ditangani, anemia hemolitik berpotensi sebabkan komplikasi berupa thalasemia, kekurangan enzim glukosa, anemia sel sabit, dan kekurangan enzim piruvat kinase. Lantas, bagaimana anemia hemolitik diobati?

  • Transfusi darah melalui intravena dari pendonor dengan golongan darah yang sama.
  • Konsumsi obat golongan kortikosteroid seperti prednison yang dapat menghentikan atau membatasi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi (protein) terhadap sel darah merah.
  • Plasmapheresis, yaitu prosedur pengangkatan antibodi dari darah menggunakan jarum yang dimasukkan ke pembuluh darah.
  • Melakukan transplantasi sel darah dan induk sumsum. Transplantasi sel darah dan induk sumsum bertujuan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dengan yang sehat dari pendonor.

Baca Juga : 6 Tips Olahraga bagi Pengidap Anemia

Kenali Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah kelainan darah dan sumsum tulang akibat berkurang atau terhentinya produksi sel darah sehat. Bahkan meski sel darah tetap diproduksi, jumlahnya belum memadai. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang rusak dan menyebabkan produksi sel darah baru melambat atau berhenti seluruhnya. Ada banyak faktor penyebabnya seperti gangguan autoimun, infeksi virus, dan efek perawatan radiasi atau kemoterapi untuk kanker.

Meskipun anemia aplastik dapat menyerang siapa saja dari segala usia, anak-anak dan lansia paling sering mengalami anemia aplastik. Penyakit ini juga lebih sering terjadi di Asia dibandingkan dengan demografi lainnya.

Gejala anemia aplastik mirip seperti anemia pada umumnya seperti kelelahan, sesak napas, dan mudah memar. Namun, pengidap anemia aplastik juga banyak yang mengalami perdarahan yang sulit berhenti, sering infeksi, dan demam. Kulit pucat, mimisan, gusi berdarah, ruam kulit, sakit kepala, dan pusing juga merupakan gejala yang terkait dengan anemia aplastik. Gejala ini dapat muncul tiba-tiba dan memburuk seiring waktu.

Meskipun anemia aplastik bisa sangat serius dan bahkan fatal, strategi pengobatan yang efektif tentu ada. Dokter sering merekomendasikan transfusi darah dan transplantasi sel batang darah serta sumsum tulang kepada orang-orang dengan kondisi ini. Suplemen zat besi juga direkomendasikan untuk pengobatan anemia aplastik. Perawatan lain termasuk imunosupresan, stimulan sumsum tulang, serta konsumsi obat antibiotik dan antivirus. Tetapi karena anemia aplastik cenderung memburuk dari waktu ke waktu, penting untuk mendiagnosis masalah secepat mungkin untuk memulai perawatan.

Baca Juga : Mitos dan Fakta tentang Anemia, Hanya pada Wanita?

Jika kamu mengalami gejala yang mengindikasikan anemia, sebaiknya segera konsumsi vitamin penambah darah agar anemia tidak semakin memburuk. Kamu bisa menggunakan fitur Apotik Antar yang ada di aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin penambah darah yang dibutuhkan. Pesananmu akan segera diantar ke tempat tujuan, sehingga anemia cepat diobati. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!